TOPIK: Larangan Mendoakan orang Musyrik
 http://groups.google.co.id/group/myquran/browse_thread/thread/6251c3dcddc213b8
==============================================================================

== 1 dari 3 ==
Tanggal: Sel 25 Jul 2006 16:58
 Dari: kartika dewi  
 

   
  "Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman untuk memintakan 
ampunan (kepada Allah), bagi orang-orang yang musyrik, walaupun orang-orang 
musyrik itu adalah kaum kerabat (nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya 
orang musyrik itu, adalah isi neraka jahanam."
  (QS Al Bara'ah (9) : 113) 
  
   
  Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa Abu Thalib hampir menghembuskan 
nafasnya yang terakhir datanglah Rasulullah SAW kepadanya dan didapatinya Abu 
Jahl bin Abdullah bin Abi Umayyah berada di sisinya. Bersabda Nabi SAW, 
"Wahai pamanku! Ucapkanlah 'LA ILAHA ILLALLAH'"
   
  Berkata Abu Jahl bin Abdullah, "Hai Abu Thalib, apakah engkau benci kepada 
agama Abdul Muthalib?". Kedua orang itu tidak henti-hentinya membujuk Abu 
Thalib sehingga kalimat yang terakhir yang diucapkan sesuai dengan agama 
Abdul Mutthalib. Bersabda Nabi Muhammad SAW "Aku akan memintakan ampun untuk 
pamanda selagi aku tidak dilarang berbuat demikian". Maka turunlah ayat 
diatas (QS 9: 113) sebagai larangan untuk memintakan ampun bagi kaum 
musyrikin. Ayat lain yang diturunkan berkenaan dengan usaha Nabi untuk 
mengislamkan Abu Thalib ialah (QS 28: 56) yang menegaskan Nabi tidak dapat 
memberikan petunjuk kepada yang ia sayangi selagi tidak diberi petunjuk oleh 
Allah. (Diriwayatkan oleh Al Bukhari, Muslim dari Sa'id bin AlMusayyab yang 
bersumber dari Bapaknya. Menurut dhahirnya ayat ini diturunkan di Mekkah)
   
  Dalam Riwayat lain dikemukakan bahwa Ali Bin Abi Thalib mendengar seorang 
laki-laki sedang memintakan ampun kepada Allah bagi kedua ibu-bapaknya yang 
musyrik. Ali bertanya kepadanya: "Apakah engkau memintakan ampun bagi kedua 
orang tuamu yang musyrik?" Ia pun menjawab: "Ibrahim telah memintakan ampun 
bagi bapaknya yang musyrik". Hal ini disampaikan oleh Ali kepada Rasulullah 
SAW. Maka turunlah ayat diatas (QS 9:113) yang melarang kaum mukminin 
memintakan ampun bagi kaum musyrik.
  (Diriwayatkan oleh at Tirmidzi dan al Hakim yang bersumber dari Ali bin Abi 
Thalib, hadits ini hasan menurut at Tirmidzi)
   
  Dalam suatu riwayat juga dikemukakan bahwa pada suatu hari Rasulullah pernah 
pergi ke kuburan dan duduk di sisi sebuah kubur, serta berdo'a di sana lama 
sekali kemudian menangis. dan Ibnu Mas'ud pun jadi menangis, karena 
tangisannya itu. Rasulullah bersabda: "Kuburan yang aku duduki sisinya itu 
adalah kuburan ibuku, dan aku minta izin kepada Tuhanku untuk mendo'akannya 
namun Allah tidak memberi izin kepadaku". Permohonan Rasulullah itu dijawab 
dengan turunnya ayat diatas (QS 9: 113) yang melarang kaum mukminin 
memintakan ampun bagi kaum musyrikin. (Diriwayatkan al Hakim dan al Baihaqi 
di dalam kitab ad Dalail dan lain-lainnya yang bersumber dari Ibnu Mas'ud)
   
  Beberapa riwayat diatas menggambarkan sebab-sebab turunnya Surat Al Bara'ah 
(9) ayat 113 yang pada intinya berisikan larangan dari Allah bagi kaum mukmin 
yang akan memintakan ampun bagi kaum musyrikin. Semoga bermanfaat.
   
  (Sumber: Asbabun Nuzul, KH Qamaruddin Shaleh dkk, CV Diponegoro, Bandung)






******************************************************
Milis Filsafat
Posting     : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website     : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke