Mimpi & Gus Dur

        Gus Dur sering tertidur ketika seminar, bahkan ketika sidang 
MPR.dalam kapasitasnya sebagai Presiden RI, tetapi tidurnya tidak 
sama dengan tidur kita. Sejarah orang besar juga akrab dengan tidur 
yang produktip. Imam Syafei menurut suatu riwayat ia baru bisa 
merumuskan berbagai pemikiran fiqhnya secara sistematis, setelah 
terlebih dahulu tidur. Tidur bagi orang besar (besar kapasitas 
spiritualnya) merupakaan saat menata memori hingga informasi yang 
ada di dalamnya tersusun rapi sesuai dengan struktur kebenaran logis 
atau fralsafi. Para ulama biasanya sebelum tidur terlebih dahulu 
berwudlu, salat tahajud dan  menyambung pemancar spiritualnya ke nur 
ilahiyah. Tidurnya orang yang duduk mendengarkan khutbah Jum`ah 
malah menurut fiqh tidak membatalkan wudlunya. Tidurnya orang puasa 
jga berpahala.

         Konon sewaktu Gus Dur menjadi Presiden, banyak sekali 
pembisik yang datang. Semua bisikan didengar, tetapi kemudian ia 
tidur dan setelah tidur lahirlah keputusan presiden yang mengejutkan 
semua pembisiknya. Kebanyakan Presiden yang dijatuhkan akhirnya 
benar-benar jatuh. Bung Karno tidak berani keluar rumah setelah 
tidak jadi Presiden. Pak Harto juga tidak lagi leluasa berkomunikasi 
dengan dunia luar setelah lengser. Habibi butuh waktu beberapa tahun 
ngungsi ke Jerman sebelum meluncurkan buku memorinya yang 
menghebohkan. Megawati bahkan hingga kini tidak berani hadir di 
istana pada hari upacara proklamasi kemerdekaan RI, juga belum siap 
ketemu SBY yang pernah menjadi bawahannya. Hanya  Gus Dur, meski 
sudah strook dua kali, tetapi tetap saja percaya diri ketemu dengan 
siapa saja. Ia temui Pak harto, Megawati, Amin rais dan SBY, Akbar 
Tanjung tanpa beban, tanpa repot-repot. Di rumahnya bilangan 
Ciganjur, para bekas presiden dan presiden, juga bekas musuh-
musuhnya, pada dating menghadiri akad nikah puterinya. Ke Israel, ia 
juga tak problem kesana.

          Pada diri Gus Dur itu terkumpul beberapa pemancar yang 
bisa dihubungkan dengan satelit spiritual; intelektual, sufistik dan 
mistik. Dari orang seperti Gus Dur susah dibedakan mana yang 
gagasan, obsessi dan mimpi karena ketiganya sering muncul bareng dan 
dan urutannya sering tidak konsistren.Gus Dur dikenal sangat 
konsisten dalam ketidak konsistenannya. Sekarang orang baru 
menyadari sesungguhnya Gus Dur tidak melakukan kesalahan yang 
mengharuskannya dilengserkan. Juga banyak gagasannya yang aneh-aneh, 
tapi sepuluh-duapuluh tahun kemudian baru terasa relevan. Pada tahun 
1983an,di depan diskusi CSIS , dikala NU belum dihitung, ia 
mengatakan bahwa nanti akan terjadi semua presiden akan mencari 
wakilnya dari NU. Semua orang tertawa karena menganggapnya lawakan, 
tetapi pada tahun 2004, lawakannya menjadi kenyataan. SBY, Megawati, 
Wiranto,dan Agum Gumelar, semuanya capres, mereka memang memilih 
orang NU menjadi cawapresnya, yaitu Yusup Kalla, Hasyim Muzadi, 
Solahuddin Wahid, dan Hamzah Haz.

          Pemimpin itu ada yang datang tepat waktu, ada yang 
kedaluwarsa, dan ada yang datang terlalu cepat. Gus Dur termasuk 
pemimpin yang terlalu cepat datang mendahulkui zamannya, oleh karena 
itu banyak gagasannya tidak bisa difahami orang sekarang.  Dalam 
perspektip pewayangan, Gus Dur itu memiliki karakteristik 
kepribadian Semar (guru), Petruk (pelawak) dan Togog (tokoh ngawur) 
sekaligus. Hal yang begituserius disampaikan sebagai lawakan, 
terkadang dibalik ngomong ngawurnya, ada juga benarnya. Maknanya Gus 
dur tak pernah salah, yang salah adalah yang mendengarkan tanpa 
menseleksi mana kata katanya sebagai Guru bangsa (Semar), mana yang 
sekedar lawakan (Petruk) dan mana yang sekedar ngawur-ngawuran 
(Togog). Bingung kan ? Wallohu a`lam. 

Wassalam,
agussyafii
http://mubarok-institute.blogspot.com





******************************************************
Milis Filsafat
Posting     : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website     : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke