Taqdir = qadara = kadar = takaran = ukuran
Jadi, takdir adalah akibat dari sebab-sebab takaran atau ukuran.


From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf
Of Muhammad Friss
Sent: Thursday, June 14, 2007 6:02 PM
To: [email protected]
Subject: Hal: Fwd: [filsafat] masih tentang takdir

ha..ha..ha, terima kasih bung dipa
Sunan menyuruh santrinya untuk memanggil "Jenar": "nuwun sewu Syeikh,
ditimbali kale Sunan" (permisi Syeikh/ Jenar, dipanggil Sunan), jawab Jenar,
"Jenar ora ono, ngomongo, sing ono gusti Allah" (Jenar nggak ada, yang ada
Allah), jawab si santri, "Inggih, Gusti Pengeran ditimbali Sunan" (iyah,
kalo begitu, Allah dipanggil sama sunan).
tentu saya prihatin dengan adanya segala bentuk ke-Jabr-an yang kuno itu,
tetapi saya juga memahami adanya bayang-bayang untuk mengetahui ilmu itu,
walau tak lebih dari secuil dari beribu cuil ilmu Tuhan. Dan memanglah
eksistensi sekaligus esensi "takdir", ha..ha..ha.., jelas tergambar dalam
nalar (yang juga nisbi).
Salut untuk Ubermas, terima kasih bagi para Mu'tazili, Neo-Mu'tazili, dan
juga salam kepada Plato alaihissalam dan Aristoteles alaihissalam, yang
telah menyesatkan Ibnu Sina dan Ibnu Rusyd radiallahu anhuma ke jalan yang
benar, semoga Allah meridloi. 
Benarlah takdir masih terlacak dalam fikiran kita, tetapi juga suatu
kepastian, tetaplah disebabkan karena proses kita sendiri (meski juga
nantinya nisbi), dan bukanlah hal itu suatu miracle system, tetapi itulah
sunnatullah, betul kita harus tetap berusaha, "mengakali Tuhan", dalam
kehidupan ini.
thaks 
----- Pesan Asli ----
Dari: galing dipa <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Rabu, 13 Juni, 2007 10:45:58
Topik: Fwd: [filsafat] masih tentang takdir
takdir merupakan sebuah keputusan & ketetapan... .kematian, merupakan salah
satu cerminan dari keberadaan takdir, kita tidak akan mampu merauf definisi
takdir dalam sebuah kalimat yg lengkap.....
ketetapan manusia dan binatang tentu akan berbeda, itu merupakan ketetapan,
fungsi binatang dan fungsi manusia sudah tersusun rapih dalam hukum alam yg
ketat...berikut pun pengalaman dan ketetapan atas hasil dari pengalaman, 
sebagai contoh apakah plato sejak kecil pernah berniat untuk menjadi seorang
filsuf, atau musa yang menolak untuk membebaskan bangsa yahudi (baca; erich
fromm; manusia menjadi tuhan) dan kini dijadikan seorang Nabi. disitulah
kita bisa melihat takdir muncul dan menetapkan manusia, tentu cukup
beralasan jika perputaran planet merupakan sebuah takdir dari sifat planet,
pula sebuah ketetapan bahwasanya manusia memiliki akal dan berperilaku
begini adanya....

bukan untuk menghentikan diskusi atau menjadikan manusia untuk takut
bergerak karena hasilnya tetap telah diputuskan, seperti yang nietzche
pernah ungkapan dengan Ubermens-nya bahwasannya manusia memang harus
fighting untuk terus memperbaiki diri, bukan untuk menjadi, melainkan
keinginan untuk menjadi..maka ini sebuah proses meski tak tau hasilnya apa,
disitulah kebebasanya mencipta menjadi sebuah keinginan, sekali lagi bukan
untuk menjadi manusia takut dan tidak melakukan tindakkan apapun, 
benar apa yang dinyatakan oleh non sisca bahwasannya takdir sulit untuk di
obyektifkan, melainkan lebih bersifat subyektif, sebab kesulitannya cakupan
takdiri yang manusia sulit untuk menentukan faktor a, b maupun c dr sebuah
takdir....mungkin bisa digambarkan namun tidak dapat menjelaskan nomena dari
takdir (kecenderungan filsafat mati dalam konteks ini)..mungkin banyak
metode untuk menjelaskan tp  tidak mungkin bisa untuk digeneralisir dan
dijadikan sesuatu yg  determinan.. .
thank... 

No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG Free Edition. 
Version: 7.5.472 / Virus Database: 269.8.17/850 - Release Date: 6/15/2007
11:31 AM
 



******************************************************
Milis Filsafat
Posting     : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website     : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke