----------  Forwarded Message  ----------

Subject: [daarut-tauhiid] Hikmah Di Balik Perintah Shalat
Date: Wdnesday 19 July 2006 10:29
From: Wahyu Hadi <[EMAIL PROTECTED]>
To: Darut Tauhid <[email protected]>

Assalamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarakatuh
Semoga Netters Syiar al-Sofwa senantiasa dalam lindungan Allah Ta'ala


Hikmah Di Balik Perintah Shalat
http://www.alsofwah.or.id/?pilih==lihatannur&id=51

Sesungguhnya hikmah di balik perintah shalat, demikian pula hikmah di balik
 larangan meninggalkannya banyak sekali, namun karena keterbatasan ruang,
 kita akan menyinggung sebagian saja darinya . Di antara hikmah di balik
 perintah shalat yaitu:

1. Shalat merupakan Rukun Islam Teragung setelah Dua Kalimat Syahadat
 (asy-Syahadatain).

Di dalam sebuah hadits, Nabi shallallahu ‘alihi wasallam bersabda,
"Islam dibangun di atas lima hal; Persaksian bahwa tiada Tuhan -yang haq
 disembah- selain Allah dan Muhammad adalah Rasulullah; Mendirikan Shalat;
 Membayar zakat; Mengerjakan haji ke Baitullah dan berpuasa
 Ramadhan.��&#65533; (Muttafaqun 'alaih)

Dari Abu Sa'id al-Khudry radhiyallahu ‘anhu bahwasanya tatkala Rasulullah
 shallallahu ‘alihi wasallam membagi-bagikan harta rampasan perang, ada
 seorang laki-laki berkata kepada beliau, "Wahai Rasulullah, bertaqwalah
 engkau kepada Allah." Lalu beliau menjawab, "Celakalah engkau, bukankah aku
 adalah penduduk bumi yang paling berhak untuk bertakwa kepada Allah.?" Maka,
 Khalid bin al-Walid zpun berkata, "Biar aku penggal saja lehernya, wahai
 Rasulullah!" Beliau menjawab, "Tidak, semoga saja ia kelak melaksanakan
 shalat." (Muttafaqun 'alaih)

2. Shalat adalah Kembaran Semua Kewajiban Dan Rukun-Rukun.

Shalat merupakan ibadah yang paling banyak disebut di dalam al-Qur'an.
 Terkadang disebut secara khusus (tersendiri), seperti firman-Nya, artinya,
 "Dan dirikanlah shalat itu pada kedua tepi siang (pagi dan sore) dan pada
 bahagian permulaan malam." (Hûd:114)

Terkadang disebut berurutan dengan sabar, seperti firman-Nya, artinya,
"Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan
 sabar dan shalat." (al-Baqarah:153). Terkadang disebut berurutan dengan
 zakat seperti firman-Nya, "Dan dirikanlah shalat serta bayarlah zakat.", dan
 banyak lagi contoh lainnya.

Dari 'Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alihi
 wasallam bersabda, "Tiga hal yang aku bersumpah atasnya, (agar) Allah tidak
 menjadikan siapa saja yang memiliki bagian (saham) dalam Islam, sama seperti
 orang yang tidak memilikinya. Dan saham-saham Islam itu ada tiga: shalat,
 puasa dan zakat." (Hadits Shahih)

Allah subhanahu wata’ala tidak menyebutkan shalat yang digandengkan dengan
 kewajiban-kewajiban lainnya melainkan Dia mendahulukan shalat atas
 selainnya. Misalnya, shalat disebutkan di dalam pembukaan amal-amal
 kebajikan dan penutupnya sebagaimana dapat kita lihat pada awal surat
 al-Mu'minun dan al-Ma'arij.

3. Shalat merupakan Induk Semua Ibadah.

Seorang hamba diperintahkan agar meresapi dan khusyu’ dalam shalatnya baik
 secara lahiriah maupun batin dan membuat hati, lisan dan seluruh anggota
 badannya larut di dalamnya. Hal ini sebagaimana firman Allah subhanahu
 wata’ala, "Dan berdirilah karena Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu'."
 (al-Baqarah:238)

Nabi shallallahu ‘alihi wasallam bersabda, "Sesungguhnya di dalam shalat itu
 terdapat kesibukan." (Muttafaqun 'alaih)

Artinya, seorang yang sedang melakukan shalat dilarang makan, minum, menoleh
 dan banyak bergerak. Ini tentunya berbeda dengan ibadah-ibadah lain selain
 shalat yang hanya diwajibkan atas sebagian anggota badan saja. Orang yang
 berpuasa misalnya, masih boleh untuk berbicara, seorang mujahid masih boleh
 menoleh-noleh dan berbicara, seorang yang melakukan haji masih boleh makan
 dan minum namun shalat tidak demikian. Di dalamnya terdapat berbagai jenis
 bentuk ibadah yang lengkap; ibadah hati, akal, badan dan lisan. Ibadah lisan
 tercermin pada ucapan syahadatain, takbir, ta'awwudz, basmalah, bacaan
 al-Qur'an, tasbih, tahmid, istighfar dan doa-doa. Ibadah anggota badan
 terefleksi pada aktivitas berdiri, ruku', sujud, i'tidal (bangun dari
 ruku'), turun untuk sujud, mengangkat tangan dan duduk. Ibadah akal
 terefleksi pada aktivitas berfikir, merenungi (tadabbur) dan memahami.
 Sedangkan ibadah hati terefleksi pada kekhusyu'an, rasa takut, rasa ingin
 mendapat pahala, kenikmatan, ketundukan dan tangis (karena rasa takut kepada
 Allah subhanahu wata’ala).

4. Shalat merupakan Wasiat Terakhir Rasulullah shallallahu ‘alihi wasallam .

Dalam detik-detik terakhir keberadaannya di alam fana' ini dan di saat-saat
 menghadapi sakaratul maut, Rasulullah hanya berwasiat tentang shalat dan
 masalah budak saja. Hal ini sebagaimana dalam hadits shahih yang
 diriwayatkan dari 'Ali radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, "Adalah kata
 terakhir Rasulullah shallallahu ‘alihi wasallam, 'Dirikanlah Shalat,
 Dirikanlah shalat. Takutlah kamu kepada Allah terhadap para budak kamu."

5. Shalat merupakan Cermin Amalan Seorang Muslim dan Neraca Seberapa Agung
 ad-Dien di Hati Seorang Mukmin.

Shalat merupakan neraca yang melaluinya manusia mengukur seluruh amalannya;
 apakah bertambah atau berkurang sebagaimana halnya alat periksa yang
 digunakan seorang dokter untuk memonitor tekanan darah pasiennya.

Dari Anas radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Nabi shallallahu ‘alihi wasallam
 bersabda, "Hal pertama yang akan dihisab (diperhitungkan) terhadap seorang
 hamba pada hari Kiamat kelak adalah shalat; bila ia baik (layak) maka akan
 baiklah seluruh amalannya dan bila ia rusak, maka akan rusaklah seluruh
 amalannya."

Sebelum penilaian sisi keunggulan dilakukan terhadap hal-hal lain seperti
 dalam keilmuan dan kecerdasan, maka hal paling pertama yang dijadikan tolok
 ukur keunggulan antar sesama manusia adalah kondisi shalatnya. Inilah tolok
 ukur yang benar dan dengannya seseorang dinilai tingkat keberagamaan dan
 kedudukannya dalam Islam.

Sesungguhnya setiap orang yang menganggap ringan dan meremehkan shalat, maka
 pasti ia juga menganggap ringan dan meremehkan dien al-Islam, sebab ukuran
 seseorang dalam Islam itu disesuaikan dengan ukuran dari shalatnya. Bila
 anda ingin mengetahui kadar keinginan anda terhadap Islam, maka periksalah
 keinginan shalat anda sebab kadar keislaman di hati anda adalah seukuran
 kadar shalat yang ada di dalamnya. Bila anda ingin mengukur keimanan seorang
 hamba, maka lihatlah seberapa besar ia mengagungkan shalat.

Rasulullah shallallahu ‘alihi wasallam bersabda dalam sebuah hadits Hasan,
"Siapa saja yang ingin mengetahui apa yang didapatkannya di sisi Allah, maka
 hendaklah ia melihat seberapa besar (kewajiban) terhadap Allah mendapat
 perhatiannya."

Al-Hasan al-Bashri berkata, "Wahai Anak Adam, apa lagi yang kau banggakan
 dari agamamu bila shalat telah kau remehkan."

6. Shalat merupakan Keterbebasan dari Kemunafikan.

Dalam hal ini, Rasulullah shallallahu ‘alihi wasallam bersabda,
"Barangsiapa yang mendirikan shalat sebanyak 40 hari secara berjama'ah, ia
 (selalu) mendapatkan takbir pertama, niscaya akan dicatat baginya dua
 keterbebasan: keterbebasan dari api neraka dan keterbebasan dari
 kemunafikan." (Hadits Hasan)

7. Shalat merupakan Cahaya, Bukti (Hujjah) dan Kecemerlangan.

Shalat merupakan cahaya yang menghilangkan tindakan aniaya dan kebatilan. Ia
 memancarkan cahaya, menjadikan elok dan kecemerlangan bagi pelakunya
 -sebagaimana yang dapat dirasakan sendiri oleh kita- serta menyinari kuburan
 pelakunya. Hal ini sebagaimana yang dikatakan Abu ad-Dardâ' radhiyallahu
 ‘anhu, "Shalatlah kamu dua raka'at di kegelapan malam untuk (menyinari)
 kegelapan kuburanmu." Demikian juga, ia akan berkelap-kelip kelak di hari
 Kiamat yang memancar dari jidat pelakunya. Rasulullah shallallahu ‘alihi
 wasallam bersabda, "Shalat itu adalah nur (cahaya)." (HR.Muslim)

Dalam sabdanya yang lain, ��&#65533;Shalat itu adalah bukti (Hujjah)."
 Yakni bukti bagi keimanan pelakunya.

8. Shalat merupakan Anugrah Rabbani.

Shalat memiliki keistimewaan tak terhingga atas ibadah wajib lainnya, sebab
 Allah subhanahu wata’ala sendiri yang telah mewajibkannya karena
 mengagungkan kedudukannya. Lalu, Rasulullah shallallahu ‘alihi wasallam
 sendiri pula yang langsung menerima perintah tersebut dari Allah subhanahu
 wata’ala tanpa perantara, yakni pada malam Isra'. Karena itu, ia adalah
 anugrah Rabbani yang dianugrahkan-Nya kepada Nabi dan kekasih-Nya, Muhammad
 shallallahu ‘alihi wasallam pada malam yang begitu agung sebagai bentuk
 imbalan kepada beliau atas ibadahnya yang tulus kepada Rabbnya.

Sumber: “Ash-Shalâh, Limadza?��&#65533;[i/] Muhammad bin Ahmad al-Miqdam,
 Dâr Thayyibah, Mekkah al-Mukarramah, Cet.II, 1415 H. (Abu Hafshoh)


Netter Al-Sofwa yang dimuliakan Allah Ta'ala, Menyampaikan Kebenaran adalah
 kewajiban setiap Muslim. Kesempatan kita saat ini untuk berdakwah adalah
 dengan menyampaikan buletin ini kepada saudara-saudara kita yang belum
 mengetahuinya. Semoga Allah Ta'ala Membalas 'Amal Ibadah Kita. Aamiin

Waassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakatuh
---------------------------------------------------------------------
YAYASAN AL-SOFWA
Jl.Raya Lenteng Agung Barat No.35 PostCode:12810
Jakarta Selatan - Indonesia
Phone: 62-21-78836327. Fax: 62-21-78836326.
e-mail: info @alsofwah.or.id
website: www.alsofwah.or.id
Belanja online Produk Islami :  http://kios.alsofwah.or.id
Rekening Donasi : Bank Muamalat Indonesia - Cabang Fatmawati No.Rek. 304.
 001.8515  an. SIWAKZ - Yayasan Al-Sofwa (isi berita : Website) Artikel yang
 dimuat di situs ini boleh di copy & diperbanyak dengan syarat mencantumkan
 sumber: alsofwah.or.id serta tidak untuk komersil. "Bersama Al-Sofwah
 Menapak Jalan Dakwah Salafusshalih"






===================================================================
        Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
===================================================================
Yahoo! Groups Links




-------------------------------------------------------





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Great things are happening at Yahoo! Groups.  See the new email design.
http://us.click.yahoo.com/TISQkA/hOaOAA/yQLSAA/pyIolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

******************************************************
Milis Filsafat
Posting     : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website     : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke