Culture Talk:
 
 
Pesugihan:
The Dark Side of the Culture
 
 
Setiap budaya saya kira memiliki sisi gelapnya. Budaya Barat misalnya, dengan kecanggihan teknologinya dan paham liberalisme-nya yang memuja kebebasan individu, bisa membawa manusia kepada kondisi keterasingan satu sama lain, dan perasaan hampa yang serius. Sedangkan budaya Jawa yang penuh dengan nuansa mistik, sangat dekat dengan klenik, takhayul, gugon-tuhon, dukun dan jampi-jampi. Salah satu sisi gelap dalam budaya Jawa menurut saya adalah: pesugihan. Di mana orang memberi sesaji kepada tokoh gaib tertentu, atau melakukan ritual tertentu, dengan harapan agar dia memperoleh kekayaan yang melimpah-- secara tidak wajar!
 
Salah satu tempat pesugihan yang saya kenal dengan baik, karena berada tak jauh dari kampung saya adalah Gunung Kemukus. Gunung Kemukus adalah tempat mencari pesugihan yang unik: karena ritual yang harus dijalankan oleh mereka yang ingin mendapat pesugihan adalah: melakukan hubungan badan dengan teman kencan di sekitar lokasi. Tak heran jika di sekitar makam yang dikeramatkan di Gunung Kemukus terdapat banyak PSK yang mencari makan dengan menyediakan dirinya sebagai teman kencan. Ritual ini konon untuk mengenang kisah cinta yang tragis antara Pangeran Samodera dan ibu tirinya, Dewi Ontrowulan.
 
Ada kisah yang cukup menarik dan lucu tentang pesugihan dari sekitar lokasi GK ini: tak jauh dari lokasi GK tersebut, terdapat bongkahan batu besar di bawah sebuah pohon, yang dulunya adalah batu besar yang biasa saja, dalam arti tak ada seorangpun yang mengkeramatkan tempat tersebut. Namun beberapa waktu lalu ketika rame musim Cap Jie Kie (salah satu permainan judi), banyak orang yang nyanggar (mencari angka baik) di tempat tersebut. Akhirnya tempat tersebut makin lama makin rame, dan kini bongkahan batu besar di bawah pohon itupun menjadi tempat keramat. Dan ini mungkin saja bisa menjadi sumber pemasukan tambahan bagi warga kampung tersebut yang memanfaatkan keadaan.
 
Dari kisah batu besar tersebut dapat disimpulkan bahwa pesugihan lahir dari keputusasaan yang serius yang berpadu dengan wishful thinking: orang yang berharap rejeki nomplok dengan menang Cap Jie Kie, misalnya. Fenomena pesugihan mungkin juga mencerminkan realitas dinamika ekonomi kita yang kurang memberi harapan bagi masyarakat kecil... tak ada lagi yang bisa mereka percaya, sehingga mereka harus percaya pada pohon-pohon besar dan hantu-hantu.
 
 
Salam,
 
 
 
 
 
 
__._,_.___

******************************************************
Milis Filsafat
Posting     : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website     : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************





SPONSORED LINKS
Philosophy Philosophy of Philosophy book
Citizens of humanity Citizens of humanity jeans

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Kirim email ke