Bermain dengan anak-anak terkadang menyenangkan, karena banyak hal-hal lucu yang kita temui di sana. Seperti kemarin, aku memberikan seperangkat alat-alat dapur mainan untuk keponakanku Jyesta, yang masih duduk di bangku TK, kelas Nol Kecil, katanya "Terima Kasih, Pak De..", demikian ucapannya meluncur dengan tulus. Pernah juga aku berikan mainan kepada keponakanku yang lain, tapi saking senangnya sehingga lupa mengucapkan rasa terima kasih, terpaksa Ibunya minta agar dia datang lagi kepada ku, untuk mengucapkan terima kasih.
Rasa terima kasih, adalah rasa syukur atas pemberian orang lain, yang biasanya di ucapkan kepada pemberinya. Lebih dalam dari rasa terima kasih adalah rasa Syukur. Lain dengan ucapan terima kasih yang biasanya bersifat horisontal, rasa syukur terasa bersifat vertikal, dan mampu menggetarkan hati atau kalbu. Kenapa demikian?
Rasa syukur adalah menyadari nikmat karunia Ilahi, mengakui dan menampakannya melalui ungkapan berupa ucapan Puji Syukur Ke Hadirat Ilahi Robbi. Getaran rasa syukur di dalam hati itu mampu mencampur adukkan rasa rendah hati, rasa takut dan sekaligus rasa sayang. Efek di lidah, adalah ucapan memuji Sang Pencipta Yang Maha Pengasih dan Penyayang.
Mengamati rasa syukur banyak hal menarik dan lucu, umpamanya, kata "Syukurin..Lu", yang saya ambil dari dialek Betawi, itu mengandung makna sebaliknya, yaitu rasakan pahitnya pelajaran yang diberikan. Contohnya karena kecelakaan tetapi akibat kecerobohan diri. Jadi, tidak selamanya syukur itu bisa bersifat menggetarkan kalbu. Aku tidak tahu, kenapa mereka menggunakan arti yang justru berlawanan? Itu kemiskinan bahasa, pembodohan bahasa, kreatifitas anak bangsa ? atau kekayaan bahasa kita?
Ngomong-ngomong masalah syukur, di Suku Jawa (bisa jadi sudah membudaya nasional - Indonesia) sering kita jumpai orang menggunakan bahasa "Untungnya..", untuk membandingkan dua level kondisi, untuk mendapatkan rasa syukur. Apabila anda ingin mendapatkan rasa bahagia, pandai-pandailah menggunakan kalimat ini, walaupun secara persepsi menjadi tidak baik, karena terlihat apatis. Pernah saya naik Bis kota PPD No. 57 yang penumpangnya penuh, Jurusan Pulogadung Blok M, ada satu penumpang yang kecopetan. "Untungnya, hanya duit yang tidak seberapa, coba kalau surat-surat penting lainnya juga kecopetan, kan lebih repot...?" Kata, kawannya menenangkan. Dari nada bicaranya saya tahu, mereka baru datang dari Jawa Tengah, karena slang intonasi dan gaya bahasanya.
Orang Indonesia tetaplah orang Indonesia, aku pernah merantau ke luar negeri beberapa kali menjadi TKI, sehingga walaupun aku berbahasa Inggris, tapi tetap saja ada kata "Luckily,..." di dalamnya, artinya "Untungnya,.." juga, aku mengalami kesulitan untuk menghilangkan kebiasan ini.
Rasa syukur masing-masing individu tidaklah sama, karena pemberian Tuhan itu tidak satu tingkatan, jadi bersifat unik, karenanya pengetahuan itu menentukan anugerah!
Bagaimana agar kita bisa meningkatkan rasa syukur? Ini bersifat teknis sekali, caranya dengan sering mengucapkan Syukur Ke Hadlirat Nya dan seakan-akan kita mau menandingi pemberianNya (walaupun sebenarnya kita tidak mampu), dan menambah ilmu pengetahuan.
Dengan adanya rasa syukur yang bersemayam dalam hati, artinya anda sudah meraih kunci kebahagiaan melaui jalur bersyukur.
Lalu apa yang harus dihindari agar tetap bersyukur? Hindari sifat arogan, sombong, dan takabur.
Sudahkah kita bersyukur ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa, hari ini?
Salam,
http://ferrydjajaprana.multiply.com
******************************************************
Milis Filsafat
Posting : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
SPONSORED LINKS
| Philosophy beauty product | Philosophy | Philosophy beauty |
| Philosophy of | Philosophy amazing grace | Philosophy hope in a jar |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "filsafat" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
