Saya berjanji untuk ber-filosofi untuk nya, ... :) seorang petani 
wortel yang suka menanam jagung, yang hidup di dunia indah senang penuh 
cita (salut deh...)

Dan tentu saja, saya memulainya dengan :
anda adalah apa yang anda makan (you are what you eat).

Apakah berarti kita makan sepotong wortel, dan kita akan menjadi sebuah 
wortel ? Makan jagung, jadi jagung ? Kita makan junk food, dan menjadi 
sampah ? huehehehe...

Ini lebih terkait pada you eat what you are, orang memakan apa yang 
menjadi diri mereka. Bila tertekan sepanjang waktu, maka biasanya kita 
memberi makan perasaan tertekan dalam diri kita, yakni menyantap 
makanan dengan nilai gizi rendah. Hal ini berkaitan dengan makanan dan 
kesadaran. 

Dan untuk sahabat saya yang senang penuh cita di dunia indahnya, tentu 
saja dia memberikan makanan kepada dirinya, suatu makanan yang 
meneguhkan kehidupan, karena dia adalah kehidupan, seperti kita semua  
adalah kehidupan 
(kemarin dia mengaku baru saja menghabiskan satu gelas air 
minum. ".....nyam.nyam..segar sekali....hikz..air minum telah membantu 
saya untuk mengurangi kekeringan tenggorokan..dan membuat rileks pikiran
saya..hkhkhkh.. " begitulah pengakuannya ^_^ dia memang sangat sibuk 
mengurusi wortel dan jagung nya).

Kita memandang wortel dan jagung, semua itu adalah bukti kelimpahan, 
kelebihan dan kesuburan. Sebuah wortel di dalam tanah mengandung 
sejumlah besar bahan kimiawi kehidupan, menghasilkan gula dan rasa dari 
bumi, udara, dan air. 

Bekerjalah. Gali terus ladangmu. 
Terapkan dalam kehidupan sehari2, kesetiaanmu itu. 
Teruslah mengetuk, dan kebahagiaan di dalam pada akhirnya akan membuka 
sebuah jendela dan memandang keluar melihat siapa di sana. 

Saya mengagumi pikiran yang begitu jernih (??? meragukan, huahaha..), 
kreatif, gembira, mantap, damai. Terima kasih, virus itu menular pada 
saya. Anda adalah virus yang baik (seekor virus petani wortel yang suka 
menanam jagung :) ).

Jagung adalah tanaman yang dekat dengan manusia, memberi makanan 
kehidupan bagi manusia. Jagung adalah pertanda musim semi, yang begitu 
dinanti2kan. Jagung bahkan juga digunakan dalam upacara berkat. 
Gembira, murah hati dan sederhana. Itulah philosophy jagung. 

Dan carrot ? Carrot philosophy begitu terkenal, yang menekankan pada 
penghargaan (carrot) daripada penghukuman (stick). Memacu motivasi 
dengan memberikan penghargaan bukan penghukuman. 

Dan saya berpikir itulah sahabat saya, seorang petani wortel yang suka 
menanam jagung, dari dunia indah senang penuh cita. 

Salam dari sisc, seorang pengagum petani terutama petani wortel yang 
suka menanam jagung. Salam senang penuh cita ...... ^_^






 

 








 





******************************************************
Milis Filsafat
Posting     : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website     : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke