Tanggal: Rab 19 Jul 2006 03:36
Dari: kartika dewi  

  Pertolongan Anak terhadap Ortu di akhirat
  

  Menurut Hadits Qudsi:
  Allah SWT berfirman pada harui kiamat kepada anak-anak:
  "Masuklah kalian ke dalam surga!"
  Anak-anak itu berkata: "Ya Rabbi (kami menunggu) hingga ayah ibu kami 
masuk."
  Lalu mereka mendekati pintu syurga! tapi tidak mau masuk ke dalamnya. Allah 
berfirman lagi: "Mengapa, Aku lihat mereka enggan masuk? Masuklah kalian 
kedalam surga!"
  Mereka menjawab: "Tetapi (bagaimana) orang tua kami?" Allah pun berfirman: 
"Masuklah kalian ke dalam syurga bersama orang tua kalian."
  (Hadits Qudsi Riwayat Ahmad dari Syurahbil bin Syua'ah yang bersumber dari 
sahabat Nabi SAW)
  

  Istilah "al-wildan" dalam Hadits Qudsi diatas adalah kata jama', mufradnya 
(kata tunggalnya) adalah "al-walid", artinya anak yang baru dilahirkan, yaitu 
bayi atau anak kecil yang belum akil baligh. Jadi maksudnya ialah anak kecil 
yang meninggal dunia. Hal itu diterangkan dalam Hadits lain yang diriwayatkan 
Ibnul-Atsir sebagai berikut:
  "Anak kecil (yakni yang meninggal dunia selagi kanak-kanak atau keguguran), 
masuk syurga."
  

  Maksud hadits diatas, termasuk salah satu di antara rentetan peristiwa yang 
terjadi pada hari kiamat di padang masyar. Gambaran ringkas dari 
peristiwa-peristiwa itu adalah sebagai berikut:
  1. Setiap orang dibangkitkan dari kuburannya masing-masing
  2. Masing-masing digiringkan oleh malaikat Zabaniah kepadang Masyar. Setelah 
itu mereka dikelilingi oleh hewan-hewan dan apa saja yang ada sangkut pautnya 
dengan mereka. Juga dikelilingi oleh malaikat langit masing-masing tingkatan.
  3. Matahari diciptakan kembali dan diletakkan di atas mereka pada jarak satu 
mil, sehingga mereka selain berdesak-desakan dn berjubel-jubel (kaki diinjak 
oleh seribu kaki-kaki diatasnya), juga dibakar oleh panasnya matahari, 
berkeringat, lapar, haus dahaga tidak terperikan siksanya.
  4. Ketika mereka mengalami lapar dan haus itulah anak-anak yang tadinya 
meninggal selagi masih kecil dan dilepas oleh orang tuanya dengan sabar dan 
tawakal, datang kepada orang tuanya masing-masing dengan membawa segelas air 
untuk diminum, dan apabila sudah diminum, tidak akan lapar dan dahaga lagi 
selama di alam Masyar itu. Demikian menurut beberapa Hadits.
  5. Mulai hisab dengan menerima buku catatan harian masing-masing yang selama 
hidupnya dicatat oleh malaikat Raqib dan Atid.
  6. Dilakukan mizan (penilaian timbangan) terhadap segala macam amalan setiap 
orang, kecuali orang-orang masuk surga tanpa hisab.
  7. Meniti shirat yang harus dilalui oleh keseluruhan yang ada di padang 
Masyar itu. Meniti shirat yang kedua bagi mereka yang telah selamat meniti 
shirat yang pertama.
  8. Mana yang sudah bersih benar baru diidzinkan masuk syurga.
  
  Pada saat itulah Allah memerintahkan kepada anak-anak (yang tadinya 
meninggal dunia selagi belum akil baligh) untuk memasuki surga. Tetapi mereka 
memohon syafa'at (pertolongan) kepada Allah agar kiranya dapat masuk surga 
bersama orang tua mereka. Memang mereka juga penuhi perintah Allah, untuk 
datang mendekati pintu syurga, tapi masih belum mau memasukinya, sehingga 
Allah Yang Maha Mengetahui bertanya lagi: "Mengapa Aku lihat anak-anak itu 
masih saja belum masuk syurga? Masuklah kalian ke dalam syurga itu". Pada 
saat itu mereka mengulangi permohonannya bagi orang tua mereka. "Kami belum 
mau masuk, sebelum orang tua kami yang menjadi asal pokok kami, dan ibu-ibu 
kami yang telah mengandung kami sembilan bulan dan kemudian membesarkan kami 
masuk juga bersama kami".
  Demikianlah mereka berhenti dekat pintu surga, menunggu keputusan Allah SWT 
dengan penuh harapan. 
  Akhirnya putusan yang dinanti-nantikan itu datang dengan segera, dengan 
firman Allah Yang Maha Mengetahui: "Masuklah kalian ke dalam surga bersama 
orang tua kalian".
  Penegasan ini oleh Allah kira-kira dimaksudkan untuk menampakkan betapa 
besar keutamaan anak-anak dan betapa besar pula pengaruh ridla qadla' dan 
qadar Allah, sabar dan puji syukur kehadirat Nya.
  

  (Sumber: Hadits Qudsi, KH.M. Ali Usman dkk, CV. Diponegoro Bandung, 1984)


  Menurut Hadits Qudsi:
  Allah SWT berfirman pada harui kiamat kepada anak-anak:
  "Masuklah kalian ke dalam surga!"
  Anak-anak itu berkata: "Ya Rabbi (kami menunggu) hingga ayah ibu kami 
masuk."
  Lalu mereka mendekati pintu syurga! tapi tidak mau masuk ke dalamnya. Allah 
berfirman lagi: "Mengapa, Aku lihat mereka enggan masuk? Masuklah kalian 
kedalam surga!"
  Mereka menjawab: "Tetapi (bagaimana) orang tua kami?" Allah pun berfirman: 
"Masuklah kalian ke dalam syurga bersama orang tua kalian."
  (Hadits Qudsi Riwayat Ahmad dari Syurahbil bin Syua'ah yang bersumber dari 
sahabat Nabi SAW)
  

  Istilah "al-wildan" dalam Hadits Qudsi diatas adalah kata jama', mufradnya 
(kata tunggalnya) adalah "al-walid", artinya anak yang baru dilahirkan, yaitu 
bayi atau anak kecil yang belum akil baligh. Jadi maksudnya ialah anak kecil 
yang meninggal dunia. Hal itu diterangkan dalam Hadits lain yang diriwayatkan 
Ibnul-Atsir sebagai berikut:
  "Anak kecil (yakni yang meninggal dunia selagi kanak-kanak atau keguguran), 
masuk syurga."
  

  Maksud hadits diatas, termasuk salah satu di antara rentetan peristiwa yang 
terjadi pada hari kiamat di padang masyar. Gambaran ringkas dari 
peristiwa-peristiwa itu adalah sebagai berikut:
  1. Setiap orang dibangkitkan dari kuburannya masing-masing
  2. Masing-masing digiringkan oleh malaikat Zabaniah kepadang Masyar. Setelah 
itu mereka dikelilingi oleh hewan-hewan dan apa saja yang ada sangkut pautnya 
dengan mereka. Juga dikelilingi oleh malaikat langit masing-masing tingkatan.
  3. Matahari diciptakan kembali dan diletakkan di atas mereka pada jarak satu 
mil, sehingga mereka selain berdesak-desakan dn berjubel-jubel (kaki diinjak 
oleh seribu kaki-kaki diatasnya), juga dibakar oleh panasnya matahari, 
berkeringat, lapar, haus dahaga tidak terperikan siksanya.
  4. Ketika mereka mengalami lapar dan haus itulah anak-anak yang tadinya 
meninggal selagi masih kecil dan dilepas oleh orang tuanya dengan sabar dan 
tawakal, datang kepada orang tuanya masing-masing dengan membawa segelas air 
untuk diminum, dan apabila sudah diminum, tidak akan lapar dan dahaga lagi 
selama di alam Masyar itu. Demikian menurut beberapa Hadits.
  5. Mulai hisab dengan menerima buku catatan harian masing-masing yang selama 
hidupnya dicatat oleh malaikat Raqib dan Atid.
  6. Dilakukan mizan (penilaian timbangan) terhadap segala macam amalan setiap 
orang, kecuali orang-orang masuk surga tanpa hisab.
  7. Meniti shirat yang harus dilalui oleh keseluruhan yang ada di padang 
Masyar itu. Meniti shirat yang kedua bagi mereka yang telah selamat meniti 
shirat yang pertama.
  8. Mana yang sudah bersih benar baru diidzinkan masuk syurga.
  
  Pada saat itulah Allah memerintahkan kepada anak-anak (yang tadinya 
meninggal dunia selagi belum akil baligh) untuk memasuki surga. Tetapi mereka 
memohon syafa'at (pertolongan) kepada Allah agar kiranya dapat masuk surga 
bersama orang tua mereka. Memang mereka juga penuhi perintah Allah, untuk 
datang mendekati pintu syurga, tapi masih belum mau memasukinya, sehingga 
Allah Yang Maha Mengetahui bertanya lagi: "Mengapa Aku lihat anak-anak itu 
masih saja belum masuk syurga? Masuklah kalian ke dalam syurga itu". Pada 
saat itu mereka mengulangi permohonannya bagi orang tua mereka. "Kami belum 
mau masuk, sebelum orang tua kami yang menjadi asal pokok kami, dan ibu-ibu 
kami yang telah mengandung kami sembilan bulan dan kemudian membesarkan kami 
masuk juga bersama kami".
  Demikianlah mereka berhenti dekat pintu surga, menunggu keputusan Allah SWT 
dengan penuh harapan. 
  Akhirnya putusan yang dinanti-nantikan itu datang dengan segera, dengan 
firman Allah Yang Maha Mengetahui: "Masuklah kalian ke dalam surga bersama 
orang tua kalian".
  Penegasan ini oleh Allah kira-kira dimaksudkan untuk menampakkan betapa 
besar keutamaan anak-anak dan betapa besar pula pengaruh ridla qadla' dan 
qadar Allah, sabar dan puji syukur kehadirat Nya.
  

  (Sumber: Hadits Qudsi, KH.M. Ali Usman dkk, CV. Diponegoro Bandung, 1984)





******************************************************
Milis Filsafat
Posting     : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website     : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke