Energi Dan Doa
Ada satu pertanyaan dalam diri tentang kegagalan yang menimpa diriku "Aku
sudah berusaha membanting tulang, dan berdoa siang dan malam tapi kenapa
Tuhan belum berkenan mengabulkan doaku, kenapa ini bisa terjadi?",
pertanyaan ini kerap muncul dalam benakku.
Ada satu pendapat baru yang ditulis dalam buku bahwa kesuksesan itu
tergantung energi, doa adalah energi demikian kesimpulannya.
Menurut Jim Loehr & Tony Schawrz dalam buku "The Power of Full Engagement
"Energilah faktor utama tingginya kinerja, bukan waktu". Sementara itu Dr.
Robert Anthony dalam bukunya "Law Of Attraction (LOA) dan Quantum
Physics" berpendapat bahwa doa adalah merupakan energi, dijelaskan oleh
rekan Adhi Susilo sbb:
Pengertian LOA: " You attract to your life whatever you give your
attention, focus and energy to, whatever wanted or unwanted". Kapan LOA
berlaku? Jawab: Setiap SAAT. Semua hal adalah berupa "kuanta"/energi dg
frekwensi tertentu. Kwanta/energi ini dapat saling mempengaruhi, Thought is
motion energy (yang kita bayangkan, katakan, persepsikan, emosikan, adalah
ENERGI yang bergerak, terkirimkan ke "alam semesta").
Dari sini, saya berpendapat, doa-pun juga energi dan sebenarnya setiap saat
kita berdoa (tanpa kita sadari), walaupun secara informal.
-o0o-
Dari dua pandangan diatas (sejujurnya saya belum baca bukunya, ini hanya
opini saya saja yang kebetulan ter-trigger), saya berkesimpulan bahwa ada
dua energi, yaitu energi positip dan energi negatip yang ada di dunia ini.
Yang termasuk energi negatif adalah sifat destruktif, dan sebaliknya yang
termasuk energi positif adalah sifat-sifat positip, doa termasuk di
dalamnya. Kehidupan kita dipengaruhi dengan energi ini.
Ringkasnya :
Kehidupan kita - > pengaruh mentalitas sikap (Character/sifat) - >
Positip - > Sukses Secara Positip
Sebaliknya :
Kehidupan kita - > Pengaruh mentalitas sikap (Character/Sifat) -> Negatip->
Tidak sukses
Sayang sekali biasanya kita sering terjebak menilai sukses adalah dipandang
dari sudut materi, karena urusan materi yang terjebak dalam ruang dan
waktu, memungkinkan dibahas dengan logika, sementara hakikat "kesuksesan"
bisa juga dibahas dalam ruang spiritual. Malah dianjurkan untuk menilai
sesuatu dari dua kutub baik material maupun spiritual. Karena terkadang ada
hikmah yang tersembunyi di dalamnya.
Lalu bagaimana dengan doa yang tak terkabulkan?
Andaikan uraian diatas saya kategorikan dengan bahasan psychology, maka
untuk membahas masalah doa yang tak terkabul, cukuplah disebut "gagal" dan
tamat, efek dari kegagalan ini apabila kita tidak rela menerimanya
kita menjadi meradang dan kecewa.
Sekarang saya mencoba membuka dari tatanan keagamaan, karena hanya dengan
sarana itu kita bisa membuka rahasia dibalik peristiwa. Di dalam agama
Islam khususnya, keberhasilan manusia tidak diukur dari kwantitas harta ,
tetapi dari keimanan.
Bagaimana proses dikabulkannya doa menurut agama Islam? Doa akan
dikabulkan oleh Allah apabila kita mohon dengan sepenuh hati (khusyu),
ikhlas dan rendah hati (tawadlu), dan ada perasaan yakin akan dikabulkan
oleh-Nya.
Ketika doa tidak dikabulkan, orang-orang tidak menyadari tentang rahasia
ini, mereka mengira bahwa Allah tidak mendengar doa mereka. Sesungguhnya
hal ini merupakan keyakinan orang-orang yang sesat, karena "Allah itu lebih
dekat kepada manusia daripada urat lehernya sendiri." (Q.s. Qaf: 16). Dia
Maha Mengetahui perkataan apa saja yang diucapkan, apa saja yang
dipikirkan, dan peristiwa apa saja yang dialami seseorang. Allah adalah
Yang menciptakan segala sesuatu. Oleh karena itu, kapan saja seseorang
berdoa kepada Allah, ia harus menyadari bahwa Allah akan menerima doanya
pada saat yang paling tepat dan akan memberikan apa yang terbaik baginya.
Hanya saja apa-apa yang terbaik bagi Allah, belum tentu nampak terbaik bagi
kita. Maka jangalah mengatakan: "Allah tidak mengabulkan doa kami."
Konsep doa yang dikabulkan harus difahami sebagai janji-Nya yang pasti akan
dipenuhi sesuai dengan kehendak-Nya. Pengabulan itu ada kalanya di dalam
dunia dan ada pula di akhirat. Jika yang dipinta sesuai dengan
kehendak-Nya, maka akan diberikannya segera, tetapi bila permohonannya
tidak seiring dengan kehendak-Nya maka sebagai gantinya, Ia akan memberikan
sesuai dengan kehedak-Nya sebagai alternatif yang tepat untuk dirimu
dari-Nya. Hal ini-pun, jika Ia berkenan atas pintamu. Yang jelas Ia tidak
pernah menyalahi janji-janji-Nya.
Gelora jiwa yang terasa pada diri kita adalah rahmat-Nya. Terkadang kita
benci terhadap sesuatu yang tak seirama dengan nafsu kita, padahal
sebenarnya itu baik buat kita. Begitu pula sebaliknya, apa yang kita cintai
belum tentu baik untuk kita, bahkan merusak lahir dan batin kita.
Sebagaimana firman-Nya yang menyatakan : "Boleh jadi kamu membenci
sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai
sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak
mengetahui". (QS. Al-Baqarah Ayat 216).
Jadi, yang paling klop, bekerjalah dan jangan lupa berdoa kepada Allah Yang
Memberi Kehidupan. Kemudian tentang hasilnya serahkan saja kepada Nya,
kita tinggal tunggu... dan ridho atas apapun hasilnya.
Salam,
Http://ferrydjajaprana.multiply.com