Kopitalista:,½ Merugilah kamu jika tak menjadi kekasihku wahai Semesta...½
Semesta, ½ Kamu yang merugi jika tak menyadari bahwa aku adalah kekasihmu yang abadi, wahai Kopitalista...½ Kata si Semesta sambil merangkul bahu si Kopitalista... Kopitalista, ½Atas dasar apa pengakuanmu itu?...½ Semesta lalu berbisik ½Ssst, tidakkah kamu lihat wahai Kopitalista... Untuk apa orang-orang itu memperbudak tubuhnya dengan ritual-ritual seragam? Untuk apa pula mereka rantai benaknya sendiri dengan belenggu- belenggu berupa simbol-simbol atas nama sejarah dan masa lalu? ... Itu mereka lakukan karena mereka belum tahu cara memikat aku jadi kekasih mereka... Bukankah kamu selalu mendapatkan apa yang kamu inginkan, meski tanpa ritual-ritual itu? Tanpa belenggu-belenggu itu?... ½ Kopitalista, ½Masih ada hal yang saya inginkan dan belum tercapai...½ Semesta, ½Apa itu?... ½ Kopitalista, ½Bagaimana agar mereka juga bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan tanpa ritual-ritual dan tanpa belenggu-belenggu itu?... Saya muak dengan diare verbal pedagang kata-kata masa lampau dari Arab maupun Yunani dan menjadikan manusia-manusia membebek hingga sebuah bangsa besar lupa siapa dirinya... Mengapa para Pedagang itu tak pergi saja ke Arab atau Yunani untuk berdagang, disana?...½ Semesta, ½Hehehe... Elo ngaco abis dah !... Itu bukan urusanmu, tauk?... Lanjutkan saja hobbymu terkekeh-kekeh sambil mentertawakan peradaban dan kepintaran-kepintaran artifisial-simbolik itu, wahai Kopitalista... Toh kamu tak sendirian, banyak temanmu, dan kamu juga tak milih-milih apakah mereka itu ikut ritual-ritual itu atau nggak, ya to?... Itu salah satu bukti juga bahwa aku adalah kekasihmu, bukan begitu?½ May Fun be with you Tuhantu http://hole-spirit.blogspot.com <http://hole-spirit.blogspot.com/> *) Pappasang pasang ri anging: Pesan kepada angin, dahulu kala merupakan bait-bait puisi yang berisikan mantra-mantra tentang kerinduan seorang lelaki di perantauan kepada kekasihnya...
