tentang energi positif dan negatif saya memahaminya demikian;
ketika memasuki rumah orang baik2, shaleh, ulama lah misal, kita merasakan 
perasaan tertentu; senang, bahagia,indah, betah, dll sekalipun penghuninya 
sudah meninggalkan rumah tsb. Sebaliknya, kita masuk ke rumah seorang bandit, 
dukun santet jahat, atau sejenis mereka kita akan merasakan perasaan seram, g` 
betah, takut, dll sekalipun penghuninya sudah meninggalkan rumah tsb.
berdasarkan informasi al-Qur`an bahwa setiap yg dilaukan seseorang akan terekam 
oleh benda2 disekitarnya, saya memahami bahwa rumah bekas dukun  jahat kenapa 
seram, karena menyimpan energi2 negatif, sementara kenapa rumah bekas org2 baik 
menyenangkan krn mereka telah meninggalkan energi positif
so, saya akan hati2 kalau mau beli rumah, bekas siapa itu. kalau bekas orang 
baik2 kita akan mendapatkan efeknya, kalau bekas orang2 g` bener kita akan kena 
sialnya.

hasan mawardi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                  Pak 
Very DJ mengingatkan saya pada suatu ayat \; `asaa an takrahuuu syaian wahua 
khairul lakum, `asaa an tuhibbuu syaian wahua sarrul lakum ( terjemahan 
bebasnya kira2; terkadang kalian mengharapankan sesuatu dan menganggapnya baik 
untuk kalian, padahal tidak demikian. terkadang kalian membenci sesuatu dan 
menganggapnya buruk padahal tidak demikian)
keterbatasan pengetahuan kita membuat kita menganggap dan menginginkan sesuatu 
yg menurut kita baik padahal blm tentu demikian, atau bahkan itu berbahaya bagi 
kita. sebaliknya kita menolak sesuatu padahal justru manfaatnya besar sekali.
makanya Pak Verry saya selalu berdo`a; "yaallah berilah kami yang terbaik".
terkadang di hari lain mungkin setelah sekian tahun lamanya kita mensyukuri 
do`a kita tidak dikabulkan Allah Swt, karena belakangan nampak apa yg kita 
anggap baik ternyata sebalikx
al kisah Pak Verry, saya sempat nangis2 krn ditolak seorang perempuan, berdoa 
siang dan malam supaya dia mau menerima saya. sempat  kecewa juga sama Tuhan 
kok do`a saya tidak dikabulkan.
sekarang setelah 3 th justru saya mengucap alhamdulillah. Andai saya jadi sama 
dia tentu saya akan bernasib sama seperti seseorang yg sekarang menjadi 
suaminya. dikit2 minta cerai, dikit2 kabur, dll. cantik si cantiiik tapi kalau 
kaya gitu mana tahaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaan.

temon_brangti <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
                          Seperti sifat Jamal dan Jalal- nya Allah. Yang Maha 
Mencipta dan 
 juga Maha Menghancurkan.
 
 Kita sering tidak menyadari bahwa do'a kita terkabul bahkan ketika 
 kita  belum sempat mengucapkannya. Bahkan ketika belum sempat 
 menginginkannya.
 
 Nafas salah satu buktinya.
 
 --- In [email protected], Mamat Peci Peci 
 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
 >
 > energi dan doa .......
 > 
 > bagaikan lingkaran 
 > YIN danYANG
 > 
 > ia energi
 > ia pula kuasa mistik dari simbol kepercayaan
 > 
 > 
 > 
 > ----- Pesan Asli ----
 > Dari: verri DJ <[EMAIL PROTECTED]>
 > Kepada: [EMAIL PROTECTED]
 > Terkirim: Kamis, 20 September, 2007 7:12:52
 > Topik: [filsafat] Energi dan Doa
 > 
 > Energi Dan Doa
 > 
 > Ada satu pertanyaan dalam diri tentang kegagalan yang menimpa 
 diriku “Aku sudah berusaha membanting tulang, dan berdoa siang dan 
 malam tapi kenapa Tuhan belum berkenan mengabulkan doaku, kenapa ini 
 bisa terjadi?”,  pertanyaan ini kerap muncul dalam benakku.
 > 
 > Ada satu pendapat baru yang ditulis dalam buku bahwa kesuksesan 
 itu tergantung energi, doa adalah energi demikian kesimpulannya.
 > 
 > Menurut Jim Loehr & Tony Schawrz dalam buku "The Power of Full 
 Engagement “Energilah faktor utama tingginya kinerja, bukan 
 waktu". Sementara itu Dr. Robert Anthony dalam bukunya    “Law Of 
 Attraction (LOA) dan Quantum Physics” berpendapat bahwa doa adalah 
 merupakan energi, dijelaskan oleh rekan  Adhi Susilo sbb:
 > 
 > Pengertian LOA: ” You attract to your life whatever you give 
 your attention, focus and energy to, whatever wanted or unwanted”. 
 Kapan LOA berlaku? Jawab: Setiap SAAT. Semua hal adalah berupa 
 “kuanta”/energi dg frekwensi tertentu. Kwanta/energi ini dapat 
 saling mempengaruhi, Thought is motion energy (yang kita bayangkan, 
 katakan, persepsikan, emosikan, adalah ENERGI yang  bergerak, 
 terkirimkan ke ”alam semesta”).
 > 
 > Dari sini, saya berpendapat, doa-pun juga energi dan sebenarnya 
 setiap saat kita berdoa (tanpa kita sadari), walaupun  secara 
 informal. 
 > 
 >                   -o0o-
 > 
 > Dari dua pandangan diatas (sejujurnya saya belum baca bukunya, ini 
 hanya opini saya saja yang kebetulan ter-trigger) , saya 
 berkesimpulan bahwa ada dua energi, yaitu energi positip dan energi 
 negatip yang ada di dunia ini.
 > 
 > Yang termasuk energi negatif adalah sifat destruktif, dan 
 sebaliknya yang termasuk energi positif adalah sifat-sifat positip, 
 doa termasuk di dalamnya. Kehidupan kita dipengaruhi dengan energi 
 ini.
 > 
 > Ringkasnya :
 > Kehidupan kita - > pengaruh mentalitas sikap (Character/sifat)  - 
 > Positip  - > Sukses Secara Positip
 > 
 > Sebaliknya :
 > Kehidupan kita - > Pengaruh  mentalitas sikap (Character/Sifat) -> 
 Negatip-> Tidak sukses
 > 
 > Sayang sekali biasanya kita sering terjebak menilai sukses adalah 
 dipandang dari sudut materi, karena urusan materi yang terjebak 
 dalam ruang dan waktu, memungkinkan dibahas dengan logika, sementara 
 hakikat “kesuksesan” bisa juga dibahas dalam ruang spiritual. 
 Malah dianjurkan untuk menilai sesuatu dari dua kutub baik material 
 maupun spiritual. Karena terkadang ada hikmah yang tersembunyi di 
 dalamnya.
 > 
 > Lalu bagaimana dengan doa yang tak terkabulkan?
 > 
 > Andaikan uraian diatas saya kategorikan dengan bahasan psychology, 
 maka untuk membahas masalah doa yang tak terkabul, cukuplah disebut 
 “gagal” dan tamat, efek dari kegagalan ini apabila kita tidak 
 rela menerimanya kita  menjadi meradang dan kecewa. 
 > 
 > Sekarang saya mencoba membuka dari tatanan keagamaan, karena hanya 
 dengan  sarana itu kita bisa membuka rahasia dibalik peristiwa. Di 
 dalam agama Islam khususnya, keberhasilan manusia tidak diukur dari 
 kwantitas harta , tetapi dari keimanan.
 > 
 > Bagaimana proses dikabulkannya doa  menurut agama Islam? Doa akan 
 dikabulkan oleh Allah apabila kita mohon dengan sepenuh hati 
 (khusyu), ikhlas dan rendah hati (tawadlu), dan ada perasaan yakin 
 akan dikabulkan oleh-Nya.
 > 
 > Ketika doa tidak dikabulkan, orang-orang tidak menyadari tentang 
 rahasia ini, mereka mengira bahwa Allah tidak mendengar doa mereka. 
 Sesungguhnya hal ini merupakan keyakinan orang-orang yang sesat, 
 karena "Allah itu lebih dekat kepada manusia daripada urat lehernya 
 sendiri." (Q.s. Qaf: 16). Dia Maha Mengetahui perkataan apa saja 
 yang diucapkan, apa saja yang dipikirkan, dan peristiwa apa saja 
 yang dialami seseorang. Allah adalah Yang menciptakan segala 
 sesuatu. Oleh karena itu, kapan saja  seseorang berdoa kepada Allah, 
 ia harus menyadari bahwa Allah akan menerima doanya pada saat yang 
 paling tepat dan akan memberikan apa yang terbaik baginya. Hanya 
 saja apa-apa yang terbaik bagi Allah, belum tentu nampak terbaik 
 bagi kita. Maka jangalah  mengatakan: “Allah tidak mengabulkan doa 
 kami.” 
 >  
 > Konsep doa yang dikabulkan harus difahami sebagai janji-Nya yang 
 pasti akan dipenuhi sesuai dengan kehendak-Nya. Pengabulan itu ada 
 kalanya di dalam dunia dan ada pula di akhirat. Jika yang dipinta 
 sesuai dengan kehendak-Nya, maka akan diberikannya segera, tetapi 
 bila permohonannya tidak seiring dengan kehendak-Nya maka sebagai 
 gantinya, Ia akan memberikan sesuai dengan kehedak-Nya sebagai 
 alternatif yang tepat untuk dirimu dari-Nya. Hal ini-pun, jika Ia  
 berkenan atas pintamu. Yang jelas Ia tidak pernah menyalahi janji-
 janji- Nya.
 >  
 > Gelora jiwa yang terasa pada diri  kita adalah rahmat-Nya. 
 Terkadang kita benci terhadap sesuatu yang tak seirama dengan nafsu 
 kita, padahal sebenarnya itu baik buat kita. Begitu pula sebaliknya, 
 apa yang kita cintai belum tentu baik untuk kita, bahkan  merusak 
 lahir dan batin kita. Sebagaimana firman-Nya yang menyatakan :  
 “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, 
 dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk 
 bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”. (QS. Al-
 Baqarah Ayat 216).
 > 
 > Jadi, yang paling klop, bekerjalah dan jangan lupa berdoa kepada 
 Allah Yang Memberi Kehidupan. Kemudian tentang hasilnya serahkan 
 saja  kepada Nya, kita tinggal tunggu... dan ridho atas apapun 
 hasilnya. 
 > 
 > Salam,
 > 
 >  
 > Http://ferrydjajapr ana.multiply. com
 > 
 > 
 > 
 > 
 >        ________________________________________________________ 
 > Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang 
 Anda! Kunjungi Yahoo! Answers saat ini juga di 
 http://id.answers.yahoo.com/
 >
 
 
     
            
        

---------------------------------
Building a website is a piece of cake. 
Yahoo! Small Business gives you all the tools to get online.
     
                       

       
---------------------------------
Don't let your dream ride pass you by.    Make it a reality with Yahoo! Autos. 

Kirim email ke