I only have to hear your voice
To make me feel so sure
That your love is why
I want to give it all

You are the reason
My faith in tomorrow
A Distant horizon
The one I must follow
You are the first, You are the last



--- In [email protected], as as <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Ah, Sisc, seperti halnya 
> 
> pekerja2 boleh bekerja lintas 
>  negara tanpa embel2 pungli dan aturan yang berlebihan, ekspor 
impor 
>  bisa bebas berseliweran gak mesti mengikuti aturan kepabeanan
> 
> apakah demikian juga dengan hal2 yang bisa mendera kesakralan 
faith ? 
> 
> non_sisca <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                               
>  
>  kalo bicara ekonomi, tentu saja harus ingat, 
>  manusia pertama adalah Adam, ...dan ekonom pertama ya Adam Smith
>  dengan Wealth of Nations nya
>  
>  dan jangan buru2 mengklasifikasikan seorang Adam Smith itu di luar 
>  filsafat, coz dia adalah seorang professor filsafat moral, 
weeeee... 
>  
>  Adam Smith, dalam teorinya adalah seorang liberal moralis, coz 
dalam 
>  kebebasan berekonomi yang dianggap sebagai hak asasi manusia untuk 
>  memperoleh penghidupan yang layak bagi diri nya, dia juga 
menekankan 
>  situasi kondisi moral yang seharusnya mendukung. 
>  
>  dan lebih jauh lagi, si Smith ini juga menekankan bahwa seseorang 
>  dalam mengejar kepentingan nya sendiri, dia sering kali juga 
>  mempromosikan kepentingan masyarakat (tanpa disadarinya), yaitu 
>  misalnya suatu reputasi bisnis. jadi kebebasan melakukan tindak 
>  ekonomi itu yang dilakukan dengan benar dapat memacu perkembangan 
>  moral (yang baik).
>  
>  bahkan seorang Smith juga kurang menyetujui sistem standar upah 
>  minimum, coz menurut dia itu malahan akan membatasi kenaikan upah 
>  secara alamiah, sehingga sama sekali malahan menahan pertumbuhan 
>  ekonomi yang sehat, dan notabene menghambat kesejahteraan itu 
sendiri.
>  
>  smith juga menentang 'kesenangan kotor' dan 'semangat monopoli 
yang 
>  jahat' karena biasa menciptakan masyarakat politik, yang penuh 
>  tingkah laku menjilat, memperbudak, dan menipu. 
>  
>  dan paling asyik adalah, Adam yang ini mendukung prinsip 
kemakmuran 
>  bagi seluruh dunia. coba bayangkan bila pekerja2 boleh bekerja 
lintas 
>  negara tanpa embel2 pungli dan aturan yang berlebihan, ekspor 
impor 
>  bisa bebas berseliweran gak mesti mengikuti aturan kepabeanan yang 
>  kadang 'ridiculous', sehingga setiap orang dan wilayah dapat 
>  mengembangkan potensi semaksimal masing2, potensi yang gak mubazir 
>  karena disetir aturan. 
>  
>  namun sekali lagi, kebebasan seperti ini harus bertanggung jawab, 
>  didukung sikap moral yang tinggi dari para pelaku, baik produsen, 
>  konsumen, maupun pemerintah. misalnya jangan udah jadi imigran 
>  pekerja di satu negara, eh, malahan mendatangkan ketidakamanan dan 
>  keributan di negara itu, karena issue inilah yang suka diangkat 
oleh 
>  negara2 yang kemudian membatasi kedatangan pendatang, karena 
>  pendatang itu seringkali dianggap sebagai sumber pencetus 
>  ketidakseimbangan dalam struktur sosial masyarakat yang sudah 
mapan. 
>  
>  mampu atau tidak, itu masih merupakan tanda tanya besar (???), 
>  bagaimana mewujudkan kesejahteraan bersama, dunia. 
>  
>  yang gak kalah asyiknya, kabarnya Adam Smith juga seorang 
professor 
>  linglung, beliau pernah berjalan keluar sambil melamun dengan 
memakai 
>  pakaian tidur dan baru berhenti setelah berjalan sepanjang 
beberapa 
>  mil ke luar kota. apa itu termasuk pelanggaran moral nya sendiri, 
>  yeah...mana saya tau, barangkali dia lagi memikirkan carut marut 
>  percaturan ekonomi dunia. itu kan persoalan yang berat, jadi gak 
>  heran jadi linglung.
>  
>  --- In [email protected], abusurd mufakhir <abusurd_13@> 
>  wrote:
>  >
>  > 
>  > 
>  > Manusia harus bekerja, tulis Hesiodus,
>  > 
>  > "lantaran dewa2 membuat makanan tetap tersembunyi; karena jika 
>  tidak,
>  > dengan mudah kamu akan memperolehnya dalam sehari apa yang kamu 
>  butuhkan dalam
>  > setahun" 
>  > 
>  > 
>  > 
>  > Istilah ekonomi pertama kali diperkenalkan oleh filsuf yunani 
kuno 
>  bernama
>  > Xenophon (430-354 SM), dalam karyanya yang berjudul oikonomikos. 
>  Istilah
>  > oikonomikos awalnya hanya berarti urusan tata kelola rumah 
tangga. 
>  waktu itu,
>  > walaupun kegiatan komersial terus berkembang, perdagangan dalam 
>  sistem ekonomi
>  > pasar belumlah lazim. Dan salah satu yang paling dianggap 
penting 
>  dalam
>  > oikonomikos, adalah soal efisiensi, dan unsur terpenting dalam 
>  efisiensi
>  > menurut Xenophon adalah pembagian kerja (divison of labour) dan 
>  spesialisasi.
>  > dan inilah yang kemudian mendapat perhatian khusus dalam ekonomi 
>  modern. 
>  > 
>  > Plato walaupun tidak banyak, pernah membahas tema yang berkaitan 
>  dengan
>  > kegiatan ekonomi, yang terkait kondisi ideal sebuah negara dalam 
>  menghadapi
>  > kemelut politik, ketika menyusun blueprint untuk Athena dan 
negara2 
>  kota Yunani lainnya. 
>  > 
>  > 
>  > Aristoteles dalam karyanya ethica
>  > nicomachea, melihat keadilan dalam pihak2 yang bersengketa 
menjadi 
>  prasyarat
>  > kehidupan yang baik dalam sebuah negara. dan terkait itu ia 
>  membedakan tiga
>  > jenis keadilan, komutatif, distributif dan pemulihan. Prinsip2 
>  dalam keadilan
>  > komutatif inilah yang kemudian mengatur urusan transaksi pihak2 
>  yang terlibat
>  > pertukaran. 
>  > 
>  > Dan Aristoteles memandang riba sebagai "jenis tindakan paling 
>  tercela,...
>  > mengambil keuntungan dari uang itu sedniri dan bukan dari 
>  pertukaran alami
>  > barang" dan pandangan ini ingin menjelaskan bahwa nilai ekonomi 
>  suatu
>  > barang tidak terletak pada nilai tukar (exchange value) tapi 
pada 
>  nilai guna
>  > (use 
>  > 
>  > value). Ini sangat terkait dengan prinsip2 teologis dari 
>  Aristoteles itu
>  > sendiri. Karena para filusf waktu itu banyak memandang persoalan 
>  ekonomi dari
>  > sudut pandang prinsip teologis, maka  ilmu ekonomi dianggap 
berasal 
>  dari
>  > filsafat moral dan teologi skolastik. Salah satu contohnya 
adalah, 
>  sebuah karya
>  > dari Thomas Chobham, Summa Confessorum, yang mengkaji mengenai 
>  resiko2 moral
>  > dari profesi seorang pedagang, lengkap dengan daftar dosa berat 
>  yang menjadi
>  > resikonya, seperti riba dan keserakahan. 
>  > 
>  > Dari salah satu pemikir besar Islam yang berbicara soal ekonomi 
>  adalah Ibnu
>  > Khaldun (1332-1406), pada zamannya ia sudah menunjukkan banyak 
>  persoalan2 ekonomi, seperti,
>  > dampak pembagian kerja pada produktivitas, pengaruh selera pada 
>  permintaan,
>  > dilema antara konsumsi dan akumulasi modal, serta dampak 
keuntungan 
>  pada
>  > produksi; yang akan mengisi kehidupan manusia kemudian hari. 
>  > 
>  > 
>  >  
>  > 
>  > 
>  > Gagasan2 para filsuf pada masanya mengenai
>  > ekonomi, bukanlah cara berpikir ekonomi akan tetapi cara 
berpikir 
>  filsafat
>  > moral. Dalam upaya manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya 
>  ditengah2 kondisi
>  > kelangkaan sumberdaya. Nah, menurut teman2 apa yang terjadi 
>  sekarang dengan
>  > cara berpikir kita dalam memenuhi kebutuhan hidup kita pribadi 
>  (bagi yang belum
>  > punya tanggungan) dan siapapun tanggungan kita? 
>  > 
>  > 
>  >  
>  > 
>  > 
>  > Semoga bisa menjadi diskusi yang menarik. 
>  > 
>  > 
>  > NB: Tulisan diatas diambil dari beberapa
>  > sumber. 
>  > 
>  > 
>  >  
>  > 
>  > 
>  >  
>  > 
>  > 
>  >  
>  > 
>  > 
>  > 
>  > 
>  > 
>  >        
>  > 
>  __________________________________________________________
>  ______________
>  > Moody friends. Drama queens. Your life? Nope! - their life, your 
>  story. Play Sims Stories at Yahoo! Games.
>  > http://sims.yahoo.com/
>  >
>  
>  
>      
>                                
> 
>        
> ---------------------------------
> Be a better Heartthrob. Get better relationship answers from 
someone who knows.
> Yahoo! Answers - Check it out.
>




******************************************************
Milis Filsafat
Posting     : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website     : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke