Bolehkah Berdoa di Kuburan...?,
 Apa Hukumnya Kemeyan dan Mandi Kembang...? 
Penulis  : Al Habib Mundzir bin Fuad Al Musawa 
 

Berdoa, atau bertawasul, atau berdzikir, itu dimana saja, boleh tawassul dari 
rumah, atau di kamar, atau di masjid, atau di kuburan, atau dimana saja, 
pastilah mungkin hati kita yang sudah tertular virus sekte sesat ini akan 
langsung Alergi bila mendengar DOA DI KUBURAN, ketahuilah berdoa di kuburan 
pun sunnah Rasul saw, beliau berdoa di Pekuburan Baqii, dan berkali-kali 
beliau saw melakukannya. Dan Rasul saw memerintahkan untuk mengucapkan Salam 
untuk ahli kubur dengan ucapan Assalaamu alaikum Ahliddiyaar minalmuminin 
walmuslimin, wa Innaa Insya Allah Lalaahiquun, As alullah lana wa lakumul 
aafiah.. (Salam sejahtera atas kalian wahai penduduk penduduk dari Mukminin 
dan Muslimin, Semoga kasih sayang Allah atas yang terdahulu dan yang akan 
datang, dan Sungguh Kami Insya Allah akan menyusul kalian) (Shahih Muslim Bab 
35 hadits no 974.975,976. *3 hadits dalam makna yang sama). Hadits ini 
menjelaskan bahwa Rasul saw bersalam pada Ahli Kubur dan mengajak mereka 
berbincang-bincang dengan ucapan Sungguh Kami Insya Allah akan menyusul 
kalian.

 

Demikian pula tawassul, karena tawassul adalah doa kepada Allah, bila anda 
menuju makam untuk berziarah, berdoalah kepada Allah, Wahai Allah, Demi 
orang-orang yang bermunajat pada Mu, Demi orang-orang yang Bersemangat kepada 
keridhoan Mu, Demi langkahku ini, atau dengan tawassul menyebut nama 
sebagaimana Rasul saw menyebut Demi para Nabi sebelumku.. atau misalnya Wahai 
Allah, Demi Ahlul Badr, atau Demi Muhajirin dan Anshar, atau Demi Ruku dan 
Sujudnya para wali Mu, atau menyebut nama mereka sebagaimana Rasul saw 
menyebut nama para malaikat. Toh doa-doa ini kepada Allah, berperantarakan 
ketaatan para hamba-hamba Nya, memang manusia hidup dan mati, namun amal 
shalihnya tetap kekal.

 

Anda ingat peristiwa Adam as?, mengapa malaikat diperintahkan sujud pada 
makhluk?, karena para malaikat itu sujud pada Adam as bukan menyembah Adam 
as, tetapi menyembah Allah.. karena jutsru sujud pada Adam itu adalah 
ketaatan, namun apa yang dilakukan Iblis?, pada dasarnya Iblis hanya ingin 
sujud kepada Allah semata, tak mau memuliakan makhluk yang dimuliakan Allah, 
dan jatuhlah ia kepada Laknat Allah, maka orang yang tak mau memuliakan orang 
yang dimuliakan Allah swt adalah para pengikut Iblis, naudzubillahi min 
dzalik.

 

Wahai saudaraku, jangan alergi dengan kalimat syirik, syirik itu adalah bagi 
orang yang berkeyakinan ada Tuhan Lain selain Allah, atau ada yang lebih kuat 
dari Allah, atau meyakini ada tuhan yang sama dengan Allah swt. Inilah makna 
syirik. Mereka yang berkemenyan, sajen dlsb itu, tetap tak mungkin kita 
pastikan mereka musyrik, karena kita tak tahu isi hatinya, sebagaimana Rasul 
saw murka kepada Usamah bin Zeyd ra yang membunuh seorang pimpinan Laskar 
Kafir yang telah terjatuh pedangnya, lalu dengan wajah tak serius ia mengucap 
syahadat, lalu Usamah membunuhnya, ah? betapa murkanya Rasul saw saat 
mendengar kabar itu.., seraya bersabda : APAKAH KAU MEMBUNUHNYA PADAHAL IA 
MENGATAKAN LAA ILAAHA ILLALLAH..?!!, lalu Usamah ra berkata: Kafir itu hanya 
bermaksud ingin menyelamatkan diri Wahai Rasulullah.., maka beliau saw 
bangkit dari duduknya dengan wajah merah padam dan membentak : APAKAH KAU 
BELAH SANUBARINYA HINGGA KAU TAHU ISI HATINYA??!!!, lalu Rasul saw maju 
mendekati Usamah dan mengulangi ucapannya : APAKAH KAU BELAH SANUBARINYA 
HINGGA KAU TAHU ISI HATINYA??!!!, Usamah ra mundur dan Rasul saw terus 
mengulanginya : APAKAH KAU BELAH SANUBARINYA HINGGA KAU TAHU ISI 
HATINYA??!!!, hingga Usamah ra berkata : Demi Allah dengan peristiwa ini aku 
merasa alangkah indahnya bila aku baru masuk islam hari ini..(maksudnya tak 
pernah berbuat kesalahan seperti ini dalam keislamanku). (Shahih Muslim Bab 
41 no. 158 dan hadits yang sama no.159)

 

Dan juga dari peristiwa yang sama dengan riwayat yang lain, bahwa Usamah bin 
Zeyd ra membunuh seorang kafir yang kejam setelah kafir jahat itu mengucap 
Laa Ilaaha Illallah, maka Rasul saw memanggilnya dan bertanya : MENGAPA KAU 
MEMBUNUHNYA..?!, Usamah menjawab : Yaa Rasulullah, ia telah membunuh fulan 
dan fulan, dan membantai muslimin, lalu saat kuangkat pedangku kewajahnya 
maka ia mengatakan Laa Ilaaha illallah.., lalu Rasul saw menjawab : LALU KAU 
MEMBUNUHNYA..?!!, Usamah ra menjawab : benar, maka Rasulullah saw berkata : 
APA YANG AKAN KAU PERBUAT DENGAN LAA ILAAHA ILLLALLAH BILA TELAH DATANG HARI 
KIAMAT..?!!, maka Usamah berkata : Mohonkan pengampunan bagiku Wahai 
Rasulullah??, Rasul saw menjawab dengan ucapan yang sama : APA YANG AKAN KAU 
PERBUAT DENGAN LAA ILAAHA ILLLALLAH BILA TELAH DATANG HARI KIAMAT..?!!!, dan 
beliau terus mengulang ulangnya.. (Shahih Muslim Bab 41 no.160).

 

Kita tak bisa menilai orang yang berbuat apapun dengan tuduhan syirik, dia 
berkomat kamit dengan sajen dan mandi sumur tujuh rupa dan segala macam 
kebiasaan orang kafir lainnya, ini merupakan adat istiadat biasa, tak mungkin 
kita mengatakannya musyrik hanya karena melihat perbuatannya, kecuali ia ber 
ikrar dengan lidahnya.
 Satu contoh, seorang muslim mandi air kembang, berendam di air mawar, lalu 
menaruh keris di pinggangnya, lalu menyalakan kemenyan, lalu ia shalat, 
musyrikkah ia?, 
 dan orang lain mandi dengan shower, berendam di air hangat, menggunakan busa 
mandi, lalu menaruh pistol dipinggangnya, lalu menyemprotkan pewangi ruangan, 
lalu shalat, musyrikkah dia?,
 apa bedanya?, keduanya melakukan kebiasaan orang kafir..

 

Kesimpulannya adalah, tidak ada kalimat musyrik bisa dituduhkan kepada 
siapapun terkecuali dengan kesaksian lidahnya. Hati-hatilah dengan ucapan 
syirik, bila seseorang muslim lalu musyrik, maka pernikahannya batal, 
istrinya haram dikumpulinya, jima dengan istri terhitung zina, anaknya tak 
bernasab padanya, kewaliannya atas putrinya tidak sah, dan bila keluarganya 
wafat ia tak mewarisi dan bila ia wafat tak pula diwarisi, ia diharamkan 
shalat, diharamkan dikuburkan di pekuburan muslimin.

 

Saran saya, berziarahlah kubur bila anda berkenan, dan palingkan pandangan dan 
sangka buruk dari mereka yang bertaburan menyan dan kembang dlsb, jangan 
sesekali menuduh mereka musyrik, mungkin hati mereka musyrik, tapi kita 
dimurkai Rasul saw bila menuduhnya. Bila anda selesai berziarah, ada baiknya 
anda menyalami mereka dan dengan senyum hangat anda memberi mereka hadiah Al 
Quran, dan katakanlah : Wahai Tuan, para Sunan dan wali songo itu mempunyai 
kesenangan dan kegemaran, dan mereka akan senang bila Tuan mengamalkan 
kegemaran dan amal mereka, pastilah serta merta mereka akan bertanya dengan 
sigap..apakah kegemaran mereka??!!, jawablah dengan lembut dan berwibawa : 
Mereka siang malamnya asyik dengan Al Quran.. pasti Tuan akan disayangi 
mereka bahkan disayang Allah bila asyik membaca Al Quran, Nah..ini saya 
hadiahkan pada tuan, barang yang paling disayangi oleh Para Wali dan Sunan..

 

DAN HAMBA HAMBA ARRAHMAN (ALLAH SWT) YANG BERJALAN DIMUKA BUMI DENGAN RENDAH 
DIRI, (tidak sombong), DAN BILA MEREKA DIAJAK BICARA OLEH ORANG ORANG JAHIL, 
MAKA MEREKA MENJAWABNYA DENGAN LEMBUT (Alfurqan-63).

 Wallahu alam.






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Everything you need is one click away.  Make Yahoo! your home page now.
http://us.click.yahoo.com/AHchtC/4FxNAA/yQLSAA/pyIolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

******************************************************
Milis Filsafat
Posting     : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website     : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke