|
Intermezzo:
Gamelan Sekaten
Setiap kali mengunjungi sekaten, saya selalu
menyempatkan diri mendengarkan gamelan sekaten. Konon, mendengarkan gamelan
sekaten bikin orang awet muda, panjang umur, dan gampang golek sandhang
pangan. Entah benar entah tidak, gamelan sekaten menurut saya sangat
artistik: pada awalnya tersendat-sendat dan meledak-ledak, seperti musik
tango yang 'histeris' ; makin lama makin lembut, teratur, dan
laras, lalu diakhiri dengan hingar bingar: menggambarkan
perjalanan spiritualitas orang Jawa: mula-mula samar-samar, makin lama makin
terang, sampai akhirnya menemukan pencerahan yang terang benderang.
Di dalam spiritualitas orang Jawa gamelan memiliki
kedudukan yang sangat terhormat, sebab gamelan mengejawantahkan inti terdalam
spiritualitas orang Jawa, yaitu: harmoni. Inti budaya Jawa adalah harmoni.
Keselamatan hanya ditemukan di dalam harmoni. Jika harmoni terganggu, timbullah
malapetaka (sengkala).
Di dalam alam pemikiran orang Jawa, segala sesuatu
tercipta di dalam harmoni. Harmoni-harmoni kecil membentuk harmoni yang lebih
besar, harmoni-harmoni yang lebih besar membentuk harmoni yang lebih besar
lagi... hingga akhirnya membentuk satu-kesatuan harmoni yang maha besar:
Hyang Agung.
Maka tak heran jika gamelan yang merupakan
pengejawantahan harmoni, diberi gelar spiritual yang sangat terhormat, yaitu:
kyai. Seperti Kyai Guntur Madu dan Kyai Guntur
Sari yang ditabuh di pelataran Masjid Agung dalam perayaan sekaten,
yang konon diciptakan oleh Sunan Kalijaga.
Selain disuguhi gamelan sekaten, pengunjung
sekaten di pelataran Masjid Agung juga selalu ditawari mbok-mbok bakul yang
menjual kinang, telur asin (endhog kamal), cambuk (pecut), dan
gangsingan. Yang masing-masing memiliki arti. Kinang: kinang terdiri
dari lima unsur: enjet, gambir, suruh, kinang, mbako, yang
menggambarkan kelima rukun Islam yang harus diamalkan pemeluknya, maka
di setiap perayaan sekaten selalu dijumpai endhog kamal. Dalam
mengamalkan itu kalau perlu seseorang harus 'mencambuk' diri sendiri,
maka di setiap perayaan sekaten selalu dijumpai orang berjualan cambuk
(pecut), agar ibadahnya kepada Tuhan bisa mubeng seser kaya
gangsingan....
*** ****************************************************** Milis Filsafat Posting : [email protected] Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ Website : http://filsafatkita.f2g.net/ Berhenti : [EMAIL PROTECTED] ****************************************************** YAHOO! GROUPS LINKS
|
