Dear Friends, Berikut percakapan di Yahoo Messenger
antara Mas Didi (nickname) dan saya tentang MATA
KETIGA dan TANTANGANNYA. Semoga bermanfaat bagi
rekan-rekan lainnya. (Leo).

 
+++++++++++++

D = Didi
L = Leo


D: Pagi mas....

L: Pagi, dengan siapa ini?

D: Didi - Cibinong....

L: Mas Didi, anything I can do for you?

D: Saya tertarik beberapa posting Mas Leo di milist
ttg mata ke-3. Beberapa literatur yang pernah aku baca
mengatakan bahwa untuk membuka mk3 (mata k-3) harus
melalui beberapa latihan, seperti konsentrasi,
meditasi dengan fokus pada obyek tertentu... tapi dari
posting-an Mas Leo... hanya se-simple itu aja...

L: Ya mas, sudah sampai pada waktunya untuk kita
mengakui bahwa Mata Ketiga is mata batin, untuk
melihat segala sesuatu apa adanya, menembus topeng2
manusia itu. Dan bukan untuk melihat yang "aneh" itu.
Yang "aneh" itu memang ada, tetapi mereka kan hanyalah
energi saja. Ada energi negatif, ada energi positif
Ada ruh baik, ada ruh jahat, ada ruh setengah baik dan
setengah jahat. Dan yang non kasat mata seperti energi
dan ruh itu bisa mengambil berbagai macam bentuk
berbeda bagi orang yang berbeda.

D: Okey.... berarti tidak semua sama yach...? Gak
semua orang akan memperoleh impressi yang sama di Mata
Ketiga atau Mata Batinnya apabila bertemu dengan
energi atau ruh yang sama.

L: Lha iya mas. Kita ini kok mau saja dibodohi seperti
itu. Kalau menurut aku, yang "aneh" itu justru jarang
terjadi. Yang umum adalah impressi di "roso" itu.
Orang di Jawa bilang "roso".

D: Apakah gak ada kemungkinan itu karena kepekaan dari
masing2 beda...?

L: Bisa begitu. Bisa juga karena memang elemen
orangnya beda. Orang elemen air yang paling bisa
melihat macam2 bentuk energi aneh2. Orang elemen api
malahan gak bisa melihat apa2. Bisa tahu tapi gak bisa
melihat. Orang elemen udara bisa mendengar sesuatu di
kepalanya tanpa ada orang yang bicara.

D: Hmmmm.... kalo saya elemennya apaan.. mas?

L: Banyak tanahnya ya. Artinya, kalau menelaah sesuatu
akan langsung mencari tahu yang mana yang akan membawa
hasil. Gak mau kerja bakti. Gak mao kerja percuma.
Maonya yang pasti2 aja... Nah, elemen tanah seperti
anda ini, kalo memperoleh intuisi, datangnya itu
biasanya dalam bentuk jadi. Oh, ini maksudnya begini
Oh, itu ada sesuatu yang seperti demikian, dst, dst...
Bisa melihat bayangan2, tapi lebih umum dalam mimpi
saja.

D: Oh... semacam makna dari kejadian sebelumnya
donk...?

L: Hm... So?

D: Untuk kepekaan apa yang harus dilakukan untuk
elemen tanah seperti saya...?

L: Be yourself. Jadilah diri sendiri. Buanglah
kepura-puraan. Ikhlaskan kesalahan masa lalu.
Pasrahkan masa depan yang tak tentu itu. Banyak doa
juga membantu. Bisa wirid. Bisa meditasi. Bisa
tirakat. Whatever you feel like doing. Tapi yang
paling penting amda menjadi diri sendiri itu karena
kalau kita mau menjadi orang lain, maka segalanya akan
tertutup di Mata Ketiga

D: Orang Jawa bilang "nrimo ing pandhom" ora 
usah neko-neko...?

L: Ya, something like that. Yang bikin selaput Mata
Ketiga paling tebal adalah keserakahan duniawi. Itu
yang paling parah. Kedua adalah dendam. Ketiga adalah
gila hormat. Tiga hal itu yang paling parah. Kalau
ketiga kedegilan itu dibuang, Mata Ketiga akan bisa
melihat dengan jernih, even tanpa doa dan segala lakon
itu. Menurut aku as simple as that mas.

D: Satu persatu... untuk keserakahan duniawi... apakah
kita harus... artinya kita tidak boleh mengejar
duniawi atau sekedar cukup dalam artian tidak
berlebihan... tahu sendiri dunia semakin berkembang..
standar 'cukup' akan selalu meningkat setaraf dengan
rupiah yang selalu naik.. he.. he.. he..

L: Well, standarnya adalah bersyukur. Cuma itu saja. 

D: Okey....

L: Hm... Well, Mas, korupsi (makan duit rakyat, duit
kantor, duit boss, dsb..) bisa nutupin Mata Ketiga
lho. Mata Ketiganya tertutup selaput berlembar-lembar
gambar Jendral Sudirman, Soekarno, or whoever yang
gambarnya nempel di uang kertas RI itu. Kalo liat film
porno is ok, on the other hand, sebab itu adalah
dorongan naluriah, dorongan hormon... dan paling2
ujungnya adalah masturbasi. Dan itu tidak menumpulkan
Mata Batin. Yang menumpulkan Mata Batin adalah lust
terhadap istri tetangga yang diwujudkan dengan bentuk
rayuan2 gombal ketika suaminya lagi tugas
berminggu-minggu ke luar kota. Tapi itu sudah masuk
hal praktek kan? Aku kan cuma sharing prinsip2 aja,
kalo udah prakteknya kan bagian tiap orang sendiri2.

D: Ha... ha... ha... menarik juga nich....

L: Hm... Aku bukan kotbahin orang mas. Aku cuma
sharing principles aja.

D: Yang kedua Mas Leo, 'dendam'... ada dalam teknik
meditasi ataupun doa bahwa 'bisa diniatkan untuk
menyebar energi/do'a untuk keberkahan semua orang/
jagad alam semesta... Bisakah dengan itu 'dendam' bisa
hilang...... artinya jika meditasi/ doa bisa
mempengaruhi kegiatan phisik kita sehari2...?

L: Ada yang bisa pakai cara itu, umumnya bisa. Tapi
ada juga yang gak bisa, dan harus "balas" juga ke
orangnya (situasinya) through one or other means
sehingga dendam itu bisa hilang... Aku pengalaman juga
yang ini mas, terutama dendam terhadap kelompok2
keagamaan. Memang secara fisik tidak dibalas, tetapi
dibalas dengan kata2. Ada kata2 makian yang seringkali
diumpatkan oleh orang2 yang merasa dirinya dilindungi
oleh tembok2 tradisi atau organisasi keagamaan.
Korbannya adalah orang2 innocent yang melihat hati dan
bukan ajaran2 agama yang notebene cuma untuk jaga
benteng dhewe itu. Nah, orang2 innocent ini, karena
perasaannya halus dan mentalnya jujur, sering jadi
korban para "tokoh" agamawi. Dan akhirnya luka2 hati
itu menumpuk menjadi dendam, walaupun biasanya tidak
diakui. Kalau sudah sampai tahap ini, segala meditasi
itu gak berjalan mas. Harus ada sesuatu yang dilakukan
melalui kata2. Words have power.

So, orang2 yang diberkati oleh Tuhan dengan kemampuan
batin itu akhirnya harus mengucapkan sesuatu yang
diarahkan kepada para orang munafik yang duduk di
organisasi keagamaan itu. JEBRET!!! Keluar ucapan.
Dan itu gak bisa ditarik lagi. Dan itulah yang
mengimpaskan dendam. Terkadang harus seperti itu
caranya mas. Banyak tokoh agama yang jatuh karena
kesalahan mereka sendiri, dan termakan oleh JEBRETAN
kata2 yang dilontarkan oleh orang2 bawah, orang2
terbuang yang mereka injak2 sekian lama. Itu yang aku
lihat. Mungkin sampeyan punya pendapat beda.

D: Memang mas... kalau ga' dari perbuatan atau sikap
kadang kita sering lupa bahwa hanya dengan kata yang
menurut kita baek... belum tentu orang lain baek...
itu yang menjadikan orang lain dendam ke kita... tapi
kalau kita maksudnya Mas Leo...mungkin lain... bisa
lebih memahami orang lain...?

L: Hm, Mata Ketiga is about Kejujuran also mas. About
kejujuran. Bagaimana mengasahnya? Gampang saja. Please
be jujur, dan terasahlah itu. Very tajam. Tajam
sekali, bahkan lebih tajam daripada mata pisau yang
paling tajam. Itu Mata Ketiga, dan bekerjanya bukan
melalui tatapan mata, melainkan melalui kata2. Dan
kata2 itu harus diucapkan mas. Nubuat itu kata2 yang
diucapkan, bukan kata2 yang dipendam di dalam hati.
Untuk menjadi kenyataan, kata2 itu harus diucapkan
Dan semua Nubuat itu datangnya dari Mata Ketiga.
Nubuat adalah Intuisi. Datangnya dari dimensi
ruhaniah.

D: Okey... jujur walupun orang lain merasa pahit...?
 
L: Ya mas, itu namanya jujur. Kalau orang lain merasa
pahit, itu problem orang lain itu. Dan bukan problem
kita. Kalau demi orang lain merasa "manis" akhirnya
kita menjadi "pahit", for what? Itu namanya
kepura-puraan, dan itu menumpulkan Mata Ketiga kita,
Mata Batin kita.

D: Apa karena itu ya...?

L: Hm... maksudnya?
 
D: Diri saya...

L: Tidak berani berkata benar karena takut orang lain
tersinggung? Well, more or less like that mas.

D: Bisa, apalagi orang jawa... sorry bukan SARA...
lho... sungkan istilahnya...

L: Well, I know about that mas. Di masyarakat kita
kebanyakan Mata Ketiganya seperti itu. Tepo Seliro is
good, tapi Kepura-puraan is _not_ good. Kalau bagus
bilang bagus, jelek bilang jelek. Apa susahnya seh?

L: Biarpun wong Jowo harus juga belajar untuk menjadi
jujur terhadap diri sendiri.

D: Maksudnya...?

L: Kalau mau mengikuti culture itu, Mata Ketiganya
akan penuh belek. Beleken. Gara2 culture itu, budaya
itu. It's up to the people, though. Ada yang mau jadi
diri sendiri dan Mata Batinnya terbuka. Ada yang mau
Mata Batinnya tertutup karena memperhitungkan
kenyamanan, keamanan posisi dirinya sendiri. Sekali
lagi, ini pilihan2 mas. Pilihan2 yang harus diambil
oleh manusianya sendiri. Tuhan aja gak pernah memaksa
kok. Kalau mau mengikuti Naluri, it's ok. Kalau mau
mengikuti Intuisi, it's ok also... Tuhan gak pernah
memaksa. Kalau mempertimbangkan kepentingan diri
sendiri, itu adalah naluri self survival, dan itu
asalnya dari Dimensi Naluriah

D: Hmm... untuk kebenaran kadang2 berlaku hukum
relatif juga enggak...?

L: Ya relatif, makanya harus diserahkan kepada masing2
pribadi... Well mas, I have to sign out now. Talk to
you later yah? Bye!

D: Okey... Mas Leo... thanks sharingnya...


+++++++++++++


[Leo adalah alumnus UI dan PennState, seorang praktisi
Psikologi Transpersonal. Untuk membuat appointment
REKON MATA KETIGA please contact him at HP:
0818-183-615. E-mail: <[EMAIL PROTECTED]>.
Tentang REKON MATA KETIGA, please see these links:
<http://groups.yahoo.com/group/Spiritual-Indonesia/message/1046>,
<http://groups.yahoo.com/group/Spiritual-Indonesia/message/1047>,
<http://groups.yahoo.com/group/Spiritual-Indonesia/message/1055>.
Tentang LEONARDO RIMBA, please see this link:
<http://groups.yahoo.com/group/Spiritual-Indonesia/message/992>.
Tulisan2 saya dengan TOPIK MATA KETIGA bisa ditemukan
di milis SPIRITUAL-INDONESIA; untuk bergabung, please
click this link:
<http://groups.yahoo.com/group/Spiritual-Indonesia/join>].

 




Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 


******************************************************
Milis Filsafat
Posting     : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website     : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke