ssehhann <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
jika sesuatu dapat dijelaskan dengan alru logika yg maha biasa itu
maka kita tak perlu berfilsafat. cukup bikin artikel ilmiah, cerpen,
atau laporan berita.
filsafat2 macam penjelasan yg berusaha berada di jalur rasio sederhana
lagi maha baisa itu adalah org2 yg menduga dirinya sedang berflsafat.
padahal mereka sebenarnya hanya sedang mengulas, membahas dan
menganalisa referensi filsafat.
miohon maaf jika kurang bermutu
--- In [EMAIL PROTECTED]s.com , Andri Kusmayadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Terima kasih atas komentar dari Sdr. Jongga Silaen. Sebenarnya saya
hanya ingin menyakan bahwa sesuatu bersifat rasional atau tidak itu,
adalah sesuatu yang berbeda dengan sesuatu dapat terlihat secara fisik
atau tidak. Banyak hal yang tidak dapat terlihat atau tidak empiris
tetapi akal kita dapat menerimanya atau bersifat rasional.
>
> Contohnya seperti pertanyaan-pertanyaan saya sebelumnya itu. Akal
kita mampu mencerap bahwa konsep "1+1=2" tanpa harus melihat dulu
fisik atau realitas di dunia luarnya dulu. Mudah-mudahan jawaban saya
ini bisa menjelaskan pernyataan saya sebelumnya. Atau mungkin ada
anggota milis kita yang berpendapat lain. Silakan.
>
> Trims
>
> Andri
>
> jongga silaen <jongga_untar@...> wrote:
> Izinkan saya untuk menanggapi pernyataan saudara Andri,
> Saya bingung mengapa saudara terlalu banyak bertanya saja tanpa
ada pemaparan lebih lanjut yang logis tentang suatu konsepsi Rasio
yang anda jadikan landasan terhadap pernyataan tar_ocret tersebut
karena sungguhlah sia-sia jika anda bersikap kritis tanpa ada suatu
argumentasi yang melandasi usaha kritis anda tersebut. Jika boleh saya
menantang anda, Cobalah anda membuat suatu uraian argumentasi tentang
konsepsi Rasio menurut anda sejelas mungkin, agar kita tahu mengenai
kontra dari pendapat saudara tar_ocret tersebut. Maaf jika
sayamenyinggung anda, Terima Kasih.
>
> Andri Kusmayadi <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
> Saya tidak sependapat dengan pernyataan Anda terakhir. Anda
mengatakan bahwa akal hanya dapat mencerap alam fisik yang dapat
dicermati secara langsung. Bagaimana akal dapat menentukan 1+1=2?
Realitas fisik apa yang dapat dicermati dari itu? Bagaimana akal bisa
menyimpulkan bahwa sebagian pasti lebih kecil atau lebih sedikit
dibandingkan keseluruhan? Bagaiamana akal bisa menyimpulkan bahwa
sebab pasti mendahului akibat? Bagaimana konsep-konsep seperti itu ada
dalam akal kita? Realitas fisik seperti apa yang ada di luar kita
tentang hal itu?
>
> tar_ocret <[EMAIL PROTECTED]..> wrote: Filsafat merupakan sebuah kata
yang menujukan cara untuk mendapatkan
> pemikiran yang bisa diyakini.
> sedangkan pemikiran adalah hasil dari proses berpikir. filsafat
> merupakan sebuah 'hukum' (kesimplan) tentang sesuatu setelah terjadi
> sebuah pemikiran terhadap objek pembahasan(realitas yang diamati) dan
> diassosiasi oleh kaidah pemikiran yang dianut..
> sebuah pemikiran terbentuk oleh tiga komponen,yaitu: 1. kaidah
> berfikir 2. objek pembahasan (realitas yang diamati) 3. hukum/
kesimpulan.
>
> hakikat filsafat
> 1. kaidah berpikir filsafat
> a. asas --> filsafat yunani
> b. sumber --> filsafat yunani aqal
> c. standar --> aqal
> 2. objek pembahasan
> a. materi indrawi (fisik diindra langsung)
> b. materi rasional (fisik diindra secara tidak langsung)
> c. materi logoika (metafisik)
> 3. hukum/ kesimpulan
> a. keyakinan
> d. definisi
>
> dari hal tersebut, saya sangat tidak menyetujui filsafat sebagai
> landasan berpikir dan bertingkah laku seorang manusia.ini dikarenakan
> kaidah yang dipakai hanya aqal saja tanpa ada wahyu. sedangkan akal
> terbatas walaupun tinggi derajatnya. keterbatasan ini dilihat dari
> kajian akal hanya pada objek realitas (materi indra dan materi
> logika). oleh karena juga, filsafat yang memaksakan akal masuk pada
> tatanan non-realitas (metafisik) akan membuat kesimpulan yang dibuat
> hanya spekulatif atau kemungkinaan saja tanpa keyakinan yang 100%
adanya.
> jadi kembalikanlah akal pada tatanan fisik atau realitas yang dapat
> diamati secara langsung. dan kembalikan juga tatanan metafisik kepada
> wahyu dari Tuhan. karena Dia lebih tahu dan dia lebih terpercaya.
> Fight for the right, Resist for Islam Idiologic.
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> --------------------- --------- ---
> YAHOO! GROUPS LINKS
>
>
> Visit your group "filsafat" on the web.
>
> To unsubscribe from this group, send an email to:
> filsafat-unsubscrib[EMAIL PROTECTED] com
>
> Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of
Service.
>
>
> --------------------- --------- ---
>
>
>
> _____________________ _________ _________ _________ __
> Apakah Anda Yahoo!?
> Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik
terhadap spam
> http://id.mail.yahoo.com
_____________________ _________ _________ _________ __
> Apakah Anda Yahoo!?
> Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik
terhadap spam
> http://id.mail.yahoo.com
>
>
>
>
> Send instant messages to your online friends
http://uk.messenger.yahoo.com
> Send instant messages to your online friends
http://uk.messenger.yahoo.com
>
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
__._,_.___
******************************************************
Milis Filsafat
Posting : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
SPONSORED LINKS
| Philosophy beauty product | Philosophy | Philosophy beauty |
| Philosophy of | Philosophy amazing grace | Philosophy hope in a jar |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "filsafat" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
