makasih, sama2 belajar pak, 
salam, sisc 


--- In [email protected], "kaban_03" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> bagus sekali pemaparannya
> --- In [email protected], "non_sisca" <non_sisca@> wrote:
> >
> > 
> > 
> > According to tradition, Mohammed said, 
> > "the first thing which God created was reason."
> > 
> > Abu Bakr al-Razi (850-923), 
> > for him it was only in the pursuit of philosophy 
> > that man could improve his lot :
> > "whoever makes an effort and busies himself with study and 
research 
> > has set out on the way of truth.
> > Indeed, the souls of men can be purged from the mud and darkness 
of 
> > this world and saved for the world to come only by the study of 
> > philosophy."
> > 
> > Aristotle's logic of demonstration, according to Al-Farabi, 
provides 
> > the key to the philosophical understanding of the universe which 
> > springs from the study of physics and metaphysics, ....
> > There is one universal religion, but many forms of symbolic 
> > representation of ultimate truth, which may differ from land to 
land 
> > and from nation to nation. 
> > There exists only one true God for the philosophical mind, but He 
has 
> > different names in different religions. 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > --- In [email protected], qalam26 <no_reply@> wrote:
> > >
> > > KEDUDUKAN WAHYU DAN AKAL
> > > 
> > >   Manusia adalah mahluk yang memiliki akal. kecerdasan akal 
> > > manusialah yang telah menempatkan manusia pada posisi yang 
mulia di 
> > > dunia dibandingkan dengan hewan dan tumbuhan. Dengan kemampuan 
akal 
> > > inilah manusia dapat mengembangkan ilmu alam dan teknologi. 
Namun 
> > > akal tidak serta merta mampu membuat manusia memahami hakikat 
> > > eksistensinya. Hakikat eksistensi manusia tidak dapat di capai 
> > dengan 
> > > menggunakan refleksi dan perenungan rasional semata. 
> > >   Hikmah dibalik eksistensi manusia didunia tidak pernah bisa 
> > > difahami dan dicapai dari penalaran rasional belaka dan 
imajinasi 
> > > hawa nafsu, oleh karenanya manusia seringkali tersesat dalam 
> > memahami 
> > > fenomena alam seperti gunung matahari dan bulan yang mereka 
anggap 
> > > sebagai sesembahan dan tuhan. Mungkin saat ini manusia 
menyembah 
> > > Materi (uang, Harta, Sex dan kekuasaan).
> > > Manusia juga tersesat dalam memaknai posisi dan kedudukannya 
> > dirinya 
> > > didunia, ia beranggapan bahwa dunia hanyalah untung-rugi 
material, 
> > > tujuan menghalalkan cara, yang kuat yang bertahan yang lemah 
> > > terseleksi oleh alam, hak ada dalam kekuasaan, Tujuan hidup 
adalah 
> > > kehendak berkuasa, hidup adalah mencari kenikmatan. Sekali lagi 
> > semua 
> > > ini tidak memiliki dasar apapun kecuali hawanafsu manusia yang 
> > > dikokohkan oleh akal. 
> > > Akal merupakan ciptaan tuhan,  karena tidak mungkin keteraturan 
> > yang 
> > > amat mendetail hingga tingkat matematis dari hukum alam itu ada 
> > > kecuali dengan adanya tuhan sebagai pencipta dan pengatur 
sekalian 
> > > alam beserta hukum-hukumnya.
> > > 
> > >  Manusia tidak menciptakan dirinya sendiri dan tidak tercipta 
dari 
> > > ketiadaan
> > > 
> > > 35. Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun ataukah mereka 
yang 
> > > menciptakan (diri mereka sendiri)?
> > > 
> > > Hakikat dari eksistensi manusia hanya dapat difahami dengan 
> > > perantaraan wahyu dari tuhan (Alloh.SWT). Filsafat yang dibuat 
oleh 
> > > manusia sebagi upaya pencarian makna dan hikmah dari eksistensi 
> > > manusia tidak akan mencapai suatu kepuasan dan ketetapan hati, 
> > karena 
> > > akal tidak berfungsi untuk menetapkan hukum dan penetapan makna 
> > hidup,
> > >  yang berhak menentukan hukum dan makna hidup adalah tuhan dan 
> > tuhan 
> > > tidak membiarkan ciptaannya itu hidup tanpa di beri petunjuk 
> > (wahyu).
> > >   
> > > 56. dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya 
> > mereka 
> > > mengabdi (menyembah) kepada-Ku.
> > > 
> > > Manusia dan akalnya diciptakan oleh tuhan untuk menjalankan 
> > syariat, 
> > > hukum dan mengibadahi tuhan. Dan tidak perlu lagi manusia 
membuat-
> > > buat makna dan hukum selain yang telah ditetapkan oleh alloh. 
Akal 
> > > diciptakan oleh tuhan agar manusia dapat memahami Wahyu dan 
bukan 
> > > untuk menentang dan menandingi wahyu. 
> > >   Salah satu produk akal adalah filsafat, pada batas-batas 
> > > tertentu filsafat mungkin berarti, tapi filsafat sebagai bentuk 
> > > pencarian eksistensi kehidupan manusia secara umum dan mutlak 
> > adalah 
> > > suatu bentuk kesalahan. Karena makna hidup tidak dapat difahami 
> > oleh 
> > > akal yang terlepas dari bimbingan wahyu dan petunjuk alloh. 
> > > Katakan siapa yang lebih memahami akan hakikat dan makna hidup ?
> > > apakah manusia? Alam ?
> > > Atau Pencipta manusia dan Alam yang selalu mengawasi manusia 
diatas 
> > > langit?
> > > Apakah mahluk yakni akal dapat menghakimi tuhan sebagai 
pencipta 
> > > dirinya? 
> > >  
> > > 4. Dia telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia 
menjadi 
> > > pembantah yang nyata.
> > > (An-Nahl: 4)
> > > 
> > >   Itulah sebuah tragic dimana mahluk yang berasal dari air yang 
> > > hina (mani), lalu mencoba melawan tuhan dengan akal yang juga 
> > > ciptaannya? Sungguh ironis...
> > > Kadang aku melihat filsafat sebagai upaya perlawanan manusia 
> > terhadap 
> > > tuhan, yakni dengan mengklaim bahwa akalnya dapat mencapai 
> > kebenaran 
> > > dan esensi dari eksistensi tanpa bimbingan tuhan (wahyu/Al-
quran). 
> > >   Lalu sebuah kesombongan besar dari manusia dengan mengatakan 
> > > bahwa rasio adalah pusat dari keberadaannya (RASIONALISME), dan 
> > > menjadi tolak ukur dari segala sesuatu.. yakni moral, etika dan 
> > hukum.
> > >  Sekali lagi semua itu adalah sebuah kesombongan manusia, ia 
> > > menganggap dirinya serba cukup 
> > >   
> > > 6. Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas,
> > > 7. karena Dia melihat dirinya serba cukup. (al-Alaq 6-7)
> > > 
> > >   Manusia telah melampaui batas karena menganggap akalnya dalam 
> > > bentuk filsafat itu  cukup dan mampu mencapai kebenaran tanpa 
ada 
> > > bimbingan dari Alloh. Atau ia melampaui batas karena ia telah 
> > > menggagap wahyu dari tuhan ini tidak sempurna sehingga ia perlu 
> > untuk 
> > > mencari-cari lagi akan kebenaran dan makna hidup dari yang 
diluar 
> > > wahyu yakni akalnya (filsafat). 
> > >   Tuhan menciptakan akal bukan untuk menentang dan menyerang 
> > wahyu 
> > > atau menciptakan aturan hukum sendiri yang terlepas dari 
petunjuk 
> > > tuhan (wahyu). Tapi akal diciptakan Tuhan agar manusia manusia 
> > mampu 
> > > memahami dan menjalankan aturan dan hukum yang ada didalam 
wahyu 
> > > tersebut. 
> > >   Sungguh filsafat adalah jalan panjang yang gelap, rumit dan 
> > > berliku-liku sangat mengerikan dimana kita terjebak dalam 
sebuah 
> > > imajinasi dari penulis yang tidak berujung pangkal, mengapa 
kita 
> > > tidak mencari jalan yang mudah yakni ISLAM DAN SUNNAH.
> > >
> >
>




******************************************************
Milis Filsafat
Posting     : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website     : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke