----------  Forwarded Message  ----------

Subject: [the_untold_stories] Kenapa Helikopter & Pesawat cessna Jatuh setelah 
Gempa dan Tsunami Pangandaran ??
Date: Wednesday 19 July 2006 14:49
From: my nouva <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]

[http://www.kompas.com/ver1/Iptek/0607/18/180331.htm]

  {...."Ada kenaikan aktivitas seismik di sana yang mungkin saja memicu gempa
 lebih besar," ujar Danny. Apalagi jika hal tersebut terjadi karena
 lempeng-lempeng yang bertumbukan selama ini mengumpulkan energi dalam waktu
 lama.}

  Setelah gempa Pangandaran yang disertai tsunami, berturutan helikopter dan
 pesawat latih cessna jatuh. Sebelumnya juga telah terlihat awan vertikal
 yang cukup menghebohkan (beberapa pihak mengatakan bahwa awan vertikal
 bukanlah pertanda gempa, tetapi setelah gempa pangandaran apakah pertanda2
 tersebut akan diabaikan lagi).

  Bagaimanakah helikopter dan pesawat itu bisa jatuh ??

  Memang sulit untuk menjawab, apalagi bukanlah pihak yg berwenang untuk
 menjawab (yah ... tinggal tunggu black box).

  Bagaimanakah awan vertikal dapat terjadi (awan vertikal pernah terlihat
 sebelum gempa di jepang) ??

  Banyak pihak yang meyakini bahwa awan vertikal terbentuk karena awan
 tersebut 'tertarik' oleh suatu kekuatan 'Elektromagnetis' yang terbentuk
 karena akan adanya gempa.

  Seperti kita ketahui bahwa baik pesawat maupun helikopter, untuk dapat
 terbang sangat bergantung dengan sistem navigasi. Padahal sistem navigasi
 ini sangat peka terhadap gelombang2 'elektromagnetis' (Pada hewan kelelawar
 yang menggunakan 'sistem navigasi' untuk terbang, apabila sistem ini kita
 sengaja ganggu maka kelelawar tsb tidak dapat terbang dengan baik bahkan
 menabrak).

  Setelah awan yang tertarik oleh pancaran gelombang ini sehingga membentuk
 awan vertikal, sangat mungkin helikopter dan pesawat tersebut mengalami hal
 yang sama, sistem navigasi yang kacau oleh suatu gelombang yang tidak dapat
 kita rasakan. Mengapa helikopter dan pesawat itu ?? helikopter dan pesawat
 yang jatuh berjenis helikopter dan pesawat terbang 'latih' yang berguna
 untuk memberikan pelatihan, sehingga akan terbang dengan ketinggian yang
 rendah, dimana dalam ketinggian yang rendah (dan tentunya tepat pada titik2
 pancaran kuat dari gelombang tersebut) sehingga sistem navigasi dapat dengan
 mudah menjadi kacau, hal ini tentu berbeda dengan pesawat dan helikopter
 komersil yang akan terbang dengan ketinggian yang cukup bahkan lebih dan
 melewati rute2 yang telah ditentukan (dan aman) sebelumnya.

  Mengapa kendaraan darat di sekitar tempat kejadian tidak mengalami gangguan
 ?? kendaraan darat baik terutama mobil dan sepeda motor tidaklah membutuhkan
 sistem navigasi untuk dapat beroperasi, dan kekuatan gelombang yang ada
 tidaklah berpengaruh pada sistem mesin kendaraan tersebut (walaupun
 kendaraan tsb menerapkan sistem injeksi sekalipun, seandainya kalaupun ada
 gangguan ringan pada kendaraan di daerah tsb yg sedang beroperasi pasti si
 pemilik kendaraan tidak akan memperhatikan walaupun memberikan gangguan yg
 parah misalnya mogok pasti hanya akan di bawa ke bengkel), karena kita juga
 tidak tahu gelombang tersebut merupakan gelombang elektromagnetis atau
 bukan. sehingga gelombang tersebut juga tidak berpengaruh pada gelombang
 yang lain misalnya radio maupun televisi dan juga lampu neon.

  Sesungguhnya ini semua pertanda akan ada Pelajaran Yang Lebih Besar.
  Seandainya awan vertikal (sebagai titik gelombang pertama) kemudian terjadi
 gempa dan tsunami di laut selatan jawa, kemudian helikopter jatuh di
 tangerang (sebagai titik gelombang ke dua), dan diikuti pesawat jatuh di
 semarang (sebagai titik gelombang ke tiga) maka kemanakah akhir dari
 rambatan gelombang ini yang menuju ke arah timur ?? (siklus bencana dan
 kecelakaan pesawat dan helikopter yang berulang sesuai dengan artikel dalam
 milis ini, silahkan anda baca lagi)

  Apakah setelah gempa, perlu adanya ruwatan tolak bala ??

  Seperti di beritakan di beberapa media Tv bahwa setelah gempa dan tsunami
 di laut selatan, masyarakat melaksanakan upacara ruwatan tolak bala. Padahal
 kita tahu setiap terjadi bencana masyarakat selalu mengadakan upacara
 ruwatan tolak bala (baik muslim maupun non muslim) tetapi bencana selalu
 datang kembali. Apakah ada yang salah dlm pelaksanaan ruwatan tersebut ??
 bukan salah dalam pelaksanaannya tetapi upacara tersebutlah yang harus di
 hilangkan, yang mengaburkan nilai2 Tauhid dan Agama. Bencana di Laut selatan
 jawa bukanlah karena kemurkaan 'penunggunya'. karena setelah berkali-kali
 ruwatan tetaplah ada bencana di sana, jikalau bencana itu datangnya dari
 ALLAH tentu sangat aneh memohon pengampunan dengan ruwatan2 tsb (yg
 mengakibatkan bencana tidak akan selasai). maka dari itu mari kita
 kembalikan nilai2 Tauhid dan Agama di jalan yang benar.

  Berikut adalah suatu gambaran kisah lucu dari masyarakat kita

  Suatu ketika terjadi kecelakaan mobil di perlintasan Kereta api yg tak
 berpintu, banyak penduduk yang meyakini bahwa perlintasan tersebut memang
 ada penghuninya, karena seringnya terjadi kecelakaan tersebut. Takut terjadi
 hal2 yang tidak diinginkan maka warga yang tinggal bedekatan dengan
 perlintasan tersebut dan dibantu perangkat RT melakukan upacara ruwatan
 tolak bala. Tetapi tetap terjadi kecelakaan di perlintasan tersebut. Hingga
 beredar isu bahwa penunggunya murka dan akan menghantui seluruh warga di
 sekitar situ, sehingga masyarakat melakukan ritual yg lebih besar lagi.

  Dalam ilmu fisika bahwa gesekan antar logam dapat menimbulkan medan magnet.
 Dan medan magnet dapat menggangu sistem mesin kendaraan terutama kendaraan
 beroda empat (dan lebih2 yang menggunakan sistem injeksi/EFI) sehingga mesin
 dapat mati mendadak. Fenomena ini sering terjadi pada perlintasan kereta api
 tak berpintu yang akan di lewati kereta Api dalam beberapa detik (gesekan
 sejumlah N roda kereta api dengan rel kereta api dalam frekuensi putaran
 roda kereta api f/detik akan menimbulkan medan magnet di sekitar rel kereta
 api selama s detik waktu tempuh kereta tersebut) dan pada saat yang
 bersamaan ketika sebuah mesin mobil yang sedang bekerja tepat berada diatas
 rel yang telah terinduksi medan magnet, maka sistem pengapian dan sistem
 injeksi akan bekerja abnormal ataupun mati. tentu langkah utama pencegahan
 adalah memberikan pintu pada perlintasan kereta api tsb, kalau masih ada
 kecelakaan pasti karena pintu telat ditutup ataupun menerobos ketika kereta
 api mau lewat. sehingga tidaklah perlu meruwat ataupun mengadakan upacara
 tolak bala, apalagi mbah2 sampai semedi untuk meredakan kemarahan sang
 penghuni dan menjadi juru kunci perlintasan tersebut.


---------------------------------
Apakah Anda Yahoo!?
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

-------------------------------------------------------




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Yahoo! Groups gets a make over. See the new email design.
http://us.click.yahoo.com/XISQkA/lOaOAA/yQLSAA/pyIolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

******************************************************
Milis Filsafat
Posting     : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website     : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 
[http://www.kompas.com/ver1/Iptek/0607/18/180331.htm]
 
{...."Ada kenaikan aktivitas seismik di sana yang mungkin saja memicu gempa lebih besar," ujar Danny. Apalagi jika hal tersebut terjadi karena lempeng-lempeng yang bertumbukan selama ini mengumpulkan energi dalam waktu lama.}
 
Setelah gempa Pangandaran yang disertai tsunami, berturutan helikopter dan pesawat latih cessna jatuh. Sebelumnya juga telah terlihat awan vertikal yang cukup menghebohkan (beberapa pihak mengatakan bahwa awan vertikal bukanlah pertanda gempa, tetapi setelah gempa pangandaran apakah pertanda2 tersebut akan diabaikan lagi).
 
Bagaimanakah helikopter dan pesawat itu bisa jatuh ??
 
Memang sulit untuk menjawab, apalagi bukanlah pihak yg berwenang untuk menjawab (yah ... tinggal tunggu black box).
 
Bagaimanakah awan vertikal dapat terjadi (awan vertikal pernah terlihat sebelum gempa di jepang) ??
 
Banyak pihak yang meyakini bahwa awan vertikal terbentuk karena awan tersebut 'tertarik' oleh suatu kekuatan 'Elektromagnetis' yang terbentuk karena akan adanya gempa.
 
Seperti kita ketahui bahwa baik pesawat maupun helikopter, untuk dapat terbang sangat bergantung dengan sistem navigasi. Padahal sistem navigasi ini sangat peka terhadap gelombang2 'elektromagnetis' (Pada hewan kelelawar yang menggunakan 'sistem navigasi' untuk terbang, apabila sistem ini kita sengaja ganggu maka kelelawar tsb tidak dapat terbang dengan baik bahkan menabrak).
 
Setelah awan yang tertarik oleh pancaran gelombang ini sehingga membentuk awan vertikal, sangat mungkin helikopter dan pesawat tersebut mengalami hal yang sama, sistem navigasi yang kacau oleh suatu gelombang yang tidak dapat kita rasakan. Mengapa helikopter dan pesawat itu ?? helikopter dan pesawat yang jatuh berjenis helikopter dan pesawat terbang 'latih' yang berguna untuk memberikan pelatihan, sehingga akan terbang dengan ketinggian yang rendah, dimana dalam ketinggian yang rendah (dan tentunya tepat pada titik2 pancaran kuat dari gelombang tersebut) sehingga sistem navigasi dapat dengan mudah menjadi kacau, hal ini tentu berbeda dengan pesawat dan helikopter komersil yang akan terbang dengan ketinggian yang cukup bahkan lebih dan melewati rute2 yang telah ditentukan (dan aman) sebelumnya.
 
Mengapa kendaraan darat di sekitar tempat kejadian tidak mengalami gangguan ??
kendaraan darat baik terutama mobil dan sepeda motor tidaklah membutuhkan sistem navigasi untuk dapat beroperasi, dan kekuatan gelombang yang ada tidaklah berpengaruh pada sistem mesin kendaraan tersebut (walaupun kendaraan tsb menerapkan sistem injeksi sekalipun, seandainya kalaupun ada gangguan ringan pada kendaraan di daerah tsb yg sedang beroperasi pasti si pemilik kendaraan tidak akan memperhatikan walaupun memberikan gangguan yg parah misalnya mogok pasti hanya akan di bawa ke bengkel), karena kita juga tidak tahu gelombang tersebut merupakan gelombang elektromagnetis atau bukan. sehingga gelombang tersebut juga tidak berpengaruh pada gelombang yang lain misalnya radio maupun televisi dan juga lampu neon.
 
Sesungguhnya ini semua pertanda akan ada Pelajaran Yang Lebih Besar.
Seandainya awan vertikal (sebagai titik gelombang pertama) kemudian terjadi gempa dan tsunami di laut selatan jawa, kemudian helikopter jatuh di tangerang (sebagai titik gelombang ke dua), dan diikuti pesawat jatuh di semarang (sebagai titik gelombang ke tiga) maka kemanakah akhir dari rambatan gelombang ini yang menuju ke arah timur ??
(siklus bencana dan kecelakaan pesawat dan helikopter yang berulang sesuai dengan artikel dalam milis ini, silahkan anda baca lagi)
 
Apakah setelah gempa, perlu adanya ruwatan tolak bala ??
 
Seperti di beritakan di beberapa media Tv bahwa setelah gempa dan tsunami di laut selatan, masyarakat melaksanakan upacara ruwatan tolak bala. Padahal kita tahu setiap terjadi bencana masyarakat selalu mengadakan upacara ruwatan tolak bala (baik muslim maupun non muslim) tetapi bencana selalu datang kembali. Apakah ada yang salah dlm pelaksanaan ruwatan tersebut ?? bukan salah dalam pelaksanaannya tetapi upacara tersebutlah yang harus di hilangkan, yang mengaburkan nilai2 Tauhid dan Agama. Bencana di Laut selatan jawa bukanlah karena kemurkaan 'penunggunya'. karena setelah berkali-kali ruwatan tetaplah ada bencana di sana, jikalau bencana itu datangnya dari ALLAH tentu sangat aneh memohon pengampunan dengan ruwatan2 tsb (yg mengakibatkan bencana tidak akan selasai). maka dari itu mari kita kembalikan nilai2 Tauhid dan Agama di jalan yang benar.
 
Berikut adalah suatu gambaran kisah lucu dari masyarakat kita
 
Suatu ketika terjadi kecelakaan mobil di perlintasan Kereta api yg tak berpintu, banyak penduduk yang meyakini bahwa perlintasan tersebut memang ada penghuninya, karena seringnya terjadi kecelakaan tersebut. Takut terjadi hal2 yang tidak diinginkan maka warga yang tinggal bedekatan dengan perlintasan tersebut dan dibantu perangkat RT melakukan upacara ruwatan tolak bala. Tetapi tetap terjadi kecelakaan di perlintasan tersebut. Hingga beredar isu bahwa penunggunya murka dan akan menghantui seluruh warga di sekitar situ, sehingga masyarakat melakukan ritual yg lebih besar lagi.
 
Dalam ilmu fisika bahwa gesekan antar logam dapat menimbulkan medan magnet. Dan medan magnet dapat menggangu sistem mesin kendaraan terutama kendaraan beroda empat (dan lebih2 yang menggunakan sistem injeksi/EFI) sehingga mesin dapat mati mendadak. Fenomena ini sering terjadi pada perlintasan kereta api tak berpintu yang akan di lewati kereta Api dalam beberapa detik (gesekan sejumlah N roda kereta api dengan rel kereta api dalam frekuensi putaran roda kereta api f/detik akan menimbulkan medan magnet di sekitar rel kereta api selama s detik waktu tempuh kereta tersebut) dan pada saat yang bersamaan ketika sebuah mesin mobil yang sedang bekerja tepat berada diatas rel yang telah terinduksi medan magnet, maka sistem pengapian dan sistem injeksi akan bekerja abnormal ataupun mati. tentu langkah utama pencegahan adalah memberikan pintu pada perlintasan kereta api tsb, kalau masih ada kecelakaan pasti karena pintu telat ditutup ataupun menerobos ketika kereta api mau lewat. sehingga tidaklah perlu meruwat ataupun mengadakan upacara tolak bala, apalagi mbah2 sampai semedi untuk meredakan kemarahan sang penghuni dan menjadi juru kunci perlintasan tersebut.


Apakah Anda Yahoo!?
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

Kirim email ke