Dear Friends, Berikut cuplikan percakapan di Yahoo Messenger antara Mas Nugroho (nama samaran) dan saya tentang MATA KETIGA, SADULUR PAPAT, dan JATI DIRI. Semoga bermanfaat bagi rekan-rekan lainnya. (Leo).
+++++++++++++ N = Nugroho L = Leo N: Met sore! L: Selamat sore. Dengan siapa ini? N: Dengan Nugroho nih pak, maaf ganggu gak ya? L: Mas Nugroho dimana? N: Di Yogyakarta. L: Hm, anything I can do for you mas? N: Gini pak, saya tertarik neh dengan tulisan bapak dimilis yang tentang mata ke tiga. Sebenernya susah gak sih pak mengaktifkan mata ketiga itu? L: Gak susah mas, tinggal minta saja kepada YME. Itu kan perangkat yang ada di diri kita, tempat kita menerima intuisi. Intuisi itu kan datangnya tidak melalui panca indra, langsung tahu. Kalau sering mengalami kejadian yang sudah tahu sendiri sebelumnya, berarti Mata Ketiga sampeyan memang terbuka tho! Tapi memang terkadang orang "takut" untuk bicara duluan, takut nanti dibilang mengada-ada, membuat-buat... pedahal memang sudah tahu sebelumnya. N: Oh gitu ya pak? L: Ya,.. Lha, tempat manunggaling kawula lan gusti itu dimana kalau bukan di batin,... dan batin itu cuma satu "titik" saja di diri kita. Aku sebut itu "Mata Batin" atau "Mata Ketiga". Bukan di dada seperti yang sering orang salah kaprahkan, melainkan di tengah2 batok kepala kita, di Kelenjar Pineal... atau biasa disebut sebagai the God Spot juga. N: Soalnya dah lama saya belajar tentang kebatinan dan mencoba mengaktifkan mata ketiga saya tapi kok nyampe skarang masih belum bisa ya? L: Kalau dicari-cari buktinya berupa bisa melihat yang "aneh" itu memang gak akan pernah "sampai" mas. Kita mau pelototi segala sudut suatu situs angker untuk melihat yang "aneh2" itu, kalau elemen kita itu Api, kemungkinan besar malahan sama sekali gak akan bisa lihat apa2. Tapi, apakah Mata Ketiga atau Mata Batinnya ada. Ya ada... Memang sudah ada, dan akan tetap ada. Itu kan perangkat yang ada di setiap manusia. Cuma, karena manusia itu beda2 elemen dasarnya, maka cara memperoleh Intuisi itu berbeda- beda juga. Yang bisa melihat "aneh2" itu orang yang banyak elemen airnya. N: Jadi gak harus melulu bisa "melihat"? L: Ya nggak mas. Orang yang tipe tanah malahan sama sekali gak bisa lihat apa2. Munculnya berupa pengertian2 thok. Asli pengertian yang gak bisa ditelusuri ujung pangkalnya, langsung masuk begitu saja ke pikiran. Itu orang tipe tanah. Orang tipe udara sering mendengar "bisikan2". Seperti ada yang berbicara, tetapi gak ada orangnya. N: Bener, bener... nah kalo untuk mengetahui kalo kita itu termasuk tipe apa itu gimana pak? L: Hm, Mas Nugroho ini banyakan elemen apinya memang. Bertindak dahulu, berpikir belakangan. Gak sabaran. Maunya langsung saja. Tidak bisa mengerti suatu hal kalau belum dilakoni. Suatu itu harus dilakukan dulu, dijalani dulu, baru sampeyan bisa mengerti. Kalau cuma dijelaskan dengan kata2 saja, gak akan bisa mengerti. Itu orang elemen api, mas. Tetapi sampeyan ini ingin menjadi orang elemen air yang bisa melihat energi2 itu. Sedangkan elemen air itu adalah lawan elemen pribadi anda yang aslinya api itu. Ya repot tho, mas! N: Begitu ya pak? L: Seperti itulah yang aku lihat. Nah, kalau elemen api, mereka yang berelemen api dan Mata Ketiganya terbuka ... malahan kebanyakan yang muncul adalah tenaga2 batin untuk penyembuhan fisik. Untuk menyembuhkan mereka yang menderita sakit karena fisiknya terlalu banyak dipakai bekerja berat, karena fisiknya terkena kecelakaan, karena fisiknya tidak dapat memproses zat2 kimiawi yang banyak terdapat dalam makanan kita sehari-hari sekarang ini. Jadinya malahan energi penyembuhan fisik. Ada juga muncul tenaga2 untuk melaksanakan apa yang perlu dikerjakan. Dan tenaga itu muncul begitu saja. Sampeyan gak perlu diam dulu mengumpulkan tenaga, tetapi akan langsung jalan saja. Langsung jadi malahan. Dan orang2 lain akan terheran-heran. Kok bisa, katanya. Lha bisa aja. Wong elemennya api kok! Itu ciri2 Mata Ketiga yang aktif di elemen api. Orangnya memang gak banyak ngomong, lebih banyak bertindak. Dan menjelaskan kepada orang2 lain juga dengan tindakan. N: Nah kalo untuk mengoptimalkan suatu elemen bawaan (kalo boleh saya bilang begitu) itu gimana pak? L: Cara mengoptimalkan elemen bawaan adalah dengan menjadi diri sendiri. Jujur sama diri sendiri. Jujur sama yang di atas. Jujur sama sesama. Cuma itu saja. So, kalau anda merasa harus melakukan suatu hal... biarpun orang lain gak mengerti itu apa. Dan anda gak bisa menjelaskan alasannya kenapa... tetapi anda mau jujur... itu berarti bahwa anda harus akan jalan terus, gak perduli orang lain bilang apa. N: Begitu ya pak? L: Itu yang aku lihat, Nah,... sekarang sharing pengalamannya di kebatinan piye? Biar bisa aku bagikan juga kepada yang lain. N: Masih banyak bingungya pak. Maklum aku masih hijau. Masih haus kalo boleh saya istilahkan begitu. Kalo menurut aku sendiri aku ini belum apa2x. Soalnya aku dilahirkan ama dibesarkan dilingkungan kebatinan. Maksud saya eyang ama bapak saya pelaku kebatinan. Kalo menurut aku sih proses aku belajar ya karena tradisi pak. L: Hm... Ok, jalanin saja mas. Aku banyak dapet masukan2 yang datang begitu saja yang, kalau ditelusuri, asalnya memang dari kebatinan Jawa. Itu ilmu intuisi, ilmu batin, ilmu Mata Ketiga. Cuma memang banyak salah kaprah juga, banyak supersitions juga. Tapi kalau mau dirasionalkan juga bisa. N: Tapi yang jadi ganjelan slama ini, kalo menurut saya pribadi sih. Yaitu masalah jati diri. L: Hm,... jati diri kita itu "kosong' mas. Kalau mau cari 4 saudara kembar itu, gak bakalan ketemu seperti digembar-gemborkan itu. Sadulur papat adalah empat elemen alam semesta. Itu juga empat elemen kepribadian manusia. Udara adalah Dimensi Intuitif, ini yang batin atau Mata Ketiga. Tanah adalah Dimensi Naluriah atau instinctive yang ciri2nya adalah mempertahankan kelangsungan hidup seperti makan, minum, sex, istirahat. Itu di Dimensi Naluriah, dan elemennya Tanah. Air adalah dimensi Hubungan Antar Pribadi, emosi2, perasaan2... Dan Api adalah tubuh kita. Tubuh fisik kita itu Api, makanya saya suka bilang kalau mereka yang memiliki elemen utama Api pasti memiliki kemampuan penyembuhan fisik secara batin. N: Nah itu juga salah satunya pak. Masalah sedulur papat. Ada satu bisikan (klo boleh diistilahkan begitu). Saya sendiri juga bingung asalnya darimana. L: Hm, bisikan apa mas? Lalu isi bisikanne opo? N: Begini pak bahwa sedulur papat seperti yang telah dikenal umum itu bisa ditempatkan dibeberapa titik cakra utama di tubuh kita. L: Of course bisa. So what? Cuma mungkin penempatannya bisa berbeda-beda menurut orang2 yang beda. Saya gak masalah dengan hal itu. N: Logikanya gimana pak? L: Hm, kalau menurut aku begini mas. Udara di Cakra Mata Ketiga. Tanah di Cakra Sex. Air di Cakra Jantung. Api di Cakra Pusar. Cuma itu saja kan? N: Begitu ya pak? L: Well, according to me, ya begitu itu. Orang lain mungkin berbeda pendapat which is ok aja for me. Nah, menemukan sadulur papat is istilah kejawen tho? Artine opo? Artine adalah menemukan "jati diri" which is diri sendiri... which is another term for MENJADI DIRI SENDIRI. Menjadi diri sendiri is menerima diri kita apa adanya sebagai insan manusia yang memiliki naluri2 (unsur tanah), memiliki emosi2 (unsur air), memiliki tubuh fisik (unsur api), dan memiliki batin tempat terjadi manunggaling kawula lan gusti itu which is di Mata Ketiga (unsur udara). N: Betul juga ya! Itu pengertian aku akan konsep menemukan "jati diri" atau bertemu dengan kembaran sadulur papat itu. Kita menerima diri kita, kita MENJADI DIRI SENDIRI. Kalau itu kita lakukan, maka Sadulur Papat ada di diri kita sendiri. Kitalah Sadulur Papat. So what? N: Iya juga ya pak. soalnya seingat saya dulu eyang saya pernah bilang kalo sedulur 4 itu melambangkan 4 nafsu manusia. L: 4 "nafsu", nafsu dalam tanda kutip sebab pengertiannya beda mas. N: Dan diri kita sendiri sebagai pancernya. L: Lha iya, memang begitu. Pancer is Aura mas. Aura. Everybody has Aura. Itulah pancer. Dan itu gak perlu dicari-cari, memang wis ono dari sananya. N: Kalo menurut panjenengan mata ketiga saya dah aktif belum ya pak? L: Yo wis mas, kok tanya aku lagi? Cuma kan sampeyan ini mau lihat yang "aneh2" itu. Sedangkan yang datang ke sampeyan adalah tenaga batin untuk menyembuhkan mereka yang sakit fisik. Bisa juga untuk membantu orang yang merasa tidak bertenaga untuk melaksanakan tugas2, kewajiban2... dsb... Itu tenaga batin juga, dan datangnya dari Mata Batin atau Mata Ketiga itu. Cara atau metodenya tentu saja harus dikembangkan sendiri. Itu yang aku lihat. N: Begitu ya. L: Mas Nugroho ini kuat lho! Aku berasa dari sini, sampeyan ini kuat. N: Maksudnya? L: Aku sendiri yang lagi lemes2 di Jakarta ini, bisa dapet tambahan tenaga dengan chatting with you lho! It's true mas. Aku gak mau jadi seperti "klenik", tapi yang begini memang bisa "diwariskan". Ada yang datang karena warisan leluhur, dan ada di diri anda. N: Saya sendiri malah merasa pusing pak. Gak tau nih. Seperti ada denyutan ato apa ya namanya yang cukup kuat di kepala. Tapi saya sendiri gak tau tepatnya dimana. L: Well, itu ciri2 di fisik kalau Mata Ketiga anda sedang aktif. Sebenarnya sudah aktif dari dahulu tapi, mungkin, terkena induksi dari saya disini, jadi nyut2an di dahi itu. Gak perlu diperhatikan mas;.. Bawa tirakat saja mas, kalau mau. Nanti akan tahu sendiri harus melakukan apa. Mas Nugroho ini kalau mau mencari pengertian agaknya harus berjalan ke suatu situs, suatu tempat... Nah, kalau muncul dorongan seperti itu, lakukanlah mas. Jalani saja, nanti akan ada sesuatu yang sampeyan akan tahu dhewe.. N: Wah saya jadi diingatkan ini mas! Cuz saya punya "hutang" mengunjungi beberapa tempat je. Dah lama sih pak sebenarnya tapi ya karena waktunya yang belum ada. L: Itu yang aku rasakan, ada "lakon" yang masih dihutang. Nanti kunjungi mas, aku lihat akan ada sesuatu yang didapat dari sana. Wong sampeyan memang harus jalan baru bisa dapet. Dapetnya itu di jalan, kalau diam di tempat malahan gak dapet apa2. N: Apa mungkin karena itu ya pak? Dari dulu saya gak pernah mau begitu saja nerima omongan. Tapi kalo udah tau rasanya ya udah, gak da niatan tuk ngulangin lagi. Gak peduli apakah hal itu baik atau buruk dimata orang. L: Ya, sampeyan memang orang elemen api. Orang elemen api memang harus bertindak dahulu baru bisa mengerti, gak mau menerima omongan orang begitu saja. Itu alamiah bagi anda,... dan gak perlu berusaha untuk menjadi orang lain. Paling juga, setelah jatuh bangun dan merasa sakit sendiri.. sampeyan akan lebih ber hati2. Kita semua belajar, tetapi cara belajar kitapun berbeda-beda, tergantung elemen utamanya apa. M: Yup! Gini pak saya kok malah ada pemikiran kalo kita pengen menjadi AKU yang seutuhnya harus menyeimbangkan ke-4 elemen tersebut ya pak? Walaupun tiap orang punya tipe yang ber beda2x... L: Hm, bisa disebut sebagai "mengembangkan". Itu kan istilah saja. Mengembangkan berarti memakai seoptimal mungkin sesuai fitrahnya. Pada akhirnya, dengan ide "mengembangkan" yang berbeda-beda itu, tiap orang akan bergulat dengan dirinya sendiri, dengan ruh Illahi yang ada diri itu,... bahkan sampai jatuh bangun di kehidupan untuk... pada akhirnya menggabungkan elemen2 yang berbeda-beda kadarnya itu di dalam dirinya sendiri sampai optimal. Ketika optimal, orang itu berada dalam status yang aku sebut sebagai "seimbang" atau "balanced". N: Dan arahnya ke yang ILLAHI ya pak? Wah maaf pak saya harus off dulu. Senang bisa chat ama bapak. kapan2x disambung lagi. L: Ok, mas. Bye! +++++++++++++ [Leo adalah alumnus UI dan PennState, seorang praktisi Psikologi Transpersonal. Untuk membuat appointment REKON MATA KETIGA please contact him at HP number: 0818-183-615. E-mail: <leonardo_rimba@ yahoo.com>. Tentang REKON MATA KETIGA, please see these links: <http://groups.yahoo.com/group/Spiritual-Indonesia/message/1046>, <http://groups.yahoo.com/group/Spiritual-Indonesia/message/1047>, <http://groups.yahoo.com/group/Spiritual-Indonesia/message/1055>. Tentang LEONARDO RIMBA, please see this link: <http://groups.yahoo.com/group/Spiritual-Indonesia/message/992>. Tulisan2 Leo dengan TOPIK MATA KETIGA bisa ditemukan di milis SPIRITUAL-INDONESIA; untuk bergabung, please click this link: <http://groups.yahoo.com/group/Spiritual-Indonesia/join>]. Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com ****************************************************** Milis Filsafat Posting : [email protected] Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ Website : http://filsafatkita.f2g.net/ Berhenti : [EMAIL PROTECTED] ****************************************************** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/filsafat/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
