|
Kontemplasi:
Urat Garis Tangan
Urat-urat garis tangan kata orang ada yang
menggambarkan nasib yang akan dialami seseorang. Entah benar entah tidak saya
kurang tahu, tapi yang jelas ada sesuatu yang dapat dambil pelajaran dari
urat-urat garis di telapak tangan kita: garis tangan tersebut membentuk pola
tertentu, namun juga tak ada garis tangan yang benar-benar berbentuk garis-garis
lurus seperti lurusnya sebuah penggaris. Demikian juga awan: tak ada awan
yang berbentuk lingkaran atau segi-empat... namun bentuk awan juga bukan
chaos, atau kacau sama sekali. Ada pola-pola tertentu yang diikuti,
namun pola-pola tersebut bukanlah bentuk-bentuk geometris yang
kaku. Pola-pola tersebut lebih menyerupai art atau seni, dan
selalu berada dalam keadaan yang harmonis. Begitulah hukum alam: hukum yang
mengatur alam dan kehidupan. Hukum tersebut tidak bersifat kaku. (Bahkan hukum
gravitasi Newton yang memiliki persamaan matematika yang eksak itupun memiliki
toleransi kesalahan, mereka yang pernah mempelajari fisika secara serius akan
tahu hal ini). Hukum tersebut lebih menyerupai art atau seni dan
mencerminkan keadaan yang harmoni. Bahkan Lao Tse menolak untuk
menerjemahkan Hukum Alam Yang Agung (TAO) ke dalam peraturan-peraturan yang
kering dan kaku. Yang kaku adalah ciri yang mati, seperti alang-alang
yang mati itu kaku. Yang lentur adalah ciri kehidupan, seperti alang-alang
yang hidup itu lentur. Bayangkan betapa jelek hidup ini: jika pohon kelapa itu
benar-benar lurus seperti penggaris, dan awan berbentuk lingkaran, dan gunung
Merapi berbentuk segi-tiga sama kaki.... Tapi sayangnya, ada orang-orang
tertentu yang ingin membuat kehidupan menjadi seperti itu. Menurut saya itu akan
sangat tidak menarik!
***
__._,_.___
****************************************************** Milis Filsafat Posting : [email protected] Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ Website : http://filsafatkita.f2g.net/ Berhenti : [EMAIL PROTECTED] ******************************************************
SPONSORED LINKS
YAHOO! GROUPS LINKS
|
