Konon katanya ada dua macam manusia yang hidup di dunia ini.
1. Manusia yang hidup untuk mengisi waktu
2. Manusia yang hidup mengejar cita-cita

Manusia pertama akan mencari cara untuk bisa mapan dan sedapat 
mungkin menikmati hidupnya. Konsekwensinya adalah dia harus terus 
berupaya memenuhi kebutuhan-kebutuhan fisiknya yang tidak habis-
habis. Karenanya, pekerjaan menjadi keharusan untuk dapat memenuhi 
kebutuhannya pada uang.

Manusia kedua melihat waktu sebagai kenisbian. Ia tidak berhenti 
pada titik kemapanan. Ia tahu apa yang dilakukannya, mengapa ia 
melakukannya dan menolak untuk menjadi robot yang hanya diukur 
melalui kacamata produktifitas.



--- In [email protected], abusurd mufakhir <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> Pekerjaan oh pekerjaan....
> 
> Marx mengatakan bahwasanya permasalahan yang akan dihadapi oleh 
manusia dalam kaitannya dengan pekerjaan yang dikelola oleh sistem 
kapitalisme adalah keterasingan si manusia tersebut dari 
pekerjaannya sendiri, dia sudah tidak mengenal lagi dengan baik apa 
yang dia kerjakan, untuk apa ia mengerjakan itu, dan yang paling 
fatal adalah dia sudah tidak bisa lagi menikmati apa yang dia 
kerjakan, baik itu sebagai minat atau bakat sehingga dia bisa 
mengembangkan pikiran dan intuisi-nya ketika sedang menjalankan 
pekerjaan tersebut. Dengan kata lain, manusia semakin lari dari apa 
yang dia ciptakan, karena memang apa yang dia ciptakan bukan lagi 
miliknya. Semua manusia pada dasarnya ingin lari dari jenis 
pekerjaan seperti ini, namun tidak bisa! karena dia membutuhkan uang 
sebagai upah dari nilai yang ia ciptakan untuk memenuhi kebutuhan 
hidupnya. 
> 
> Apa yang Marx dulu bilang sebagai gejala, kini menurut saya sudah 
menjadi realitas yang menggurita, mencengkram siapa saja. Anda boleh 
memilih Jurusan pendidikan sesuai dengan minat dan bakat anda 
(itupun kalau anda atau orang tua anda punya uang), akan tetapi anda 
tidak bisa semudah memilih jurusan pendidikan ketika anda akan mulai 
bekerja, kecuali anda adalah pemilik alat produksi selain buruh, 
maka anda-lah yang sebaliknya bisa menentukan pekerjaan apa yang 
harus dikerjakan oleh buruh anda. Akibatnya adalah seringkali 
pekerjaan/profesi atau apa yang kita ciptakan, bukanlah sesuatu yang 
kita pilih dan bisa kita nikmati sebagai sebuah karya.
> 
> Bagaimana kita harus mengurai persoalan ini? 
> 
> Lanjutin ya temen2, saya bingung...
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
>        
> 
_____________________________________________________________________
_______________
> Be a better Heartthrob. Get better relationship answers from 
someone who knows. Yahoo! Answers - Check it out. 
> http://answers.yahoo.com/dir/?link=list&sid=396545433
>




******************************************************
Milis Filsafat
Posting     : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website     : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke