Mecah Telor
 
"Mecah-telor" itu kata kiasan bukan kata sebenarnya. Arti kata mecah-telor biasanya dikonotasikan kepada penjualan, artinya transaksi penjualan pertama kali yang dilakukan oleh penjual pada saat memperdagangkan barang dagangannya.
 
Mecah telor adalah harapan seorang penjual di pagi hari, agar barang dagangannya di sapa pembeli. Saya punya pengalaman pribadi dengan mecah-telor ini :
 
Rumahku letaknya di ujung jalan nomor satu, tepatnya dipertigaan mentok. Aku tinggal di komplek perumahan di bilangan Pamulang. Di belakang rumahku adalah tempat penduduk asli dan tempat kontrakan rumah petak. Di rumah petak itu bermukim para penjual kaki lima. Biasanya para pedagang kaki lima tersebut apabila hendak menjual barang dagangannya, melewati rumahku yang letaknya di paling ujung. Ada penjual pisang, namanya Bang Rachmat yang kerap teriak-teriak menjual dagangannya di muka rumahku, jualan Bang Rachmat sulit untuk dikatakan mahal, karena satu sisir pisang masnya untukku harganya seribu rupiah lebih murah dibandingkan dengan  harga di pasaran, katanya sih itu harga langganan, saya tidak tahu pasti apakah benar atau tidak alasannya itu. Ada ritual khusus yang dia lakukan apabila usai menerima pembayaran dariku, Bang Rachmat biasanya  mengibas-ibas uang pemberianku sebagai tanda penglaris sebelum memasukkannya ke dalam dompetnya yang sudah lusuh. Ucapan "penglaris..penglaris..penglaris" terlontar dari mulutnya, sambil menyunggingkan senyum. Kami sama-sama senang, saya beli murah dan Bang Rachmat dapat penglaris pertama, sehingga menimbulkan gairahnya untuk berpacu lagi mencari rezeki di jalanan.
 
Pengalaman lain, ketika saya berada di Tomok – Pulau Samosir,  kunjungan saya adalah dalam rangka berlibur santai di Danau Toba. Di pasar Tomok banyak produk kerajinan asal Sumatera Utara yang diperjual-belikan, menurut hematku harganya lebih miring dibandingkan bila aku beli di Pasaraya Sarinah. Karena kedatanganku ke sana sekitar jam sembilan pagi, sehingga bertepatan dengan dibukanya kios-kios cendera mata. Ternyata keadaan berbalik 180 derajat, alih-alih saya mau belanja cindera-mata tapi sebaliknya justru saya ditarik-tarik ke sana ke mari oleh  inang-inang, maklum krismon begini turis juga sepi, jangan katakan turis manca negara, turis lokalpun sepi. Agar aku sudi mampir di kiosnya, harga yang diberikan bisa mencapai separoh harga bandrol, alasan yang mereka berikan adalah sama yaitu ingin "mecah-telor".
 
Pengalaman ke dua saya diikuti pengalaman ke tiga di daerah Bugis dalam liburan saya ke Tana Toraja, pengalaman disinipun tidak jauh berbeda dengan kejadian di danau Toba yang sudah saya ceritakan sebelumnya. Ternyata, mecah telor itu bukan hanya melulu ada di ranah nusantara ini, bahkan di manca negara juga ada, hanya istilahnya "early-bird", ah.. bahkan disana selain telornya sudah pecah juga sudah menjadi burung!, burung perdana.
 
Menyikapi kejadian mecah-telor ini, kawanku sangat pandai menggunakan daya pikat kejiwaan mecah-telor, yang dilakukannya adalah memperhatikan harga barang aktual di siang hari, dan kembali ke esokan harinya  pada toko yang sama, untuk membeli agar mendapatkan harga yang relatif lebih murah, agar bisa menawar separoh harga, kebanyakan ide tersebut konon katanya bisa bekerja dengan baik. Sayangnya saya belum mempraktekannya.
 
Bicara mecah-telor sama saja bicara dunia perdagangan. Jaman sudah berganti, pertukaran natura sudah tidak lagi menarik hati, yang ada jual beli. Tak segan-segan dalam rangka berpromosi para penjual mengklaim barang dagangannya adalah mutu kwalitas nomor satu, terkadang kita lupa berpromosi menjual barang kita dengan mempermainkan emosi pembeli, bahkan terkadang berlebihan, sehingga sudah tidak sesuai lagi dengan apa yang kita jual. Semakin hari kita melupakan bahwa esensi dalam jual-beli adalah memiliki unsur tolong menolong sesama, sehingga baik penjual dan pembeli berkah, mereka puas dengan jaminan yang diberikan. Tidak lagi ngijon, maupun renten, bak lintah darat yang menghisap darah kita.
 
Salam,
http://ferrydjajaprana.multiply.com

******************************************************
Milis Filsafat
Posting     : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website     : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************




SPONSORED LINKS
Philosophy beauty product Philosophy Philosophy beauty
Philosophy of Philosophy amazing grace Philosophy hope in a jar


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke