Aku menjejak bumi.
Menyimak rasa putus asa. Begitukah rasa putus asa ? Sesuatu yang dingin -- amat dingin dan sepi. Selama ini yang tak pernah mengerti bahwa rasa putus asa itu sesuatu yang dingin. Mengira bahwa itu adalah sesuatu yang panas, ber-api2, sesuatu yang keras, dan meluap2 panas. Tapi rupanya tidak demikian halnya. Inilah rasa putus asa -- kegelapan yang tak terkira dingin dan sepinya. Dan dosa dari rasa putus asa, seperti yang dikhotbahkan oleh para imam, adalah dosa yang dingin, dosa karena memisahkan diri dari semua hubungan manusiawi yang hangat dan hidup. Sifat dingin dan menjaga jarak. Yang membutuhkan kehangatan, kepastian, dan kemantapan, yaitu kebersamaan sehari2, cinta dan tawa. Hal nyata yang diketahui ; Kebahagiaan yang merekah di gurun dingin, setelah begitu lama hidup seorang diri. Melalui kontinuitas pengalaman dengan orang2 dewasa, bayi belajar menggantungkan diri dan percaya pada mereka, tetapi mungkin yang lebih penting, ia belajar mempercayai dirinya sendiri. Kepastian semacam itu harus mengungguli lawan negatif dari kepercayaan dasar, yakni kecurigaan dasar yang pada pokoknya adalah esensial bagi perkembangan manusia. Perbandingan yang tepat antara kepercayaan dasar dan kecurigaan dasar mengakibatkan tumbuhnya pengharapan. Seperti Erikson menulis bahwa pengharapan merupakan kebajikan paling awal dan paling esensial yang melekat dalam hidup. Melalui sejumlah pengalaman yang terus meningkat dimana pengharapan diverifikasikan, serta memperoleh inspirasi tentang keberpengharapan baru. Pada saat yang sama, mengembangkan kemampuan untuk membuang pengharapan2 yang dikecewakan, dan menemukan pengharapan dalam tujuan2 dan kemungkinan2 di masa mendatang. Erikson menyatakan pengharapan adalah keyakinan yang bersifat menetap akan kemungkinan dicapainya hasrat2 kuat, terlepas dari dorongan2 dan kegemaran2 suram yang menandai permulaan eksistensi. Étienne Bonnot de Condillac menulis bahwa kita dilahirkan di tengah2 labirin dengan seribu kelokan yang dibuat dengan satu tujuan, yaitu menyesatkan kita. Prinsip2 abstrak bahkan bukanlah sarana yang tepat untuk mengarahkan kita menuju penemuan, sebab, sebagai sekadar ungkapan singkat atas pengetahuan yang telah kita miliki, prinsip2 itu hanya mampu membawa kita kembali ke pengetahuan awal ini. Pendeknya, prinsip2 seperti itu hanyalah peribahasa yang memuat apa yang telah kita ketahui. Alami-lah pencerahan, dan alami-lah kehidupan baru, suatu kehidupan yang sungguh berbeda dengan sensasi2 yang mentah. ****************************************************** Milis Filsafat Posting : [email protected] Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ Website : http://filsafatkita.f2g.net/ Berhenti : [EMAIL PROTECTED] ****************************************************** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/filsafat/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
