Trima kasih atas apa yang dijelaskan .. saya memahami anda atau.... Juragan Nyoya sisc .... Bila sebutan "kesombongan" yang anda kemukakan karena sebuah ungkapan atas pernyataan. Itu baru saya kurang memahami.
oke, saya tak akan mencuatkan hal itu. saya setuju dengan anda dan Juragan Nyai Sisc... Bahwa agama merupakan metode untuk menyikapi hidup yang lebih baik dan damai. Itu tataran idealnya, dan semua penganut agama pasti tak jauh berbeda. Pada realitanya, eksplorasi agama menjadi jauh dari ideal semula. dan itu perbuatan manusianya yang menganutnya. (maaf saya menggunakan bahasa kampung, yang lebih dipahami) Tindak kejahatan yang terjadi, oleh orang yang ber KTP Agama. dan itu penganutnya pula. So, apa yang tidak beres dalam hal ini ... Ini bukan masalah agama/keyakinan apa dianut oleh siapa. dan bukan juga sebuah pen-jugment-an agama. Saya ambil ilustrasi tentang apa yang saya maksud : saya melihat reklame di pinggir jalan, namun tidak terlalu jelas karena kendaraan yang saya pakai terlalu cepat. saya memandang reklame di di pinggir jalan, sangat jelas dan rinci, maka dengan sendirinya saya melihat. bila agama dinyatakan sebagai "terlihat" maka yang melihatnya manusia. dan bila agama dinyatakan pula sebagai "dipandang" maka yang memandang juga manusia. objek "melihat dan memandang" dari ini semua adalah manusia. tergantung volume melihat dan memandangnya. Melihat agama tidak sama seperti memandang agama. Memandang agama lebih dalam dan mendalami. melihat bunga tidak seperti memandang bunga. bila anda ..... atas nama Nyonya Juragan Sisc ... saya rasa tak perlu rinci menjelaskannya ... anda lebih memahami. wajar bila anda mengeluarkan kata-kata sombong. trims... Mamat Peci Buluk ----- Pesan Asli ---- Dari: as as <[EMAIL PROTECTED]> Kepada: [email protected] Terkirim: Jumat, 7 September, 2007 4:11:18 Topik: Re: [filsafat] Agama idealnya Yang disampaikan oleh Sisc bukan berkaitan dengan terlihat tetapi tak terpandang, melainkan mendefinisikan bahwa agama adalah suatu methode untuk menyikapi hidup dalam kehidupan ini. Secara identik, sebuah titik di ruang luas dapat ditetapkan letaknya dengan menggunakan koordinat Cartesian, koordinat spherical, koordinat cylindrical, koordinat sudut, atau lainnya lagi. Titiknya tetap berada di situ, hanya atributnya tergantung pada sistem yang dianutnya. Demikian juga manusia. Manusianya ya itu2 saja, dia boleh punya agama apapun yang akan ia anut, tak seorangpun berhak memberikan judging apakah ia benar atau salah dalam keberagamaannya itu. Demikian juga tidak perlu dinyatakan bahwa ia terlihat, tetapi tak dapat dipandang.. Terlalu sombong orang yang berpandangan demikian. Mamat Peci Peci <mamat_peci_buluk@ yahoo.co. id> wrote: agama itu idealnya adalah suatu trik yang dapat membantu kita untuk mencintai kehidupan agar hidup dengan lebih baik. Juragan Nyai Sic .... sungguh benar. tapi ..... kenyataannya ........... seperti itulah : Apa yang terlihat tidaklah seperti yang dipandang. dan apa yang dipandang, sudah pasti terlihat. sesepuh negeri atas angin ----- Pesan Asli ---- Dari: non_sisca <[EMAIL PROTECTED] co.in> Kepada: [EMAIL PROTECTED] s.com Terkirim: Selasa, 4 September, 2007 1:34:09 Topik: [filsafat] Re: Moyang kita dari Neraka, bukan Sorga. silahkan bang, cola plus spagethi, jangan makan filsafat aja, huahahahaha. ... pemujaan rasionalisasi yang meng-implikasikan revolusi peradaban kelihatannya nyaris berhasil meruntuhkan pilar2 otorisasi keagamaan. memang terasa sangat postmodernis bila tiba2 secara aktual kita tidak lagi membutuhkan akar identitas, stabilitas, atau suatu sumber. yang lebih suka tanpa identitas, seorang nihilis. setiap tindakan dalam kehidupan dibolehkan oleh prinsip yang mempunyai pengaruh langsung terhadap hasil dan tujuan akhir kita. namun bagaimanapun kita tahu, jika kita mengetahui segala sesuatu, bahwa tidak ada yang secara rasional dapat menertibkan skema benda2 yang ada di luar sana. agama itu idealnya adalah suatu trik yang dapat membantu kita untuk mencintai kehidupan agar hidup dengan lebih baik. salam, sisc --- In [EMAIL PROTECTED] s.com, Mamat Peci Peci <mamat_peci_buluk@ ...> wrote: > > tentang neraka dan surga > > ketika tuhan ternihilkan, > maka tidak ada dosa dan pahala > pada saat bersamaan tidak ada siksaan dan kenikmatan > apa yang di siksa dan dimana disiksa? > kenikmatan apa yang di dapat, dan di mana kenikmatan itu. > karena tuhan yang menciptakan keduanya kini telah ternililkan. > > Benar apa yang dikatakan oleh Juragan ..... (sapa tuh)... > Sorga dan neraka hanya .... > dan sebuah manifestasi dari ketidakberdayaan . > > ketika filsafat ketuhanan tereliminasi oleh post .... > di mana kata-kata, bahasa dan tanda menjadi maskot > sungguh ..... neraka dan surga > bisa di katakata, dibahasa dan ditanda > > ketika disbutkan "neraka" > struktur apa yang membias darinya.. > sebuah siksaan kah, kondisi depresi, iklim yang amat panas, > kekejaman dunia, kesulitan yang bertubi-tubi, atau .... > > apa "struktur" yang kita pahami ketika kita mendengar > "hidup ini bagai neraka" > "waduh... nih panas dah kae di neraka " > > Ketika, Q mengajarkan anak-anak tentang ketuhanan > Q mengatakan. " Neraka lebih abang sukai, ketimbang Surga" > "Mengapa demikian bang" > "Lalu apa manfaatnya kita ibadah" > "yang kita harapkan selama ini kan surga" > "semua yang kita lakukan hanya untuk surga" > "abang dah gila, kali ya" > "kebanyakan makan filsafat tuh" > > Ah ..... mereka benar, mereka tdak salah .... > mereka pantas mencibirku ..... > Q hanya nyengir sambil garuk-garuk kepala dibalik peciku yang semakin buluk. > > (1) ah ..... adam dan hawa aja ga betah di surga, apalagi Q... pikirku. > mungkin mereka "kepanasan bagai di neraka". > jadinya pengen turun ke bumi. > mungkin itu. > > (2) Atau memang benar nenek moyang kita dari neraka > karena jutaan taon yang lalu, bumi ini "panas bagai neraka" > > (3) Lingkungan yang sangat keras > dan berhadapan dengan species yang sangat ganas. > gelombang kelelelahan dan ketidakberdayaan yang dihadapi nenek moyang kita > untuk tetap survive sebagai species, seperti ungkapan "hidup bagai neraka" > > Semoga semuanya benar,,,,, dan semoga semuanya Salah ... > > DEMI PARA FILOSOF YANG AGUNG > berilah aku sepiring spageti .... dan segelas es cola > perut ini panas banget seperti neraka .... > > (wah neraka di perut) > > > > > > > > > > > > > > ____________ _________ _________ _________ _________ ________ > Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers. yahoo.com/ > Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers Boardwalk for $500? In 2007? Ha! Play Monopoly Here and Now (it's updated for today's economy) at Yahoo! Games. <!-- #ygrp-mkp{ border:1px solid #d8d8d8;font-family:Arial;margin:14px 0px;padding:0px 14px;} #ygrp-mkp hr{ border:1px solid #d8d8d8;} #ygrp-mkp #hd{ color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:bold;line-height:122%;margin:10px 0px;} #ygrp-mkp #ads{ margin-bottom:10px;} #ygrp-mkp .ad{ padding:0 0;} #ygrp-mkp .ad a{ color:#0000ff;text-decoration:none;} --> <!-- #ygrp-sponsor #ygrp-lc{ font-family:Arial;} #ygrp-sponsor #ygrp-lc #hd{ margin:10px 0px;font-weight:bold;font-size:78%;line-height:122%;} #ygrp-sponsor #ygrp-lc .ad{ margin-bottom:10px;padding:0 0;} --> <!-- #ygrp-mlmsg {font-size:13px;font-family:arial, helvetica, clean, sans-serif;} #ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;} #ygrp-mlmsg select, input, textarea {font:99% arial, helvetica, clean, sans-serif;} #ygrp-mlmsg pre, code {font:115% monospace;} #ygrp-mlmsg * {line-height:1.22em;} #ygrp-text{ font-family:Georgia; } #ygrp-text p{ margin:0 0 1em 0;} #ygrp-tpmsgs{ font-family:Arial; clear:both;} #ygrp-vitnav{ padding-top:10px;font-family:Verdana;font-size:77%;margin:0;} #ygrp-vitnav a{ padding:0 1px;} #ygrp-actbar{ clear:both;margin:25px 0;white-space:nowrap;color:#666;text-align:right;} #ygrp-actbar .left{ float:left;white-space:nowrap;} .bld{font-weight:bold;} #ygrp-grft{ font-family:Verdana;font-size:77%;padding:15px 0;} #ygrp-ft{ font-family:verdana;font-size:77%;border-top:1px solid #666; padding:5px 0; } #ygrp-mlmsg #logo{ padding-bottom:10px;} #ygrp-vital{ background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;padding:2px 0 8px 8px;} #ygrp-vital #vithd{ font-size:77%;font-family:Verdana;font-weight:bold;color:#333;text-transform:uppercase;} #ygrp-vital ul{ padding:0;margin:2px 0;} #ygrp-vital ul li{ list-style-type:none;clear:both;border:1px solid #e0ecee; } #ygrp-vital ul li .ct{ font-weight:bold;color:#ff7900;float:right;width:2em;text-align:right;padding-right:.5em;} #ygrp-vital ul li .cat{ font-weight:bold;} #ygrp-vital a{ text-decoration:none;} #ygrp-vital a:hover{ text-decoration:underline;} #ygrp-sponsor #hd{ color:#999;font-size:77%;} #ygrp-sponsor #ov{ padding:6px 13px;background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;} #ygrp-sponsor #ov ul{ padding:0 0 0 8px;margin:0;} #ygrp-sponsor #ov li{ list-style-type:square;padding:6px 0;font-size:77%;} #ygrp-sponsor #ov li a{ text-decoration:none;font-size:130%;} #ygrp-sponsor #nc{ background-color:#eee;margin-bottom:20px;padding:0 8px;} #ygrp-sponsor .ad{ padding:8px 0;} #ygrp-sponsor .ad #hd1{ font-family:Arial;font-weight:bold;color:#628c2a;font-size:100%;line-height:122%;} #ygrp-sponsor .ad a{ text-decoration:none;} #ygrp-sponsor .ad a:hover{ text-decoration:underline;} #ygrp-sponsor .ad p{ margin:0;} o{font-size:0;} .MsoNormal{ margin:0 0 0 0;} #ygrp-text tt{ font-size:120%;} blockquote{margin:0 0 0 4px;} .replbq{margin:4;} --> ________________________________________________________ Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/
