Studi tentang prinsip-prinsip Cara Integral membimbing kita untuk 
mempelajari seni akupuntur. Kalau sudah memahami bahwa proses spiritual 
mengharmoniskan dan memperbaiki energi spiritual, fisik, dan mental, kita 
perlu mengetahui mekanisme sistem energi dan cara kerjanya di dalam tubuh. 
Kita juga perlu memahami bahwa pengetahuan tentang kesatuan tubuh, pikiran, 
dan jiwa tidak diperoleh dengan membedah dan mengamati tubuh sebagaimana 
yang dilakukan dalam praktek riset medis. Orang berbatin sehat di masa lalu 
secara megagumkan meggunakan kemampuan penglihatan mental dan mencoba 
mengenal sirkulasi energi di salurannya dalam tubuh manusia. Walaupun kita 
tidak tertarik pada evolusi spiritual, pemahaman atas prinsip energi tetap 
saja penting untuk menjaga keseimbagan dan kesehatan baik fisik maupun 
mental.

Akupuntur, salah satu bidang penyembuhan integral, adalah ilmu yang 
berkaitan dengan pemrosesan, penyimpanan, distribusi, pengaktifan energi 
vital di dalam tubuh manusia, dan pengaitan energi dengan energi alam 
semesta. Akupuntur mempengaruhi sirkulasi energi dalam diri manusia agar 
menjadi halus. Orang berbatin sehat di zama dulu menemukan bahwa ada 
manifestasi energi halus yang beredar melalui organ-organ dan daging, yang 
pada akhirnya menembus tiap jaringan dan sel tubuh. Nama yang diberikan 
untuk energi ini adalah Chi. Chi diterjemahkan sebagai 'energi vital' atau 
'kekuatan hidup'. Manusia merupakan perwujudan dari semua energi alam 
semesta, termasuk energi matahari, bulan, bintang, dan bumi.

Selama ribuan tahun, orang-orang berbatin sehat mencoba memahami kesatuan 
dan keterkaitan antara manusia dan alam. Energi yang diwujudkan manusia, dan 
yang diwujudkan semsta tunduk pada hukum alam yang sama. Karenanya, 
prinsip-prinsip yin dan yang serta lima fase evolusi energi berlaku untuk 
tubuh manusia, seperti juga untuk tubuh semesta.

Lima fase evolusi energi berhubungan dengan organ-organ internal: kayu 
mempengaruhi hati dan kantung empedu: api mempengaruhi jantung, usus kecil, 
perikardium, dan jaringan lemak; bumi mempengaruhi limpa, pankreas, dan 
lambung; logam mempengaruhi paru-paru dan usus besar; dan air mempengaruhi 
ginjal dan empedu. Iklim pada empat musim, termasuk angin, hujan, petir, 
guntur, dan embun, juga perwujudan dari energi Yin-Yang. Semua trasformasi 
energi berinteraksi di dalam diri manusia, menghasilkan tubuh, pikiran, dan 
jiwa dengan segala ekspresinya.

SALURAN ENERGI

Energi organisme manusia memiliki jalan dan arah, yang menentukan perilaku 
manusia. Energi bersirkulasi seperti juga darah dan cairan limpa. 
Orang-orang yang berbatin sehat mengamati bahwa sakit di dalam tubuh akan 
hilang kalau pengobatannya manjur. Mereka juga memperhatikan bahwa 
perangsang dan obat penenang berefek pada organ-organ tubuh. Obat penenang 
yang diarahkan pada titik di lutut dapat mempengaruhi wajah, sedangkan yang 
diarahkan pada titik di ibu jari dapat mempengaruhi paru-paru dan 
kerongkongan.

Melewati masa observasi yang lama serta pegalaman penyembuhan dan respons, 
titik-titik sensitif pada tubuh dirumuskan. titik-titik sensitif ini 
digolongkan ke dalam duabelas kelompok tama dan dua kelompok penunjang. 
Semua titik dapat dihubungkan dengan sebuah garis yang menjadi jalur energi 
tubuh. Hasil akhir observasi disimpulkan melewati masa ribuan tahun. 
Hasilnya: ada jalur-jalur transmisi energi yang tidak hanya menghubungkan 
semua organ tubuh, tetapi juga menghubungkan semua organ di luar tubuh 
dengan di dalam tubuh.

Pendeteksian jalur-jalur energi diibaratkan sebagai usaha menemukan sumber 
air dengan "menusuk-nusuk" tanah. Titik-titik sensitif menyediakan data 
berguna, yang kemudian menghasilkan teori tentang adanya jalur energi 
tersebut. Pertemuan jalur energi, disisi lain, sebenarnya juga bisa 
dikatakan sebagai spekulasi, namun yang bersifat sistematis. Jalur-jalur 
yang mengedarkan energi itu muncul di kulit dan di dalam tubuh, melewati 
organ-organ. Pemetaan atas jalur energi memang dilakukan di masa prasejarah. 
Meskipun demikian, hingga saat ini tak ada penemuan fisiologi lain yang bisa 
menandingi pemetaan jalur energi itu. Guru-guru di masa silam menemukan 
bahwa jalur energi adalah jalur energi kosmis, dan jalur energi tidak hanya 
menghubungkan satu organ dengan organ lainnya, tetapi juga menghubungkan 
organ dengan alam semesta. Studi komunikasi internal dan eksternal serta 
keterkaitan antar organ ini bersasaran penyembuhan integral.

Di dalam tubuh ada tiga sirkulasi kekuatan hidup. Pertama, sirkulasi dalam 
atau sirkulasi inti yang berupa aliran energi ke seluruh organ-organ dalam. 
Kedua, sirkulasi luar yang berupa aliran energi di sekitar jaringan kulit. 
Ketiga, sirkulasi gabungan sirkulasi dalam dengan luar. Energi vital yang 
bersirkulasikan di dalam tubuh manusia dibangkitkan, disimpan, dan diedarkan 
oleh organ-organ dalam.

jalur-jalur sirkulasi energi di dalam organ dan antar organ tidak dapat 
terwujud begitu saja. Sirkulasi dalam dan sirkulasi gabungan tidak dapat 
berlangsung secara langsung karena keduanya dipengaruhi oleh titik-titik di 
permukaan tubuh. Dengan begitu, titik-titik penting dipermukaan tubuh 
(kulit) dicari. titik yang dapat menciptakan kekuatan hidup ini disebut 
titik-titik akupuntur -- disebut demikian karena menggunakan jarum yang 
ditusuk pada titik-titik di kulit.

Beberapa titik berfungsi mengontrol energi permukaan secara langsung; 
beberapa lainnya mempengaruhi energi inti secara tidak langsung; sisanya 
mempengaruhi sirkulasi gabungan agar dapat menciptakan energi cadangan. 
Dengan merangsang titik-titik di permukaan tubuh, ketidakseimbangan, 
kekurangan, kelebihan, kemacetan, dan kebocoran energi dapat dinormalkan.

Guru-guru mengadakan klasifikasi atas YiN-yANG berdasarkan polarisasi 
(pengtubuan) energi di dalam tubuh. Organ-organ pencernaan makanan, mulut, 
hidung, dan pelepasan dihubugkan oleh saluran Yang. Sementara itu, saluran 
Yin menghubungkan organ-organ yang aktif dalam transformasi dan penyimpanan 
energi. Kedua belas saluran utama berikut adalah saluran energi organ tubuh 
yang diklasifikasikan berdasarkan Yin-Yang dan lima fase evolusi energi.

paru-paru -- Yin, dipengaruhi logam
usus besar -- Yang, dipengaruhi logam
lambung -- Yang, dipengaruhi bumi
limpa -- Yin, dipengaruhi bumi
jantung -- Yin, dipengaruhi api
usus kecil -- Yang, dipengaruhi api
empedu -- Yang, dipengaruhi air
ginjal -- Yin, dipengaruhi air
perikardium -- Yin, dipengaruhi api
jaringan lemak -- Yang, dipengaruhi api
kantung empedu -- Yang, dipengaruhi kayu
hati -- Yin, dipengaruhi kayu

Arah aliran energi sangat peting. Normalnya, energi Yang mengalir ke atas, 
sedangkan energi Yin mengalir ke bawah. Aliran energi sepanjang saluran di 
permukaan kulit mudah digambarkan ketika posisi tubuh berdiri tegak lurus. 
Saluran Yin berada di bagian depan tubuh dan berpusat di dada, sdangkan 
saluran Yang berada di belakang. Semua saluran berjalin sedemikian rupa 
sehingga energi dapat mengalir secara konstan dan berkelanjutan.

Ada juga delapan saluran energi. Dua yang pokok adalah tu mo atau pembuluh 
yang mengontrol semua saluran Yang dan menjaga spiritualitas, dan jen mo 
yang mengontrol saluran Yin dan menjaga metabolisme.

Sirkulasi energi tidak hanya dilakukan jen mo dan tu mo. Enam saluran Yang, 
enam saluran Yin, dan delapan saluran energi ekstra membentuk jaringan. 
Penjelasan lengkap tentang saluran energi termuat di buku-buku akupuntur.

Tiap saluran mengalami pembesaran dan penyusutan selama 24 jam setiap hari. 
Setiap saluran dialiri paling banyak energi selama dua jam.

Tiga jenis aliran dikenal sebagai sirkulasi orbit kecil, sirkulasi orbit 
besar, dan sirkulasi delapan saluran energi ekstra.

PENYEMBUHAN INTEGRAL DAN HUKUM ALAM
Basis penyembuhan energi adalah hukum kosmis Yin-Yang. Kelangsungan hidup 
makhluk, keharmonisan individual, fenomena, dan sirkumstansi bergantung pada 
keseimbangan Yin-Yang. Menjaga keseimbangan menjadi fungsi lima fase evolusi 
energi. Jika lingkungan internal dan eksternal tak berubah, tak akan ada 
kebutuhan akan mekanisme pengatur. Hidup sendiri tidak statis, selalu ada 
perubahan dalam hidup. Polaritas energi juga berubah-ubah. Karenanya, harus 
ada sistem pengontrol yangtidak hanya menjaga keseimbangan polaritas energi, 
tetapi juga mengatur pergantian suasana. Sistem pengontrol tersebut adalah 
lima fase evolusi energi.

Kalau siklus transformasi energi terganggu, sakit akan muncul. Saat itulah 
lima fase evolusi energi saling bertempur dan saling menghancurkan. Sistem 
lima fase evolusi energi menjadi proses homeostasis yang jauh lebih lengkap 
daripada proses yang dilakukan pengobatan Barat. Homeostasis diartikan 
sebagai sistem pengontrol diri otomatis yang menjaga makhluk hidup dan 
mengatur keseimbangan di dalam dan di luar tubuh.

Semua makhluk hidup bersifat homeostasis. Kalau tidak, makhluk hidup tak 
akan bertahan. Semakin kompleks organisme semakin penting proses 
homeostasis. Kalau homeostasis tak berfungsi, organisme menderita dan mati. 
Tujuan penyembuhan integral adalah menjaga homeostasis dengan menerapkan 
prinsip Yin-Yang dan lima fase evolusi energi.

ORGAN - GAMBARAN UMUM
Sebelum kita diskusikan sistem rga dari sudut penyembuhan integral, 
perbedaan antara pemahaman sistem organ cara Barat dan cara Timur 
(spiritualitas perlu diketahui).

Anatomi Barat memandang manusia sebagai struktur yang dapat dipilah-pilah 
seperti mesin. Tujuan pemilihan adalah mengetahui bagaimana bagian-bagian 
tubuh bekerja. Jadi, dapat dikatakan bentuk menentukan fungsi. Di pihak 
lain, pendekatan spiritual memandang manusia sebagai kesatuan tubuh, 
pikiran, dan jiwa.

Dari perspektif pengobatan integral, fungsi organ yang justru menentukan 
struktur dan bentuk organ. Penyembuhan integral mengutamakan dua belas 
sistem inilah yang membuat manusia bisa bernapas, mencerna makanan, 
bergerak, dan berpikir. Keterkaitan energi menjadi tanggung jawab semua 
fungsi.

Menurut pengobatan tradisional integral, konsep organ bukan sekadar bentuk 
fisik, melainkan pemegang peran dalam pemrosesan, penyimpangan, dan 
distribusi energi. Pengobatan modern memperhatikan struktur dan organ yang 
menentukan fungsi. Ini berbeda dengan pengobatan integral yang mengutamakan 
fungsi.

Organ tidak mengacu pada kesatuan anatomis, melainkan mengacu pada 
manifestasi energi yang bisa bereaksi terhadap fisik. Pengatur suhu, 
misalnya, bereaksi kalau suhu tubuh tidak beres. Dengan demikian, apa yang 
menjadi fokus dalam pemikiran integral memang berbeda dengan pemikiran 
Barat.

Organ-organ dibedakan atas sifatnya, yang menyesuaikan diri dengan fase-fase 
siklus alam semesta. Sifat organ menentuka tanggung jawab organ dalam 
menjaga keharmonisan dengan alam. Dengan memahami siklus transformasi 
energi, aktivitas fisiologis di dalam tubuh manusia dapat dikaitkan dengan 
hal-hal penyeimbang di alam. Transformasi energi yang sama menyehatkan. Bumi 
dan musimnya juga menanggapi tubuh manusia.

Tiap organ mewakili tiap fase evolusi energi tertentu. Tiap organ meanggapi 
manifestasi dari fase lainnya di alam semesta. Karenanya, definisi organ 
tidak terbatas hanya pada organ fisik dalam tubuh. Organ didefinisikan 
sebagai semua fenomena atas tubuh, baik di dalam tubuh maupun di luar. Yang 
menjadi manifestasi dari energi organ. Organ yang mencakup kaitannya dengan 
alam semesta di luar.


MANIFESTASI ENERGI DALAM TUBUH

Perubahan, baik perubahan baru maupun transformasi, terjadi karena chi. 
Semua makhluk juga terjadi karena chi. Chi menyelimuti alam semesta dan 
menggerakkan alam semesta. Bagaimana bisa sesuatu selainchi memberikan sinar 
pada matahari, bulan, planet, dan bintang; menyebabkan guruh bersuara; 
menciptakan angin dan awan; menumbuhkan makhluk; mengubah musin? (Nei Ching)

Chi adalah energi universal yang menyusun, menembus, dan menggerakkan apa 
pun. Chi dapat didefinisikan sebagai penyebab, asal sekaligus efek Asal. Chi 
menjadi esensi awal alam semesta sekaligus hukum semua gerakan.

Chi yang membeku disebut masalah. Chi yang menyebar disebut ruang. Chi yang 
menggerakkan bentuk dinamakan hidup. Chi yang bercerai dan keluar dari 
bentuk sama dengan kematian. Chi yang mengalir mendatangkan kesehatan. Chi 
yang terhalang membawa sakit. Chi meliputi semua hal, mengalir melalui semua 
hal. Sinar planet bergantung pada chi. Cuaca terjadi karena chi; juga musim. 
Nei Ching memuat: "Di surga ada chi, sementara di bumi ada bentuk. Kalau 
keduanya saling mempengaruhi, maka ada kehidupan."

Chi atau energi vital mengaktifkan dan menjaga hidup. Chi menghidupkan 
proses-proses di dalam tubuh, yakni pencernaan, pernapasan, sirkulasi darah, 
mengedarkan cairan tubuh, dan pengeluaran. Chi organ-organ membuat lima 
indera manusia berfungsi sebagaimana dinyatakan dalam kutipan berikut:

"Indera penciuman berfungsi kalau chi paru-paru mengalir di hidung. Manusia 
dapat membedakan warna kalau chi menembus ke mata; dapat merasa kalau 
jantung dimasuki chi, dan merasakan apakah makanan dapat dimakan kalau limpa 
ditembus chi. Kemampuan tujuh lubang bergantung pada penembusan chi kelima 
organ." (Su-Wen)

Meskipun sifat chi tak perah berubah, energi bipolar (dua kutub) ini 
mewujudkan diri dalam bentuk yang berbeda. Ada beberapa bentuk chi. Chen chi 
menciptakan vitalitas fisik. Hsieh chi merupakan energi yang tidak 
menyehatkan. Yuan chi mewujudkan vitalitas manusia, sedangkan shing chi 
adalah energi reproduktif dan energi fisik. Dalam terminologi fisiologi 
integral, yeng chi menandai energi cair yang tampak, sedagkan wei chi energi 
tubuh yang tak tampak.

Kita merasa menjadi manusia baru kalau esensi hidup, ching chi ibu dan 
bapak, bertemu dan menyatu di dalam rahim. Persatuan ini menghasilkan yuan 
chi -- eneri vital sebagai fondasi pembentukan struktur mental dan fisik 
manusia. Yuan chi dapat memodifikasi diri bergantung pada tuntutan 
lingkungan eksternal. Bagaimana pun, sifat yuan chi tak pernah berubah. 
Ketika manusia meninggal, yuan chi terpecah belah menjadi beberapa komponen 
aspek: aspek fisik kembali ke bumi, sedangkan aspek halus (roh) kembali ke 
surga. Yuan chi adalah energi pertama manusia. Selama masa kehamilan, yuan 
chi jabang bayi bergantung sepenuhnya pada ibu dengan sarana tali pusar. 
Saat lahir, yuan chi berfungsi membantu transformasi energi yang dihasilkan 
dari makanan.

Yuan chi berdiam di bawah pusar, lebih rendah dari tan tien. Kekuatan yuan 
chi menentukan lama hidup manusia. Kerjanya tak dapat ditingkatkan, namun 
justru dapat menyusut akibat gaya hidup yang berlebihan. Kalau yuan chi 
menyusut, lama hidup manusia pun berkurang. Meskipun demikian, yuan chi 
dapat diperbaiki dengan hidup tenang dan sederhana.

Pemeliharaan tubuh bersumber dari dua hal: makanan dan udara. Makanan, yang 
mengandung esensi bumi, masuk ke perut, tempat yuan chi beraktivitas dan 
tempat panas dihasilkan dari pembakaran energi. Energi esensial yang 
disaring dari makanan (ku chi) dikirim ke limpa untuk diperbaiki. Dari 
limpa, ku chi menuju paru-paru. Ditunjang panas yang dihasilkan pada organ 
pengatur suhu, esensi bumi dari makanan bercampur dengan esensi surga dari 
udara. Hasil pencampuran ini disebut chung chi. Chung chi kemudian 
ditanggapi oleh yuan chi di tan tien yang ada di bagian lebih bawah. Di tan 
tien, chung chi berubah menjadi cheng chi atau esensi fisik, sebentuk energi 
yang sanggup bersirkulasi ke seluruh tubuh dan memenuhi kebutuhan tubuh.

Dalam Ling-Shu dinyatakan:

Manusia menerima chi dari makanan. Chi disaring, disimpan, dan dialirkan ke 
seluruh tubuh melalui aktivitas enam lubang dan lima organ. Sebagian 
komponen mewujudkan wei chi, energi pelindung dan penjaga; komponen yang 
lain merealisasikan yeng chi, energi perawat dan konstruktif. Yeng chi 
bersirkulasi di dalam pembuluh darah dan kelenjar air. Wei chi sendiri 
bersirkulasi di tempat lain pada tubuh.

Sebagaimana diuraikan di atas, chen chi bersirkulasi ke seluruh tubuh dalam 
dua bentuk utama. Satu disebut yeng chi atau energi cair yang membawa sari 
makanan ke seluruh tubuh. Sementara yeng chi mengalir di pembuluh darah, 
kelenjar limpa dan kelenjar lainnya, wei chi juga diedarkan ke seluruh 
tubuh. Wei chi menjaga vitalitas yang tak tampak. Wei chi mewujudkan satu 
lapis kehangatan pada kulit dan menyebarkan panas ke semua organ, otot, dan 
tulang.

Beberapa fungsi wei chi adalah melindungi tubuh dari penyakit, menghangatkan 
daging, membuka dan menutup pori-pori, menjaga kesehatan, dan melindungi 
tulang serta sendi. Sakit apa pun yang disebabkan faktor eksternal menandai 
malfungsi wei chi. Sementara itu, yeng chi dianggap sebagai Yin karena 
tersusun atas substansi yang halus dan mengalir di pembuluh darah, serta 
cairan tubuh. Sebaliknya, wei chi sebagai pelindung digolongkan sebagai Yang 
dan tersusun atas unsur kasar.

Yeng chi dan wei chi saling bergantung. Yeng chi menjaga tubuh dari dalam, 
sedangkan wei chi melindungi dari luar. Penjagaan tidak dapat berlangsung 
kalau tubuh terkena penyakit. Meskipun yeng chi ditekankan sebagai pelindung 
dalam dan wei chi sebagai pelindung luar, keduanya saling menjaga luar, dan 
dalam tubuh.

Chi dalam tubuh manusia tidak berbentuk tetap. Kadangkala chi muncul dalam 
bentuk yang tak tampak, misalnya energi suhu panas ketika demam, cairan 
embun di telapak tangan, dan ionisasi ketika mengadakan latihan Tai Chi. Chi 
dapat tampak dalam keadaan berkeringat, diare, demam disertai pilek, 
orgasme, menangis, dan mulut berliur. Tampak tidaknya chi bergantung pada 
faktor internal dan eksternal dalam hidup, emosi, iklim, dan lain-lain. 
Kalau chi kuat, chi akan mengalami ionisasi. Kalau lemah, chi mencair.

Organ-organ menggunakan chi yang beredar untuk menjaga hidup dan menunjang 
aktivitas tubuh. Kelebihan energi dikirim ke ginjal. Di ginjal energi diubah 
menjadi ching chi, energi fisik, untuk kemudian disimpan. Ginjal berlaku 
sebagai gudang penyimpan energi cadangan yang telah diperbaiki. Energi itu 
dikirim ke organ-organ lain kalau diperlukan. Sakit, trauma, stres, 
keranjingan sesuatu, dan seks yang berlebihan menyebabkan penipisan ching 
chi. Kalau ching chi tidak mencukupi, aktivitas yeng chi dan wei chi juga 
menurung sehingga tubuh mudah terkena penyakit. Ini akan melemahkan 
vitalitas tubuh.

Penyimpanan dan konsumsi ching chi berlangsung secara normal sepanjang tahun 
dan aktif dilakukan selama musim gugur dan musim dingin. Kalau persediaan 
ching chi mencukupi pada musim dingin, penyakit yang sering muncul di musim 
semi dapat dihindarkan. Kapan pun energi yang menjadi esensi hidup 
diperlukan organ tubuh, ginjal akan mengirimkannya. Jadi, kalau tubuh 
terserang peyakit atau kelelahan, ching chi dikonsumsi. Jika persediaan 
ching chi banyak, tubuh akan kuat.

Sebagai energi reproduktif, ching chi bertanggung jawab atas pembentukan 
sperma dan sel telur dan meentukan kesuburan pada musim semi. Persatuan 
ching chi induklah yang menghasilkan yuan chi dan rahim kehidupan baru. 
Kalau ching chi rusak, fungsi ginjal akan mempengaruhi organ-organ lain, 
misalnya merapuhkan tulang dan gigi. Kasus demikian kerap terjadi pada 
ibu-ibu yang sedang hamil. Kehamilan dapat menghabiskan ching chi. Cara 
mengatasinya dengan diet dan hidup alamiah.

Ching chi mendewasakan wanita di usia 14 tahun, sedangkan pria di usia 16 
tahun. Lebih lanjut, menopouse dialami wanita di usia 49 tahun, sedangkan 
pria di usia 64 tahun. Waktu itu bisa bervariasi.

Manusia yang berkembang di masa lalu menemukan bahwa chi adalah indikator 
hidup yang pasti dan penting. Agar makhluk hidup dapat berfungsi vital, yeng 
chi dan wei chi mutlak dikandung. Pengobatan integral mempertimbangkan 
fungsi-fungsi vital manusia, yakni energi fisik, energi emosional, energi 
mental, nergi spiritual, dan energi kehendak. Semua fungsi dalam diri 
manusia menjadi ekspresi yang berbeda dari chi. Tanpa pemahaman atas fungsi 
chi, pengobatan medis terbaik tidaklah lengkap.

DARAH
Organ pemanas di tengah tubuh menyaring cairan dan mengubah warnanya menjadi 
merah. Cairan merah itulah yang disebut darah. (Ling-Shu)

Energi dari makanan yang telah diperbaiki, ku chi, bukan hasil transformasi 
energi makanan satu-satuya. Sari makanan dimanfaatkan untuk pembentukan 
darah. Darah dihasilkan dan disimpan di organ pemanas bagian tengah tubuh, 
tepatnya di lambung, limpa dan hati. Dari organ-organ itu, darah diedarkan 
ke seluruh tubuh. Walaupun merupakan substansi yang konkrit, darah dan 
cairan tubuh tak dianggap mengandung energi spesifik seperti organ-organ 
lainnya. Karnanya, volume dan komposisinya konstan. Dalam situasi tak 
stabil, darah baru harus dibentuk, sebagaimana yeng chi, dan wei chi. Darah 
dengan begitu lebih merupakan alat energi ketimbang energi.

Yeng chi dan darah selalu dikaitkan dengan sirkulasi dan gizi. Apabila 
fungsi yeng chi dan darah normal, tubuh menjadi kuat. Semua mekanisme juga 
berjalan lancar. Kalau sirkulasi yeng chi dan darah terhambat, tubuh 
terserang penyakit. Bila sirkulasi lancar, kulit, daging, otot, tulang, dan 
sedi akan kuat dan fleksibel.

Dengan demikian, alasan kenapa mata dapat melihat, kaki dapat berjalan, 
tangan dapat menggenggam, kulit berkeringat, dan lain-lain dapat diawab 
dengan memperhatikan darah yang mengaliri mata, kaki, tangan, dan bagian 
tubuh lainya. Chi menjadi "jenderal" bagi darah. Kalau chi mengalir, darah 
juga ikut mengalir. Sepanjang saluran dan pembuluh darah, darah dan yeng chi 
mengalir seiring sejalan.

Kalau chi dan darah tidak seimbang, Yin dan Yang saling menyerang. Yeng chi 
melawan wei chi: darah melawan chi, sehingga darah dan chi terpisah dengan 
keadaan yang satu jelek, sedagkan lainnya bagus. (Ling-Shu)

SHEN

Shen--yang terkadang ditulis sen--dapat didefinisikan sebagai energi 
pengarah yang menentukan dan menguatkan karakter istimewa manusia. Energi 
bertanggung jawab atas pengaturan hidup. Shen mewakili konsep perkembangan 
yang tak dapat dirasakan langsung. Shen dapat mewujudkan diri, sehingga 
dapat dirasakan. Itu terjadi kalau shen berhadapan dengan energi Yin. Shen 
menentukan, menghasilkan, dan menjaga konfigurasi energi dalam diri mausia. 
Di Barat, kata "roh" sering dipakai untuk mengacu shen.

Bagaimana pun, shen tidak sama dengan roh. Shen merupakan dewa yang 
megarahkan hidup, sedangkan rohmerupakan perasaan. Shen aktif mempengaruhi 
konfigurasi manusia atau benda.

Shen ditumbuhkan oleh esensi yang disaring dari udara, makanan, dan air. 
Shen juga merupakan jiwa yang mengarahkan aktivitas chi. Empat grup aktif 
mewujudkan shen di dalam tubuh.

Po berkaitan dengan aspek fisik. Po menjaga fungsi paru-paru. Lebih khusus, 
Po mengarahkan energi-energi fisik, yakni yeng chi, wei chi, chen chi, dan 
yuan chi.

Jiwa pengarah lainnya adalah hun sebagai aspek halus yang menjaga fungsi 
organ hati. Hun mewakili kekuatan yang membentuk kepribadian dan kecakapan 
berpikir baik sadar maupun tak sadar.

Po dianggap sebagai Yin, sedangkan Hun sebagai Yang. Sebuah kitab kuno 
menyebutkan Po adalah jiwa (ling) yang melekat pada makhluk hidup, sementara 
HUn adalah shen yang melekat pada chi.

"I" adalah energi yang menjaga fungsi limpa. Energi ini mengarahkan ingatan.

Berikutnya, Chih atau kemaan, yang menjaga fungsi gijal, mengarahkan 
kehendak.

Semua fungsi di atas ditentukan dan dikontrol oleh shen yang menempati 
jantung. Melihat, mendengar, berbicara, kesadaran, berpikir, dan pergerakan 
tubuh merupakan manifestasi shen. Jiwa yang tidak sanggup menjalankan 
fungsinya mengakibatkan sakit. Kalau jiwa lemah, mata tidak awas, vitalitas 
lenyap, sehingga bisa saja menyebabkan sakit jiwa.

_________________________________________________________________
Got something to buy, sell or swap? Try Windows Live Expo  
ttp://clk.atdmt.com/MSN/go/msnnkwex0010000001msn/direct/01/?href=http://expo.live.com/






******************************************************
Milis Filsafat
Posting     : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website     : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke