Dear Friends: Berikut adalah tanya-jawab melalui email antara Mas2: Bimo, Anshari, dan Hadi (nama samaran) dengan saya tentang MATA KETIGA, ENERGI KRISTAL, dan DETEKSI SITUS HISTORIS. Semoga bermanfaat bagi rekan2 lainnya. (Leo).
+++++++++++++ EMAIL 1: DARI MAS BIMO Shallom, Salam kenal Mas Leo, saya Bimo di Jakarta sudah membaca artikel-artikel yang mas kirim dan sebagian besar yang menarik yang ada di websites group spiritual-indonesia. Dan saya baru (bln Juni 2007) sbg member di spiritual-indonesia, tetapi sudah cukup lama sbg member di third-eye indonesia, saya baru belakangan ini baru sangat tertarik artikel mata-ketiga yang sering mas kirim di third eye indonesia padahal saya sering terima dan baca kiriman mas sebelumnya. Apakah mata-ketiga sama dengan mata-tunggal (single-eye, Mat 6:22, KJV), yaitu fasilitas yang ALLAH BAPA sediakan untuk berkomunikasi dan mengenalNYA bagi umat manusia tanpa pandang apa agamanya, yang penting adalah ciptaanNYA dan yang diberi nafas hidup olehNYA ? Kalau jawabannya YA, saya minta tolong Mas Leo untuk membuka dan mengaktifkan mata ketiga saya, agar saya dapat melihat sumber terang dunia (Tuhan Yesus Kristus adalah Terang dunia .... Yoh 8:12 ), dan menuntun saya dalam berjalan di dunia yang gelap ini. Apakah saya sudah siap untuk dibuka mata-ketiganya oleh Mas Leo ? Dan bagaimana caranya yang paling ampuh untuk dapat terbuka mata ketiga saya, yang diaktifkan dengan bergetarnya kelenjar Pineal ? Terima kasih sebelumnya, Bimo +++++++++++++ EMAIL 2: JAWABAN SAYA Ya Mas Bimo, Mata Ketiga is Mata Tunggal yang dimaksudkan oleh Yesus itu. Mata Tunggal adalah fasilitas yang sudah ada di diri kita masing2. Untuk membukanya, kita cukup menadahkan tangan kepada Nya dan meminta rahmat Nya agar turun kepada kita sehingga kita bisa menjadi manusia yang dikehendaki oleh Nya... Manusia yang terbuka dan menggunakan Mata Tunggal itu. Mintalah kepada Nya, Mas Bimo... saya membantu anda dari sini dengan menyamakan frekwensinya dengan Mata Tunggal yang ada di saya. Tuhan Yesus Memberkati! Leo +++++++++++++ EMAIL 3: DARI MAS ANSHARI Makasih Pak Leo udah dikasih pencerahannya. dan batu yang dikasih itu mantap sekali Pak Leo, pulang2 dan sampai sekarang batunya saya pake untuk healing sendiri maupun orang lain. Wah pokoknya sip deh batu kristalnya. Oya kalo Pak Leo ada acara yang ada meditasi masal bersamaan jgn lupa undang2 saya yah, saya pengen ngerasain meditasi secara ber-sama2. Kalo ketemu lagi ajarin saya dekon dan rekon ke orang lain ya....hehehhehe.....just kidding :) Hahaha, maksudnya kalo ada acara meditasi bareng bersama Vincent Liong dan teman2nya gitu lah. Ato ada acara temu bareng gitu dgn Vincent Liong, Pak Leo and other people gitu lah yah saya diajak gitu, biar saya punya pengalaman meditasi or ketemu bareng orang sakti ....hehehe. Tapi ok loh pak batunya, btw itu kristal asli apa bukan sih pak, saya tanya orang2x kok pada bingung itu batu apa....dan uniknya masih ada tanah2nya, emang Pak Leo narik dimana tuh, kalo boleh tau. Ok then cu letter lah. Terima kasih, Anshari +++++++++++++ EMAIL 4: JAWABAN SAYA Ya Mas ANSHARI, Kalau ada acara meditasi akan saya ingat to invite you. Tapi, sebenarnya saat ini saya boleh bilang tidak ada lagi acara meditasi. Kalau ketemu bareng, seperti waktu hari Senin lalu di PIM 2, paling kita akan ngobrol2 doang, ketawa2 doang. Banyakan ketawanya mas, walaupun rekan2 yang hadir juga mengakui bahwa dirinya "blank". Blank atau melayang, planga plongo... tapi ketawa2, tapi happy2 aja. Itulah acara "REKON MATA KETIGA". You know yourself what I mean. I am happy to hear about the batu kristal, however; it was prepared for you. Yours, Leo +++++++++++++ EMAIL 5: DARI MAS HADI Dear Mas Leo, Saya ada pertanyaan buat mas Leo, bisakah teori komunikasi empati ataupun cara lainnya untuk memflashback kembali peristiwa pada masa lampau. Sejak saya masih kuliah dulu dan tinggal di asrama, saya suka mengkhayalkan untuk bisa kembali ke masa lalu. Saat saya tidur di ranjang kayu, saya suka membayangkan bahwa pohonnya berasal dari suatu hutan, ada kera yang pernah bergatungan disitu, atau harimau yang pernah mengencingi pohonnya. Atau saat mengunjungi tempat2 bersejarah seperti bekas kerajaan dll, saya suka terhanyut membayangkan kejadian2 yang terjadi pada masa lampau, membayangkan putri2 keraton yang sedang mandi di kolam, terus raja yang mengintip dari salah satu tempat yang strategis dll. Saya suka menghayalkan, seandainya saya bisa kembali ke masa lampau sebagai seorang pengamat dengan hanya menyentuh barang2 atau benda2 peninggalan bersejarah tsb. Dulu pun saya sering mimpi berada ditempat2 yang tidak dikenal, seperti kerajaan2 jaman dulu. Namun seiring dengan bertambahnya usia dan banyaknya persoalan2 yang saya alami, saya jarang sekali bermimpi, bahkan bisa dikatakan tidak pernah lagi, atau saat saya bangun saya sudah tidak ingat lagi mimpi apa. Saya tahu anda bisa meramal kejadian yang akan datang, tapi adakah cara untuk bisa mengetahui kejadian yang sudah terjadi? Sungguh suatu hal yang sangat menarik kalau kita bisa belajar dari sejarah masa lalu, mungkin banyak sekali pesan2 yang baik sebagai pelajaran untuk kita dimasa sekarang. Salam, Hadi +++++++++++++ EMAIL 6: JAWABAN DARI SAYA Dear Mas Hadi, Thanks for your question. Apa yang anda utarakan benar2 menarik. Bukan hanya menarik bagi anda, tapi juga menarik bagi saya. Saya juga tergelitik dengan pertanyaan serupa seperti anda. Saya juga suka membayangkan hal2 serupa, masa lalu nenek moyang kita di Jawa ini penuh dengan intrik2, dan apakah itu bisa diakses dengan sesuatu Metode yang dikembangkan oleh kita di masa ini. Tapi penelitiannya belum ada Mas. Yang namanya "kompatiologi" itu kan cuma pseudo science saja. Kita orang ini kan sebenarnya praktisi dan bukan teoritisi. Banyak yang melihat Vincent Liong dan saya seolah-olah kami ini "satu" orang dengan "dua" wajah dan kepala berbeda. Saya sendiri melihat bahwa Vincent dan saya memegang dua kutub ekstrim dari satu kontinuum yang sama dari perangkat alamiah yang ada di diri manusia. Vincent memegang titik ekstrim di dimensi naluriah, dan saya memegang titik ekstrim satunya lagi di dimensi intuitif. Vincent bisa begitu ekstrim dalam misinya menyebarkan penggunaan naluri secara alamiah karena saya bertahan dengan mantap di titik ekstrim yang satunya lagi, yaitu di dimensi intuitif. Dan sebaliknya, saya bisa mengembangkan penggunaan intuisi bagi begitu banyak orang karena Vincent bisa dengan mantap menempati posisinya di dimensi naluriah. So, ada energi2 yang berputar, dan bertahan, dan saling mengimbangi diantara kami berdua ini. It works like, well, always works like that. Maybe penjelasan ini rather "klenik", but I have already expressed it in as honest as possible words that I could find at this moment; without thinking,... I never think, I always write or speak instantly, spontaneously like this. To answer your question, well... I could only say that at this moment aku belum bisa sampai kesana sepenuhnya. Yang aku tahu, kalau ada sesuatu di situs2 historik itu, ... dan ada sesuatu hubungannya denganku di saat ini, maka energinya akan bisa tertarik kepadaku bahkan tanpa aku mengunjunginya. Contohnya: seorang produser di salah satu TV swasta di Jakarta tiba2 mengatakan ingin bertemu denganku minggu lalu. Kami lalu bertemu untuk ngobrol2 saja di satu cafe. Tapi, entah mengapa, mas produser itu tiba2 menceritakan secara mendetail kisah dia melakon di situs2 tertentu di Jawa Timur, suatu urutan kejadian yang sebenarnya sudah lama sekali dia lakukan. Dia menceritakah kisahnya menapak tilas situs2 di Trowulan dan Gunung Lawu pada masa mahasiswanya. Aku mendengarkan saja, dan waktu aku mendengarkan itu, energi dari situs2 keramat itu langsung masuk ke diri aku. Aku langsung tahu elemen2 apa saja yang di situs2 itu. (dari sadulur papat kita mengenal 4 elemen alam semesta: tanah, udara, air, api). Well, bahkan bisa tertangkap "kisah" dibaliknya itu. Contoh: dari uraian mas produser itu, aku akhirnya tahu bahwa Mahapatih Gajah Mada itu ternyata elemennya air. Dan ternyata penaklukan Nusantara yang dipimpin oleh Gajah Mada tidak dilakukan melalui perang melainkan, mostly, melalui hubungan antar pribadi. Gajah Mada ternyata Elemen Air. Sekarang ini, kalau seseorang memperlihatkah foto suatu situs tertentu kepadaku, aku akan bisa berbicara tanpa ujung pangkal tentang hal tersebut, sekaligus energinya tertarik ke tubuhku sendiri. Tetapi, sekali lagi tetapi, ini kan praktek ya mas... aku sendiri belum tahu ada teori yang menjelaskannya. I can only answer you with my experience. All the Best, Leo +++++++++++++ [Leo adalah alumnus UI dan PennState, seorang praktisi Psikologi Transpersonal. Untuk membuat appointment REKON MATA KETIGA please contact him at HP number: 0818-183-615. E-mail: <leonardo_rimba@ yahoo.com>. Tentang REKON MATA KETIGA, please see these links: <http://groups.yahoo.com/group/Spiritual-Indonesia/message/1046>, <http://groups.yahoo.com/group/Spiritual-Indonesia/message/1047>, <http://groups.yahoo.com/group/Spiritual-Indonesia/message/1055>. Tentang LEONARDO RIMBA, please see this link: <http://groups.yahoo.com/group/Spiritual-Indonesia/message/992>. Tulisan2 Leo dengan TOPIK MATA KETIGA bisa ditemukan di milis SPIRITUAL-INDONESIA; untuk bergabung, please click this link: <http://groups.yahoo.com/group/Spiritual-Indonesia/join>]. Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com ****************************************************** Milis Filsafat Posting : [email protected] Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ Website : http://filsafatkita.f2g.net/ Berhenti : [EMAIL PROTECTED] ****************************************************** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/filsafat/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
