Kisah JULI di Bulan Syawal...^_^ 
Malam minggu kemarin tu yee..
nonton di tepe pelem " JULI di bulan JUNI"
tentang gadis cantik penderita dialeksia..
bagus deh secara makna n kata-kata...

Eeeng.....Ing.....Eeeeng...

Sejak SD si gadis ini memang selalu diejek BODOH...ga bisa baca tulis.
Dialeksia ...mengerti huruf tapi tidak bisa merangkai menjadi kalimat.
Dokternya bilang...Dialeksia bisa disembuhkan. ..
Dengan apa dok? ...
Dengan "Cinta"....dari keluarganya,
yg penting jangan sampai anak ini berfikir dirinya "Bodoh".
JULI Si Gadis Cantik ini akhirnya tetap membantu di Bengkel mobil ayahnya,
mencuci mobil bersama karyawan bengkel sembari diselingi hobbynya fotografi,
setiap momen yg menurut orang aneh justru dia foto.

Sampai suatu saat menonton kuis otak atik kata disebuah stasiun TV dan dia 
terpilih oleh presenternya [tora sudiro gituloh] dari penonton yg hadir di 
studio untuk maju merangkai kata yg diacak menjadi nama tokoh.
Adduh itu ekspresi mukanya kecian banget antara pengen nangis, ketakutan dan 
kebingungan diolok2 presenter ganteng yg ternyata langganan cuci mobil di 
bengkel ayahnya.

Blom lagi pas dinner dg si presenter untuk pilih menu makanan..
Lutcuuu banget ekspresi ketawa dan gaya kocak untuk menutupi kekurangannya. 
....pesen menu 26....padahal menunya hanya sampai 22 ...wakakak.. :-)

Juga momen kepedihan saat ditinggal kekasihnya Jarwo karyawan bengkel ayahnya 
yg selalu setia menemaninya akhirnya memutuskan meninggalkannya karena JULI 
lebih memilih sang presenter yang baru belakangan diketahui sudah bertunangan. 
Nyesek kan si JULI euy.

Secara kata-kata sebelum pergi Jarwo meninggalkan pesan untuk JULI : " yang 
penting rasakan yg kita hirup dan kita hembuskan setiap waktu" bukan apa kata 
orang. Orang2 yang dia cintai meninggalkannya di bulan Juni, ibunya meninggal 
dibulan Juni, Di DO dari SDnya di bulan Juni, ditinggalkan Jarwo di bulan Juni.

Kemudian JULI dan Ayahnya pindah ke aceh krn bengkelnya bangkrut, terakhir JULI 
menjadi seorang penulis best seller dengan buku yang mengisahkan bencana 
tsunami dengan foto2 yg hidup. Dia berhasil membidik momentum yang orang lain 
lewatkan...

Dijumpa Press JULI mengatakan " ada musuh2 disetiap individu yang harus 
diLAWAN, dia ada di hati dan di pikiran kita."

Dari bencana Tsunami Juli pun banyak belajar dan mengatakan :
"Keterbatasan manusia bukanlah pada fisiknya.... apakah dia menderita kanker, 
dialeksia ato lainnya...

Keterbatasan manusia justru pada ...
Cinta, ......
Perhatian pada sesama, .....
Semangat untuk Hidup...!

That's All..... Spirit kisah JULI sekelebatan hadir di bulan Syawal..
Mudah2n kisah ini bisa membuat kita tambaah semangat menghidupi dhohir dan 
batin kita..
Setelah melewati pelatihan2NYA di bulan Ramadhan....
Saatnya mempraktekan pelatihan yang telah kita lalui pada 11 bulan berikutnya...

Semoga kita selalu dalam limpahan berkat Rahmat Allah.
Amin Allahuma Amin.

Salam Spirit Bulan Syawal
-i2n-
23 Syawal 1427 H
http://dwiirwanti.blogspot.com/








Tiada kata akhir untuk belajar seperti juga tiada kata akhir untuk kehidupan

 (Annemarie Schimmel)

Kirim email ke