--According to tradition, Mohammed said, "the first thing which God created was reason." (non-sisc)--
Akal pertama yang tercipta adalah pena. Karena akal pertama tercipta melalui pena, ia mencari melalui realitasnya sendiri suatu tempat bagi efektivitasnya untuk menulis. Maka timbullah lembaran yang terjaga, yaitu jiwa. Jadi lembaran adalah benda eksisten pertama yang muncul dari sesuatu yang tercipta, sebab ia muncul dari pencarian yang hidup di dalam pena. Bentuk penerimaan Akal dari Tuhan adalah pengungkapan diri Yang Maha Pengasih. (Sachiko Murata) "Reason" yang diterjemahkan sebagai akal oleh sachiko dimetaforkan dalam bentuk pena yang mencari media penulisannya. Maka lembaran yang kemudian menjembatani dirinya dengan kehendak Tuhan tercipta dalam bentuk jiwa. Akal dan jiwa adalah dua yang saling mengisi dan bersama mereka menulis sejarah hidupnya. Kebersamaan mereka menjelma sebuah jagad yang baik dalam lingkup jagad besar (universe/ makro kosmos) maupun jagad kecil (diri/ individu/ mikro kosmos), akan selalu dihadapkan pada serangkaian kemungkinan sekaligus kemutlakan. Karenanya, akal adalah substansi sementara jiwa adalah aksiden yang datang setelahnya. Meskipun demikian jiwa adalah substansi bagi segala yang tercipta setelah mereka berdua dipersatukan. Namun ada satu aspek yang luput dari bahasan, yaitu ruh. Jiwa adalah hamparan yang diberikan untuk akal tapi ruh ditiupkan hanya oleh Dia yang satu-satunya ada. keberadaan ruh akan selalu mengarah pada awal penciptaannya. Secara vertikal langsung menghadapkan wajahnya. Selamanya ruh akan mencari Tuhan. Dia tak memiliki pilihan lain. Karenanya sungguh bohong orang yang meyakini ketiadaan Tuhan. pertama ia harus jujur kepada dirinya sendiri untuk menemukan Tuhan dan biarkan ruhnya mencari jalan pulang. ada suatu saat ketika ruh ditiupkan. lembah alastu tempat para ruh menjabat tangan Tuhan dan bersaksi bahwa hanya Ia yang berhak mengatur mereka (para ruh) "Alastu bi robbikum ? Balaa syahidna" Ruh selalu merindukan Tuhan karena ia tak mengalami tahapan penciptaan seperti jiwa. Akal pun sebagai ciptaan pertama pada akhirnya akan menggiring penggunanya pada keberadaan Tuhan. Sementara jiwa memberikan dirinya pada tatanan yang mungkin menjadi jalan menuju kebenaran. Tapi jiwa sangat tergantung pada latar belakang apa yang diserapnya dari sang akal, karenanya kadang jiwa tak bisa lepas dari ke-akuan dan sifatnya yang lekat pada dunia (jagad) Wallahu a'lam ****************************************************** Milis Filsafat Posting : [email protected] Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ Website : http://filsafatkita.f2g.net/ Berhenti : [EMAIL PROTECTED] ****************************************************** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/filsafat/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
