Komentar Tentang Agama & Racun; Bag3 Perihal Tuhan kalau dibahas dengan filsafat ataupun psychology akan mendapatkan pembenaran logis, tetapi ketuhanan dipandang dari keimanan, maka nilai kebenarannya normatif. Nilai kebenaran normatif ini mengacu kepada keimanan atau transendent. Keimanan sendiri adanya di hati, para sufi terbiasa membahas di sisi tersebut. Pembahasan ketuhanan dari sisi syariah, dituduh bahwa keimanannya hanya baru sampai tenggorokan, belum masuk ke esensi Ilahiyah. Para sufi tidak lagi berharap akan pahala surga dan neraka, tetapi penerimaan langsung oleh Sang Pencipta. Itulah hakikat kembali kepada Sang Pencipta. Pembahasan agama yang logis, seperti ini di tiap agama pasti ada, umpamanya di Islam seperti JIL, atau di Kristen seperti Protestan dan sebagainya.
Perihal etnis Arab bisa diterima di Indonesia, karena ada ajaran Islam yang menjelaskan bahwa Sesama Muslim adalah Saudara. Dalam beragama biasanya etnik tidak lagi menjadi penghalang, karena universalisme agama melebihi partikular etnik. Itu salah satu hal kenapa disebut Islam Itu Universal. Salam, Dj At 03:26 PM 4/6/06, you wrote: > ****************************************************** Milis Filsafat Posting : [email protected] Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ Website : http://filsafatkita.f2g.net/ Berhenti : [EMAIL PROTECTED] ****************************************************** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
