--- In [email protected], "kibroto" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Kebenaran adalah satu bukan dua apalagi tiga. > > # Dan dari uraian sebelumnya maka kebenaran adalah bila > > 1) makna = realitas; dimana makna = yang didalam pikiran dan > realitas = diluar pikiran. > 2) lantas realitas menyebabken dampak dan membutuhken piranti untuk > tolok ukur dan indera bukan priranti yang tepat > 3) lantas ada `kebenaran' bahwa realitas tidak bisa dibagi. > 4) tiba2 disimpulken bahwa realitas mutlak = Tuhan
> Maka kebenaran adalah jika Tuhan diluar pikiran = Tuhan yang didalam Kebenaran itu adalah jika hal/sesuatu di luar benak = di dalam benak. prinsif umum Tuhan secara wujud/keberadaan di luar benak = Tuhan secara wujud/keberadaan di dalam benak. prinsif ketuhanan. > pikiran. Tetapi indera kita tidak bisa dipakai sebagai piranti untuk indra itu sebagai > tolok ukur dampak Tuhan. Maka tidak seorangpun bisa tahu apakah > Tuhan dalam pikiran = Tuhan diluar pikiran. Pikiran apa yang anda maksud dengan pikiran? Apa bedanya dengan akal, benak? Tanpa berdebat masalah tersebut mungkin bolehlah sy mengatakan pikiran adalah tempat dimana informasi tersimpan dan datang dari luar. Lalu indra itu sebagai apa? Indra adalah alat yang berfungsi sebagai pintu masuknya informasi dari luar. Indra merupakan fasilitas masuknya kebenaran bukan alat ukur kebenaran yang dg indra tersebut sampailah kebenaran. Dan jika pikiran itu sama dengan yang seharusnya diluar jadilah sebuah kebenara. > Lebih membingungken lagi : berbahagialah orang2 yang menangkap > indahnya realitas mutlak. berbahagialah orang2 yang menangkap indahnya realitas mutlak. berbahagialah orang2 yang mengetahui indahnya realitas mutlak Dalam konteks ditas mengetahui tidak sama dengan menangkap dalam persepsi saya. Mengetahui merupakan perubahan dari tidak tahu menjadi tahu atau masuknya sesuatu yang bersifat nonmateri (ilmu) kepada akal/benak/pikiran yang nonmateri juga. Menangkap apa yang anda maksud dengan menangkap? hanya anda sendiri yang tahu makna. Apakah yang anda maksud dengan menangkap disana sama artinnya dalam kalimat Kiper menangkap bola. Menangkap itu perbuatan materi masa disamakan dengan nonmateri. > Bertambah ribet lagi ketika disebutken bahwa kebenaran hanya satu. > Nyatanya, praktis tiap orang punya `fantasi' sendiri2 tentang Tuhan > yang tidak pasti sama. 'apakah hubungannya kebenaran hanya satu dengan 'fantasi'?. Jika fantasi dalam kata lain persefsi/gambaran akal/pikiran terhadap sebuah informasi. Ya jelas jika anda sandarannya adalah persefsi/gambaran akal tidak akan mendapatkan realitas mutlak/kebenaran mutlak. Tapi jika anda menyesuaikan 'Apa yang ada di dalam Akal anda' dengan kebenaran yang ada di luar baru anda dapatkan kebenaran. contoh: Jika anda membayangkan bahwa Tuhan duduk di kursi maka hal itu tidak benar karena tidak mungkin tuhan bertempat. Jika anda membayangkan bahwa 1 + 2 = 4 maka itu tidak benar karena yang benar adalah 1 + 2 = 3. Jadi untuk memperoleh kebenaran sesuaikan pikiran anda dengan kebenaran yang ada diluar anda atau sebaliknya. > > Maka kebenaran mutlak harus satu dan diluar kebenaran adalah > ketiadaan. > > # Jika kebenaran mutlak tidak diberi nama Tuhan melainken `byar' dan > ketiadaan adalah `pet' maka yang ada disekitar kita adalah ada- tiada > = nyala-mati = byar-pet. Jika kita melihat sesuatu maka itu akan > berubah menjadi signal2 yang berupa ledakan2 neuron yang isinya .. > byar ... pet, Dalam hal ini anda harus mengerti bahwa "ada" itu dibagi menjadi 3 bagian yang saya jelaskan di pesan yg lain. ****************************************************** Milis Filsafat Posting : [email protected] Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ Website : http://filsafatkita.f2g.net/ Berhenti : [EMAIL PROTECTED] ****************************************************** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
