Fenomidjan Mbah Maridjan
 
Fenomena sosok Mbah Maridjan ini unik sekali, padahal hujan abu sudah menerpa rumahnya di kaki Gunung Merapi tapi dia tidak mau meninggalkan kampung halamannya untuk mengungsi. Tak kurang Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Hamengku Buwono X sebagai kepala pemerintahan menghimbau untuk segera meninggalkan kampungnya, tapi tak dihiraukannya, demikian juga himbauan Gus Dur mantan Presiden RI, pun tak diindahkannya, Mbah Maridjan Kekeuh dengan pandangannya, bahwa dia telah berjanji kepada raja Yogyakarta, mendiang Hamengku Buwono IX pada saat masih hidup untuk menjaga gunung Merapi.
 
Tentang Mbah Maridjan, menurut Sultan, juga tidak ada alasan bagi Mbah Maridjan untuk tidak turun. "Batas toleransinya sudah selesai. Kalau kemarin mbah Maridjan belum mau turun, sekarang harus turun karena dia berada di zona paling berbahaya."
 
Menurutku hanya ada satu cara mbah Maridjan bersedia turun gunung, yaitu apabila beliau telah menerima wangsit atau wisik dari Hamengku Buwono IX, untuk turun gunung, atau bisa juga Mbah Maridjan Kekeuh dengan pendapatnya terkubur bersama lahar dan lava panas yang mulai bergolak dan membanjiri dusun Dukun – Merapi?
 
Bagaimana menyikapi "fenomidjan" – Mbah Maridjan?
 
            -o0o-
 
Ada satu kisah, waktu itu Ali Bin Abi Thalib r.a. akan pergi berperang, tetapi dalam suatu perjalanan bertemu dengan salah seorang sahabat yang menyatakan bahwa di tempat yang dituju sedang terjadi wabah penyakit, kemudian Ali Bin Abi Thalib segera bermusyawarah dengan para sahabat, akhirnya disepakati bahwa sebaiknya pulang kembali, walaupun ada sebagian yang berharap tetap dilanjutkan. Ketika dalam perjalanan pulang, kembali bertemu dengan seseorang yang bertanya kenapa mesti kembali, Ali menjawab bahwa beliau, lari dari qadar Allah menuju Qadar Allah.
Artinya lari dari takdir menuju takdir yang lain.
 
Seperti kebanyakan orang Jawa, Mbah Maridjan yakin bahwa hidup dan matinya dia, tergantung kepada Dzat Yang Maha Kuasa, faham yang dianut adalah faham deterministik atau fatalisme, sebagian bilang ini faham jabariyah, yang menyatakan bahwa semua sudah ada yang Ngatur, jadi kematian diapun sudah diatur oleh Dzat yang Maha Berkehendak. Keyakinan Mbah Maridjan semakin kokoh, karena janjinya pada Sultan Hamengku Buwono IX untuk menjaga gunung Merapi, gunung merapi sedang dirundung lara, sedang terbatuk-batuk, jenis batuknya batuk berdahak, tentu Mbah Maridjan tak tega meninggalkannya. Gunung Merapi adalah mahluk Tuhan jua, sepantasnya untuk kita perhatikan dan kita bantu untuk mengobatinya. Gunung Merapi adalah mahluk Tuhan yang bergerak secara statis, walupun dia bergerak tapi panca indera kita tidak dapat menangkapnya, sementara Mbah Maridjan adalah Mahluk Tuhan yang bergerak dinamis, bisa duduk, berjalan maupun berlari, itu yang membedakan Gunung Merapi dan Mbah Maridjan. Masih ada keyakinan tentang menyikapi masalah takdir ini, yaitu faham free-will (qadariyah) yang menyatakan bahwa manusia bebas menentukan nasib dirinya, demikian juga Mbah Maridjan bebas menentukan dirinya, apakah mau tetap berleha-leha di kampungnya, bercengkerama dengan sahabat sejatinya Gunung Merapi atau mau turun Gunung, berlari pada waktunya. Terakhir, bisa jadi Mbah Maridjan menganut faham keadilan Tuhan, yakni Mbah Maridjan menganggap bahwa walaupun dia turun gunung, kalau sudah saatnya Dipanggil kenapa harus ditolak? Bisa juga sebaliknya, walaupun Mbah Maridjan tinggal di kepundan Gunung Merapi, kalau memang belum suratan takdirnya untuk dipanggil tentu dia akan tetap selamat.
 
Bagaimana tentang menguak takdir, bisa diklick http://ferrydjajaprana.multiply.com/journal/item/94
 
Selanjutnya, aku masih termangu-mangu menyaksikan Mbah Maridjan yang masih kekeuh sumleukeuh dengan pendiriannya, dapatkah anda membantu kebingunganku dengan fenomena ini? Jawaban yang benar adalah tentunya dari Mbah Maridjan sendiri!
 
Hanya ada satu harapan dan doaku untuk Mbah Mardijan, "Semoga Mbah Maridjan tetap selamat dan dalam lindunganNya, Amin..."
 
Salam,
http://ferrydjajaprana.multiply.com


******************************************************
Milis Filsafat
Posting     : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website     : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke