The As as phenomenon

Kenapa saya ada didunia?

Saya ada didunia, adalah melanjutkan hidup saya yang panjang, hidup panjang roh 
saya , roh saya yang ada semenjak universe ini ada. Saya berada di dunia, 
dengan menaiki badan saya sekarang. Badan saya sekarang, yang fana, disediakan 
oleh bumi tempat tinggal saya sekarang.


Apa makna hidup ?

Makna hidup bagi saya, sangat berarti untuk saya. Saya harus mengisinya dengan 
kebaikan. Saya akan mendapatkan kebaikan juga akibatnya, yang akan menjadi 
modal yang sangat berarti pada kehidupan saya kemudian, ialah kehidupan yang 
akan saya teruskan, sesudah selesai di bumi yang sekarang ini.

.
SETIAP ORANG PASTI MATI DAN

Yang mati adalah cuma raga, yang saya naiki ketika berada di dunia ini. Saya, 
tidak pernah mati. Saya akan tetap hidup di hari kemudian, di yaumil akhiri. 
Saya akan mendapatkan lagi raga di kehidupan saya di yaumil akhiri.


Apa yang terjadi setelah kematian?

Yang mati cuma kendaraan yang saya naiki, raga, dikembalikan ke bumi.
Saya akan tetap hidup di dimensi baru, dengan modal yang saya dapatkan pada 
waktu saya hidup di bumi sekarang itu. 

Sebelumnya, saya dan Tuhan akan melihat record pada memory saya, kebaikan akan 
dibalas dengan kebaikan oleh Tuhan, yang disebut dengan pahala. Saya akan 
memperoleh kebahagiaan dengan modal kebaikan yang saya tanam di bumi sekarang 
ini.

Keburukan yang diperbuat, juga akan memperoleh akibatnya, ialah derita yang 
akan  dialami di dimensi baru di yaumil akhiri. 

Apakah dunia ada dengan sendirinya 
 atau ada yang menciptakan ?

Hal itu akan saya ketahui setelah saya bertemu kembali dengan Tuhan. Tuhan akan 
menjelaskan. Bila kehidupan demi kehidupan yang saya lalui dari dimensi ke 
dimensi, ternyata sudah tidak ada lagi keburukan, maka saya akan diterima 
bersama Tuhan, bersatu dengan Tuhan, dan bertugas untuk semakin memperbaiki 
universe ini.

Bila ternyata hanya keburukan terus yang terulang, maka akan sukar melanjutkan 
ke jalan Tuhan, ke shirotol mustaqim. Maka akan bergabung dengan grup syaithon, 
dan akan selalu berusaha merusak segala sisi dari universe ini.


Bagaimana mejalankan hidup (moral/etika) ?

Manusia ketika akan hidup di bumi ini, sudah bertemu dengan Tuhan, dan diajari 
Tuhan sehingga mengetahui apa baik, apa akibatnya. Roh sudah diberikan fitroh 
agar selalu berbuat baik, berkecenderungan berbuat naik.

Maka moral/etika yang baik cenderung untuk diperjuangkan ketika manusia hidup 
di bumi ini..

APA itu baik-buruk

Perbuatan baik akan mendorong ke bersatunya roh manusia dengan Tuhan.
Perbuatan buruk akan mendorong bersatu dengan syaithon.

APA HALAL DAN HARAM

Halal adalah yang boleh dikerjakan, yang mendorong ke perbuatan baik.
Haram adalah sebaliknya.

DOSA DAN PAHALA
 
Dosa adalah akibat berbuat buruk.
Pahala adalah akibat berbuat baik.


 tidak mungkin di jawab dengan mengggunakan
 rasional belaka ?

Hihihi, itu semua adalah hasil olah akal, akal yang dikaruniakan oleh Tuhan.

 Filsafat tidak bisa menjawab persoalan metafisika

Itu pendapat yang pesimistis, dan terlalu sombong, macem Fir'aun. Hihihi .

kecuali orang itu berdusta tentang hal yang
 ghoib. 
 
Hihihi lagi, ente terlalu prejudice, bukan melaksanakan ajaran Rasulullah.

kita tidak tahu apa yang akan terjadi esok

Kenapa pula harus tau ? Hihihi lagi.


Tidak kita tidak tahu 
 kita akan hidup sampai kapan
 dimana kita mati

Sewaktu kita hidup, itu non of our business
Our business cuma : berbuat baik

penyakit apa yang kelak menimpa kita

Itu dapat diantisipasi, kalau mampu.

Apa kita beruntung atau celaka
 
Itu kita sudah tau ketika bersama Tuhan ketika janji2an dengan Tuhan ketika 
kita akan hidup di bumi ini. Jadi, cukup jalani saja. Itu akan menjadi latar 
belakang dalam kita berbuat baik di bumi ini.

Semua itu ghoib begitu pula berita 
 tentang apa yang akan terjadi setelah kematian
 tidak ada yang tahu
 kecuali dengan berita dari wahyu
 

Orang yang tidak pernah mengolah akal yang dikaruniakan oleh Allah, memang tak 
bakalan mampu tahu.


 jadi akal tidak mampu menjawab ini semua
 kecuali dengan cara mengada-ngada
 itu saja.

Yang suka meng-ada2  itu adalah ulama o'on bin bahlul.

qalam26 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                               AKAL SAMA 
sekali tidak terlarang dan juga segala produknya yang baik
 dan tentu untuk apa anda melarang saya 
 menggunakan teknologi
 
 Anda tidak menyimak tulisan saya
 anda tidak FOKUS pada tema yang
 saya bicarakan
 
 Bahwa pertanyaan yang bersifat eksistensional
 
 seperti :
 kenapa saya ada didunia?
 Apa makna hidup ?
 SETIAP ORANG PASTI MATI DAN
 Apa yang terjadi setelah kematian?
 APakah dunia ada dengan sendirinya 
 atau ada yang menciptakan ?
 Bagaimana mejalankan hidup (moral/etika) ?
 APA itu baik-buruk
 APA HALAL DAN HARAM
 DOSA DAN PAHALA
 
 tidak mungkin di jawab dengan mengggunakan
 rasional belaka
 Filsafat tidak bisa menjawab persoalan metafisika
 kecuali orang itu berdusta tentang hal yang
 ghoib. 
 
 kita tidak tahua apa yang akan terjadi esok
 Tidak kita tidak tahu 
 kita akan hidup sampai kapan
 dimana kita mati
 penyakit apa yang kelak menipa kita
 Apa kita beruntung atau celaka
 
 Semua itu ghoib begitu pula berita 
 tentang apa yang akan terjadi setelah kematian
 tidak ada yang tahu
 kecuali dengan berita dari wahyu
 
 jadi akal tidak mampu menjawab ini semua
 kecuali dengan cara mengada-ngada
 itu saja.
 
 
     
                               

       
---------------------------------
Be a better Globetrotter. Get better travel answers from someone who knows.
Yahoo! Answers - Check it out.

Kirim email ke