Masalahnya memang terletak di negara kita. Di beberapa negara maju 
sudah menerapkan fasilitas gratis untuk pendidikan, jaminan hari tua, 
asuransi kesehatan, kepastian hukum dll, sehingga hampir setiap orang 
mempunyai kesempatan yg sama, pendeknya negara memang di bentuk untuk 
masyarakatnya.  Kalau kita… memang parah, negara di bentuk untuk 
kepentingan segelintir orang. Masyarakat dididik korupsi, mulai dari 
kelurahan-kepolisian-BUMN dst sampai lembaga tinggi. Sebagian besar 
masyarakat sudah pusing mengurus perut masing2, keluarga, atau 
perusahaannya. Jadi bersikap apatis. Belum lagi generasi muda yg 
cuek, pengaruh budaya pop dst. Sarana demokrasi memang diperbolehkan, 
seperti kebebasan pers, seni-budaya dll. Namun hanya sebatas itu. 
Tidak ada praksis yg melibatkan masyarakat luas. Seperti masyarakat 
negara2 maju yg sebagian besar kompak turun ke jalan u/ 
berdemonstrasi, misalnya.  Pertanyaannya bagaimamana merubah 
masyarakat kita supaya kompak..?
--- In [email protected], "temon_brangti" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> Konon katanya ada dua macam manusia yang hidup di dunia ini.
> 1. Manusia yang hidup untuk mengisi waktu
> 2. Manusia yang hidup mengejar cita-cita
> 
> Manusia pertama akan mencari cara untuk bisa mapan dan sedapat 
> mungkin menikmati hidupnya. Konsekwensinya adalah dia harus terus 
> berupaya memenuhi kebutuhan-kebutuhan fisiknya yang tidak habis-
> habis. Karenanya, pekerjaan menjadi keharusan untuk dapat memenuhi 
> kebutuhannya pada uang.
> 
> Manusia kedua melihat waktu sebagai kenisbian. Ia tidak berhenti 
> pada titik kemapanan. Ia tahu apa yang dilakukannya, mengapa ia 
> melakukannya dan menolak untuk menjadi robot yang hanya diukur 
> melalui kacamata produktifitas.
> 
> 
> 
> --- In [email protected], abusurd mufakhir <abusurd_13@> 
> wrote:
> >
> > Pekerjaan oh pekerjaan....
> > 
> > Marx mengatakan bahwasanya permasalahan yang akan dihadapi oleh 
> manusia dalam kaitannya dengan pekerjaan yang dikelola oleh sistem 
> kapitalisme adalah keterasingan si manusia tersebut dari 
> pekerjaannya sendiri, dia sudah tidak mengenal lagi dengan baik apa 
> yang dia kerjakan, untuk apa ia mengerjakan itu, dan yang paling 
> fatal adalah dia sudah tidak bisa lagi menikmati apa yang dia 
> kerjakan, baik itu sebagai minat atau bakat sehingga dia bisa 
> mengembangkan pikiran dan intuisi-nya ketika sedang menjalankan 
> pekerjaan tersebut. Dengan kata lain, manusia semakin lari dari apa 
> yang dia ciptakan, karena memang apa yang dia ciptakan bukan lagi 
> miliknya. Semua manusia pada dasarnya ingin lari dari jenis 
> pekerjaan seperti ini, namun tidak bisa! karena dia membutuhkan 
uang 
> sebagai upah dari nilai yang ia ciptakan untuk memenuhi kebutuhan 
> hidupnya. 
> > 
> > Apa yang Marx dulu bilang sebagai gejala, kini menurut saya sudah 
> menjadi realitas yang menggurita, mencengkram siapa saja. Anda 
boleh 
> memilih Jurusan pendidikan sesuai dengan minat dan bakat anda 
> (itupun kalau anda atau orang tua anda punya uang), akan tetapi 
anda 
> tidak bisa semudah memilih jurusan pendidikan ketika anda akan 
mulai 
> bekerja, kecuali anda adalah pemilik alat produksi selain buruh, 
> maka anda-lah yang sebaliknya bisa menentukan pekerjaan apa yang 
> harus dikerjakan oleh buruh anda. Akibatnya adalah seringkali 
> pekerjaan/profesi atau apa yang kita ciptakan, bukanlah sesuatu 
yang 
> kita pilih dan bisa kita nikmati sebagai sebuah karya.
> > 
> > Bagaimana kita harus mengurai persoalan ini? 
> > 
> > Lanjutin ya temen2, saya bingung...
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> >        
> > 
> 
_____________________________________________________________________
> _______________
> > Be a better Heartthrob. Get better relationship answers from 
> someone who knows. Yahoo! Answers - Check it out. 
> > http://answers.yahoo.com/dir/?link=list&sid=396545433
> >
>




******************************************************
Milis Filsafat
Posting     : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website     : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke