semuanya bener jika menyimak buku, non sisca yg melihat adanya kearifan lokal,
ilmu yg diimport dan diambil mentah² sama bangsa ini juga ada, tapi sebenarnya
bukan itu masalahnya, coba anda bayangkan data yg dilansir republikka saja
menyatakan bahwa hanya 7 % masyarakat indonesia suka membaca, bayangkan
saja!!..berapa banyak pula yang suka menulisnya.
kegiatan menulis, pasti orangna harus membaca dan men-create ide sebaik mungkin
dan sebagus mungkin, membuat orang selalu produktif dimana pun dan kapanpun.
sedangkan disisi lain, penulis indonesia tidak dapat hidup dengan mantap untuk
menjadi seorang penulis, penulis disini tidak sepadan pendapatannya dengan ide
yang die ngelontorkan, semakin saja sulit, apalagi melihat buku mahal,
perpustakaan hanya bisa diakses sampai jam 2-3 siang saja...coba anda
bayangkan, di indonesia tempat untuk membuat orang produktif aja sulit dan
mahal. terangnya hanya kemiskinan ide saja yang kita liat di indonesia,
semuanya milik bule, ga aneh pula tempe yg jelas punya orang indonesia di
patenin ama jepang...
thank mohon tanggapannya
non_sisca <[EMAIL PROTECTED]> wrote: To: [email protected]
From: "non_sisca" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Fri, 13 Jul 2007 15:04:52 -0000
Subject: [filsafat] Re: Inilah Realita SDM kita... Hidup Departemen Pendudukan!
Yeah, boleh juga sih menggalakkan buku nasional. Tapi buku jangan di
nasionalisasi dunk. Yang doyan nasi, makan nasi, yang doyan bubur,
makan bubur... biarkan hasil ide tetap murni, bukan rekayasa
--- In [email protected], "Sang" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Saya pikir yg diperlukan bukan mengimport buku sebanyak-banyaknya,
> tetapi adalah merevisi isi-isi dari buku-buku barat yg terlalu
> western minded atau condong kepada gaya hidup barat yg sekuler,
> liberal dan kapitalisme...
>
> Dan yg dibutuhkan adalah pemikir-pemikir yg bersedia mecurahkan
> energi pikirnya untuk mengolah materi barat tersebut dan dijadikan
> sebuah pemahaman baru dalam melihat alam...
>
> Ini sesuai dgn filsafat minangkabau yaitu ALAM TERKEMBANG JADIKAN
> GURU... bukan buku terkembang dijadikan guru... alam tidak mungkin
> salah dalam memberi manusia bahan pelajaran, sementara isi buku
bisa
> salah sebab adalah interpretasi manusia saja... si gila Niesche
> berkata semua pengetahuan barat adalah penafsiran... dan yg
> ditafsirkan oleh barat itu lalu diimport kepada kita dan kita
> menelan bulat-bulat tanpa ada kemauan untuk merevisi...
>
>
> Sang
>
>
>
>
>
> --- In [email protected], "non_sisca" <non_sisca@> wrote:
> >
> >
> > Memang edan. Bahkan buku impor sekarang dianggap barang mewah,
> > sehingga harga nya ampuuun mahalnya, padahal untuk buku2
> seharusnya
> > diberikan subsidi, biar pengetahuan masyarakat juga ikut arus
> > globalisasi.
> >
> > Dan sekolah2 gratis ??? Siapa bilang, mahal iya (sekolah yang
> gratis
> > mutunya juga tidak diperhatikan).
> >
> > Negara kita lagi sakit, karena biaya kesehatan juga mahal. Jadi
> > negara aja gak mampu bayar buat sehat lagi, apalagi rakyat, ....
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > --- In [email protected], "sangkakala ." <the_sangkakala@>
> > wrote:
> > >
> > > Ekonomi asalnya dari penjualan...
> > > asal penjualan dari produksi..
> > > asal produksi dari mesin dan tangan manusia..
> > > asal mesin dari gagasan dan pikiran..
> > > asal gagasan dan pikiran adalah dari imajinasi dan fantasi..
> > > asal imajinasi dan fantasi adalah dari pengalaman hidup,
> > penglihatan,penelitian dan uji coba tiada henti..
> > >
> > > Tetapi sekolah kita kebalikannya, hanya mengandalkan papan
> tulis,
> > celoteh guru dan pena pensil lalu lonceng pulang... dapatlah
nilai
> > anak-anak kita.. dan bermimpilah kita 2030 nanti Indonesia akan
> jadi
> > the big five....
> > >
> > > kinerja Dep Pendidikan saat ini lumayan bagus yaitu dalam hal
> > menciptakan sebanyak-banyaknya ahli-ahli menjawab soal ABCD,
betul
> > salah dan soal-soal hitungan-hitungan diatas kertas.. prestasi yg
> > dibanggakan oleh Dep Ini adalah prestasi juara olympiade fisika,
> > kimia dan matematika dgn hitungan-hitungan soal-soal ujian diatas
> > kertas.. hebat!
> > >
> > > Prestasi berikutnya dari Dep Pendidikan yg kita banggakan ini
> > adalah mengeluarkan sebanyak-banyaknya lulusan-lulusan yg bisanya
> > cuma menenteng-nenteng map ijazah kesana-kemari sambil berharap
> > sekaligus bermimpi mendapat kursi basah penuh hujan duit dan
> > berbangga diri dgn prestasinya yg cuma hilir mudik kantor dan
> rumah
> > dgn berbagai mobil dan kendaraan mewah.. Dan kemudian yg
dilakukan
> > adalah mengakali dgn segala cara gimana bisa agar uang mengalir
> > kemeja kerja sambil duduk nongkrong tanpa perlu keluar
keringat...
> > inilah mental orang kantoran hasil didikan Departemen pendudukan
> yg
> > kita banggakan selama ini... betul-betul asli manusia duduk yg
> > dicetak dgn aneka cara oleh dep. pendudukan... eee dep
pendidikan..
> > >
> > > Sementara orang-orang negara lain sibuk menciptakan, menemukan,
> > mengkreasikan berbagai terobosan baru, berbagai penemuan baru dan
> > segala hal yg berkaitan dgn tekhnologi yg bernilai ekonomi
> tinggi...
> > dan orang-orang negara maju sibuk berfikir bagaimana
mengkreasikan
> > karya dibidang nanotekhnologi, produk ramah lingkungan,
> > biotekhnologi, sistem informasi dan mekanika...
> > >
> > > sebaliknya orang kita asyik berfikir bagaimana menghasilkan
uang
> > dan meraih impian jabatan dari balik kursi kerja sambil duduk
> > nongkrong diberbagai departemen pemerintahan... Hidup
> > koruptor...selamat ...
> > >
> > >
> > > Sang
> > >
> > >
> > >
> > >
> >
>
__________________________________________________________
> _
> > ______________
> > > Looking for a deal? Find great prices on flights and hotels
with
> > Yahoo! FareChase.
> > > http://farechase.yahoo.com/
> > >
> >
>
---------------------------------
Fussy? Opinionated? Impossible to please? Perfect. Join Yahoo!'s user panel
and lay it on us.