Pulang ke rumah senja kala, di dapur kudapati beberapa bumbu-bumbu bertebaran, seperti kapal pecah saja layaknya. Aku tahu ini bukan perampokan yang terjadi dalam rumahku, hanya saja ada tikus "tengil" yang datang mengacau.
Dua bulan lalu aku pernah kedatangan tikus liar lima ekor, dia masuk melalui lobang angin di belakang rumah, rupanya dia menggigit kawat kasa yang sudah tua dan berkarat. Aku memergokinya sepulang dari tempat tugas, kami sama-sama kaget, tikus kaget aku juga kaget karena kedatangan tamu tak diundang. Serombongan tikus tersebut melarikan diri tepat pada jalur dia masuk, rupanya dia sudah tahu jalan masuk dan jalan keluar secara insting.
Untuk memperbaiki kasa tersebut aku perlu kasa yang baru yang mesti aku beli dari toko material, untuk sementara lubang itu aku tutup dengan kertas yang kutulisi tulisan "Awas, lewat sini gue hajar..", betul ternyata tikus tersebut tahu, dan tidak kembali melewati jalan itu. Keesokan harinya lewat jalan yang lain, lewat lubang angin di kamar mandi. Pandai dia rupanya mencari jalan. Kejadian serupa kemarinpun terulang.
Rasa dongkolku, terobati sudah, kini kupasang kawat kasa yang lebih kuat dari kemarin.
Dua bulan berlalu, tikus yang dulu tidak bisa masuk kini datang lagi, tapi bukan tikus yang besar, melainkan dia kirim Cindil, puteranya. Anak tikus kecil itu bisa masuk melalui lubang angin plafon yang ada kasanya juga hanya saja diameternya sekitar 1 inch. Belum lama berselang aku menemuinya, dia melarikan diri lewat jalur itu. Karena kecil, aku tak sampai hati untuk memukulnya. Keesokan harinya, aku dapat menjumpainya lagi, tapi kusemprotkan obat nyamuk cair pada mukanya, dia melarikan diri. Harapanku menyemprotnya dengan obat Serangga agar matanya buta.Dalam benak tikus itu berfikir tentang ku, binatang apa yang besar itu ? Kok beraninya menggunakan alat? Binatang yang besar dan bisa tertawa itu kenapa selalu memusuhiku? Binatang yang pandai berpolitik ini kenapa tidak memiliki perikehewanan? Padahal kita ini sesama mahlukNya? Padahal kita ini sama-sama mamalia? Cindil tidak tahu, walaupun kita ini sama-sama binatang tapi manusia sendiri menyebut dirinya adalah Manusia, Khalifah Dunia. Suatu julukan yang berwibawa.
Tapi apa benar manusia sekarang khalifah dunia? Karena hutan yang ada dia babat tanpa ada perhitungan kesetimbangan eko sistem. Binatang-binatang di jagad raya ini secara membabi buta di tembak, hanya lantaran ego. Bumi yang ada disedot untuk diambil minyaknya kemudian dilukai dan ditelantarkan. Resapan air ditutup untuk dijadikan perumahan. Giliran terjadi bencana, lalu berdoa untukNya agar dihentikan bencana dan bahaya? Siapa yang memulai? Siapa yang berbuat durjana?
Kemarin, aku ketemu Si Cindil lagi, dia melarikan diri dan hendak kembali ke rumahnya di atas plafon. Rupanya waktu aku semprot dulu rupanya dia tidak mati, cindil berusaha mencari lobang yang mampu mengakomodasi tubuh dan kepalanya agar bisa memasuki kasa tersebut, tetapi usahanya selalu gagal, rupanya kini tubuhnya sudah membesar, dan tak pantas lagi disebut Cindil, tetapi pantasnya disebut tikus. Aku ambil gagang sapu dan kusambitkan, dan mengenai tubuhnya. Dia terpelanting, dan melarikan diri masuk di sela-sela tabung gas, dibawah tempat cuci piring, yang sulit dijangkau. Aku malas melanjutkan perburuanku membunuh tikus, biar aku kasih racun saja nanti, itu juga kalau aku masih ingat.
Dalam persembunyiannya tikus tak habis berfikir, kenapa badannya dia tumbuh ? Kenapa dia bisa bergerak? Dia lupa, kalau dibalik semua yang ada dalam diriNya ada Kekuaasaan Nya Yang Maha Hidup, yang menghendakinya agar dia hidup dan ada di dunia ini. Untuk sementara tikus itu nyaman dalam rumahku, sampai nanti aku memberikan balasannya yang setimpal kalau dia berbuat onar lagi dan menjadikan rumahku seperti kapal pecah.
Salam.
http://ferrydjajaprana.multiply.com
******************************************************
Milis Filsafat
Posting : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "filsafat" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
