Yah, kalo paten mematen emang rada simpang siur, apalagi kalo yang 
dipaten barang publik yang anonim gitu seperti tempe. Tidak ada 
pembedaan hak intelektual yang publik dan yang privat, semuanya 
dicampuradukkan. Yang publik diklaim privat, jadi berabe. Sebenarnya 
tergantung itikad baik saja. 

Bahkan yang jelas hak intelektual yang privat seperti program comp 
aja bisa disabotase dan dipublikkan (jual beli produk gak ori secara 
nyata) 
(walau terus terang saya pribadi, gak punya comment di situ alias no 
comment, karena kalau tidak disabotase, dan barang aslinya mahal 
banget, rakyat Indo kapan belajar n meng-adaptasi ilmu n teknologi 
yang canggih, jangan2 yang pintar bisa2 cuma segelintir orang yang 
mampu beli ori nya aja). Kalo pandangannya keliru, maaf..

Sisc sih liat di Indo minat baca meningkat yah, penulis juga iya. Itu 
di milis Psi Trans, pada demam buat buku, itu gejala yang positif 
banget. Penerbit juga bermunculan. Walau barangkali belum seperti 
yang diharapkan, tapi setidaknya kita sudah melangkah. 

Cuma yah, kalau boleh berharap, harga buku jangan mahal2, hehe, 
perpus juga digalakkan n dilengkapi koleksinya. Buku kan juga bermuat 
nilai sosial. hehehe..seperti ilmu lha, kalo ada dibagi2 di milis 
ini, kalo keliru, boleh dikritisi, supaya kita sama2 berkembang. 

salam, sisc

  
 


--- In [email protected], galing dipa <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> 
> semuanya bener jika menyimak buku, non sisca yg melihat adanya 
kearifan lokal, ilmu yg diimport dan diambil mentah² sama bangsa ini 
juga ada, tapi sebenarnya bukan itu masalahnya, coba anda bayangkan 
data yg dilansir republikka saja menyatakan bahwa hanya 7 % 
masyarakat indonesia suka membaca, bayangkan saja!!..berapa banyak 
pula yang suka menulisnya.
> kegiatan menulis, pasti orangna harus membaca dan men-create ide 
sebaik mungkin dan sebagus mungkin, membuat orang selalu produktif 
dimana pun dan kapanpun.
> sedangkan disisi lain, penulis indonesia tidak dapat hidup dengan 
mantap untuk menjadi seorang penulis, penulis disini tidak sepadan 
pendapatannya dengan ide yang die ngelontorkan, semakin saja sulit, 
apalagi melihat buku mahal, perpustakaan hanya bisa diakses sampai 
jam 2-3 siang saja...coba anda bayangkan, di indonesia tempat untuk 
membuat orang produktif aja sulit dan mahal. terangnya hanya 
kemiskinan ide saja yang kita liat di indonesia, semuanya milik bule, 
ga aneh pula tempe yg jelas punya orang indonesia di patenin ama 
jepang...
> thank mohon tanggapannya
> non_sisca <[EMAIL PROTECTED]> wrote: To: [email protected]
> From: "non_sisca" <[EMAIL PROTECTED]>
> Date: Fri, 13 Jul 2007 15:04:52 -0000
> Subject: [filsafat] Re: Inilah Realita SDM kita... Hidup Departemen 
Pendudukan!
> 
>                                   
>  Yeah, boleh juga sih menggalakkan buku nasional. Tapi buku jangan 
di 
>  nasionalisasi dunk. Yang doyan nasi, makan nasi, yang doyan bubur, 
>  makan bubur... biarkan hasil ide tetap murni, bukan rekayasa
>  
>  --- In [email protected], "Sang" <the_sangkakala@> wrote:
>  >
>  > Saya pikir yg diperlukan bukan mengimport buku sebanyak-
banyaknya, 
>  > tetapi adalah merevisi isi-isi dari buku-buku barat yg terlalu 
>  > western minded atau condong kepada gaya hidup barat yg sekuler, 
>  > liberal dan kapitalisme...
>  > 
>  > Dan yg dibutuhkan adalah pemikir-pemikir yg bersedia mecurahkan 
>  > energi pikirnya untuk mengolah materi barat tersebut dan 
dijadikan 
>  > sebuah pemahaman baru dalam melihat alam...
>  > 
>  > Ini sesuai dgn filsafat minangkabau yaitu ALAM TERKEMBANG 
JADIKAN 
>  > GURU... bukan buku terkembang dijadikan guru... alam tidak 
mungkin 
>  > salah dalam memberi manusia bahan pelajaran, sementara isi buku 
>  bisa 
>  > salah sebab adalah interpretasi manusia saja... si gila Niesche 
>  > berkata semua pengetahuan barat adalah penafsiran... dan yg 
>  > ditafsirkan oleh barat itu lalu diimport kepada kita dan kita 
>  > menelan bulat-bulat tanpa ada kemauan untuk merevisi...
>  > 
>  > 
>  > Sang
>  > 
>  > 
>  > 
>  > 
>  > 
>  > --- In [email protected], "non_sisca" <non_sisca@> wrote:
>  > >
>  > > 
>  > > Memang edan. Bahkan buku impor sekarang dianggap barang mewah, 
>  > > sehingga harga nya ampuuun mahalnya, padahal untuk buku2 
>  > seharusnya 
>  > > diberikan subsidi, biar pengetahuan masyarakat juga ikut arus 
>  > > globalisasi.
>  > > 
>  > > Dan sekolah2 gratis ??? Siapa bilang, mahal iya (sekolah yang 
>  > gratis 
>  > > mutunya juga tidak diperhatikan). 
>  > > 
>  > > Negara kita lagi sakit, karena biaya kesehatan juga mahal. 
Jadi 
>  > > negara aja gak mampu bayar buat sehat lagi, apalagi 
rakyat, ....
>  > > 
>  > > 
>  > > 
>  > >  
>  > > 
>  > >  
>  > > 
>  > > --- In [email protected], "sangkakala ." 
<the_sangkakala@> 
>  > > wrote:
>  > > >
>  > > > Ekonomi asalnya dari penjualan... 
>  > > > asal penjualan dari produksi..
>  > > > asal produksi dari mesin dan tangan manusia..
>  > > > asal mesin dari gagasan dan pikiran..
>  > > > asal gagasan dan pikiran adalah dari imajinasi dan fantasi..
>  > > > asal imajinasi dan fantasi adalah dari pengalaman hidup, 
>  > > penglihatan,penelitian dan uji coba tiada henti..
>  > > > 
>  > > > Tetapi sekolah kita kebalikannya, hanya mengandalkan papan 
>  > tulis, 
>  > > celoteh guru dan pena pensil lalu lonceng pulang... dapatlah 
>  nilai 
>  > > anak-anak kita.. dan bermimpilah kita 2030 nanti Indonesia 
akan 
>  > jadi 
>  > > the big five....
>  > > > 
>  > > > kinerja Dep Pendidikan saat ini lumayan bagus yaitu dalam 
hal 
>  > > menciptakan sebanyak-banyaknya ahli-ahli menjawab soal ABCD, 
>  betul 
>  > > salah dan soal-soal hitungan-hitungan diatas kertas.. prestasi 
yg 
>  > > dibanggakan oleh Dep Ini adalah prestasi juara olympiade 
fisika, 
>  > > kimia dan matematika dgn hitungan-hitungan soal-soal ujian 
diatas 
>  > > kertas.. hebat! 
>  > > > 
>  > > > Prestasi berikutnya dari Dep Pendidikan yg kita banggakan 
ini 
>  > > adalah mengeluarkan sebanyak-banyaknya lulusan-lulusan yg 
bisanya 
>  > > cuma menenteng-nenteng map ijazah kesana-kemari sambil 
berharap 
>  > > sekaligus bermimpi mendapat kursi basah penuh hujan duit dan 
>  > > berbangga diri dgn prestasinya yg cuma hilir mudik kantor dan 
>  > rumah 
>  > > dgn berbagai mobil dan kendaraan mewah.. Dan kemudian yg 
>  dilakukan 
>  > > adalah mengakali dgn segala cara gimana bisa agar uang 
mengalir 
>  > > kemeja kerja sambil duduk nongkrong tanpa perlu keluar 
>  keringat... 
>  > > inilah mental orang kantoran hasil didikan Departemen 
pendudukan 
>  > yg 
>  > > kita banggakan selama ini... betul-betul asli manusia duduk yg 
>  > > dicetak dgn aneka cara oleh dep. pendudukan... eee dep 
>  pendidikan..
>  > > > 
>  > > > Sementara orang-orang negara lain sibuk menciptakan, 
menemukan, 
>  > > mengkreasikan berbagai terobosan baru, berbagai penemuan baru 
dan 
>  > > segala hal yg berkaitan dgn tekhnologi yg bernilai ekonomi 
>  > tinggi... 
>  > > dan orang-orang negara maju sibuk berfikir bagaimana 
>  mengkreasikan 
>  > > karya dibidang nanotekhnologi, produk ramah lingkungan, 
>  > > biotekhnologi, sistem informasi dan mekanika... 
>  > > > 
>  > > > sebaliknya orang kita asyik berfikir bagaimana menghasilkan 
>  uang 
>  > > dan meraih impian jabatan dari balik kursi kerja sambil duduk 
>  > > nongkrong diberbagai departemen pemerintahan... Hidup 
>  > > koruptor...selamat ...
>  > > > 
>  > > > 
>  > > > Sang
>  > > > 
>  > > > 
>  > > >        
>  > > > 
>  > > 
>  > 
>  __________________________________________________________
>  > _
>  > > ______________
>  > > > Looking for a deal? Find great prices on flights and hotels 
>  with 
>  > > Yahoo! FareChase.
>  > > > http://farechase.yahoo.com/
>  > > >
>  > >
>  >
>  
>  
>      
>                        
> 
>        
> ---------------------------------
> Fussy? Opinionated? Impossible to please? Perfect.  Join Yahoo!'s 
user panel and lay it on us.
>




******************************************************
Milis Filsafat
Posting     : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website     : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke