Pengertian Ukhuwah 

Sungguh bahwa allah SWT menempatkan manusia keseluruhan sebagai Bani 
Adam dalam kedudukan yang mulia, "Walaqad karramna Bani Adam." 
(Q/17:70). Manusia diciptakan Allah SWT dengan identitas yang 
berbeda-beda agar mereka saling mengenal dan saling memberi manfaat 
yang satu dengan yang lainnya (Q/49:13). Tiap-tiap umat diberi 
aturan dan jalan (yang berbeda), padahal seandainya Tuhan mau, 
seluruh manusia bisa disatukan dalam kesatuan umat. Allah SWT 
menciptakan perbedaan itu untuk memberikan peluang berkompetisi 
secara sehat dalam menggapai kebajikan, "fastabiqul 
khairat."(Q/5:48). Oleh karena itu sebagaimana dikatakan oleh rasul 
SAW, agar seluruh manusia itu menjadi saudara antara satu dengan 
yang lainnya, "Wakunu 'ibadallahi ikhwana."(Hadist Bukhari).

Dalam bahasa arab, ada kalimat "ukhuwah."(Persaudaraan), ada 
kalimat "ikhwah"(saudara seketurunan) dan "ikhwan" (saudara bukan 
seketurunan). Dalam quran kata "akhu"(saudara) digunakan untuk 
menyebut saudara kandung atau seketurunan(Q/4:23), saudara sebangsa
(Q/7:65) saudara semasyarakat walau berselisih faham(Q/38:23) dan 
saudara seiman(Q49:10). Quran bukan hanya menyebut persaudaraan 
kemanusiaan (ukhuwah insaniyyah) tetapi bahkan menyebut binatang dan 
burung sebagai umat seperti manusia (Q/6:38). Sebagai saudara 
semakhluk (ukhuwah makhluqiyah) Istilah "ukhuwah islamiyah." bukan 
bermakna persaudaraan antara orang-orang Islam, tetapi persaudaraan 
yang didasarkan pada ajaran Islam atau persaudaraan yang bersifat 
islami. Oleh karena itu cakupannya "ukhuwah Islamiyyah"bukan hanya 
menyangkut sesama orang Islam namun juga menyangkut dengan non 
Muslim bahkan makhluk yang lainnya. Misalnya, seorang pemiliki kuda, 
tidak boleh membebani kudanya dengan beban yang melampaui batas 
kewajaran. Ajaran ini termasuk ajaran ukhuwwah Islamiyyah. bagaimana 
seorang muslim bergaul dengan kuda miliknya.

Dari ayat-ayat tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa Quran dan 
Hadist sekurang-kurangnya memperkenalkan empat macam ukhuwah yaitu:
1. Khuwah 'ubudiyyah: Persaudaraan karena sesama makhluk yang tunduk 
kepada Allah SWT.
2. Ukhuwah Insaniyyah atau basyariyyah: Persaudaraan karena sama-
sama manusia secara keseluruhan. 
3. Ukhuwah wathaniyyah wa an nasab: Persaudaraan karena keterikatan 
keturuanan dan kebangsaan.
4. Ukhuwah diniyyah, persaudaraan karena seagama.

Bagaimana ukhuwah berlangsaung, tak lepas dari faktor penunjang. 
Faktor penunjang signifikan membentuk persaudaraan  adalah 
persamaan. Semakin banyak persamaan, baik persamaan rasa maupun 
persamaan cita-cita maka semakin kokoh ukhuwahnya. Ukhuwa biasanya 
melahirkan aksi solidaritas. Contohnya diantara kelompok masyarakat 
yang sedang berselisih, segera terjalin persaudaraan ketika semuanya 
menjadi korban banjir, karena banjir menyatukan perasaan, yakni sama-
sama merasa menderita. Kesamaan perasaan itu kemudian memunculkan 
kesadaran untuk saling membantu.

Petunjuk al-Quran Tentang Ukhuwah
1. Tetaplah berkompetisi secara sehat dalam melakukan kebajikan, 
meski mereka berbeda agama, ideologi, status: "fastaqul 
khairat."(Q/5:48). Jangan berfikir menjadi manusia dalam 
kesaragaman, memaksa orang lain untuk berpendirian seperti kita. 
Misalnya, Allah SWT menciptakan kita perbedaan sebagai rahmat, untuk 
menguji mereka siapa diantara mereka yang memberikan kontribusi 
terbesar dalam kebajikan 

2. Memelihara amanah (tanggung jawab) sebagai khalifah Allah dimuka 
bumi, dimana manusia dibebani keharusan menegakkan kebenaran dan 
keadilan (Q/38:26). Serta memelihara keseimbangan lingkungan alam 
(Q/112:4).

3. Kuat pendirian tetapi menghargai pendirian orang lain "lakum 
dinukum wliyadin." (Q/112:4). Tidak perlu bertengkar dengan asumsi 
bahwa kebenaran akan terbuka nanti dihadapan Allah SWT(Q/42:15).

4. Meski berbeda ideologi dan pandangan tetapi harus berusaha 
mencari titik temu, "kalimatin sawa" tidak bermusuhan seraya 
mengakui eksistensi masing-masing(Q/3:64).

5. Tidak mengapa bekerjasa dengan pihak yang berbeda pendirian dalam 
hal kemaslahatan umum, atas dasar saling menghargai eksistensi, 
berkeadilan, dan tidak saling menimbulkan kerugian.(Q/60:8) Dalam 
hal kebutuhan pokok (mengatasi kelaparana, bencana alam, wabah 
penyakit). Solidaritas sosial dilaksanakan tanpa memandang agama, 
etnis dan identitas lainnya (Q/2:272).

6. Tidak memandang rendah kelompok lain, tidak pula meledek atau 
membenci mereka (Q/49:11)

7. Jika ada persilihan diantara kaum beriman, maka islahnya haruslah 
merujuk kepada petunjuk al-Quran dan Sunah Nabi SAW. (Q/4:59)

al-Quran menyebut bahwa pada hakekatnya seorang mukin itu bersaudara 
seperti saudara sekandung, "innamal mu'minuna ikhwah." (Q/49/10). 
Hadist nabi bahwa memisalkan hubungan antara mukmin itu bagaikan 
hubungan anggota badan dalam satu tubuh dimana jika satu anggota 
tubuh sakit, maka seluruh anggota tubuhnya yang lain juga merasa 
sakit. Nabi juga mengingatkan bahwa hendaknya diantara sesama 
manusia tidak mengembangkan fikiran negatif (buruk sangka), tidak 
mencari-cari kesalahan orang lain, tidak saling mendengki, tidak 
saling membenci, tidak saling membelakangi tetapi kembangkanlah 
persaudaraan (HR Abu Hurairah).

Meskipun demikian persaudaraan dan solidaritasnya harus berpijak 
pada kebenaran, bukan mentang-mentang saudara lalu buta terhadap 
masalah. al-Quran mengingatkan kepada orang mukin agar tidak tergoda 
untyuk melakukan perbuatan melampaui batas ketika orang lain 
melakukan hal yang sama kepada mereka. Sesama mukin diperintahkan 
bekerjasama dalam hal kebajikan dan taqwa serta dilarang bekerjasama 
dalam membela perbuatan dosa dan permusuhan. "Ta'awanu 'alal birri 
wat taqwa wala ta'awanu 'alal istmi wal 'udwan." (Q5:2) Wallohu 
a'lamu bissawab.

Wassalam,
agussyafii
http://mubarok-institute.blogspot.com








------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Check out the new improvements in Yahoo! Groups email.
http://us.click.yahoo.com/6pRQfA/fOaOAA/yQLSAA/pyIolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

******************************************************
Milis Filsafat
Posting     : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website     : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke