bisa juga orang bekerja untuk perut Mat, tapi tidak banyak yang bekerja untuk
bawah perut, atas perut dan hasil bahwa dan atas perut. Sehingga seringkali
orang bekerja semau perutnya saja. Nah ketika bekerja semau perut thesis Max
akan benar adanya, karena sipekerja telah terasing dari dirinya.
Adakah pekerjaaan yang tidak mengasingkan kita. Saya yakin ada pekerjaan
yang akan membuat sipekerja mengenal dirinya dan pekerjaaannya, tidak hanya
mengenal upah. Namun mencari pekerjaan ini seperti mencari siapa pekerja itu
sendiri.
Ora mudeng mencari siapa pekerja, yang ada adalah para jongos. kasian dhe gue
jadi jongos.
Salam tabik,
Mamat Peci Peci <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
apapun yang melatar belakangi pekerjaan (untuk menghasilkan duit)
itu,
semuanya tentang "perut".
tanpa provokasi itu
pekerjaan adalah milik orang mati.
----- Pesan Asli ----
Dari: abusurd mufakhir <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Kamis, 20 September, 2007 1:31:26
Topik: [filsafat] Pekerjaan oh pekerjaan....
Pekerjaan oh pekerjaan... .
Marx mengatakan bahwasanya permasalahan yang akan dihadapi oleh manusia dalam
kaitannya dengan pekerjaan yang dikelola oleh sistem kapitalisme adalah
keterasingan si manusia tersebut dari pekerjaannya sendiri, dia sudah tidak
mengenal lagi dengan baik apa yang dia kerjakan, untuk apa ia mengerjakan itu,
dan yang paling fatal adalah dia sudah tidak bisa lagi menikmati apa yang dia
kerjakan, baik itu sebagai minat atau bakat sehingga dia bisa mengembangkan
pikiran dan intuisi-nya ketika sedang menjalankan pekerjaan tersebut. Dengan
kata lain, manusia semakin lari dari apa yang dia ciptakan, karena memang apa
yang dia ciptakan bukan lagi miliknya. Semua manusia pada dasarnya ingin lari
dari jenis pekerjaan seperti ini, namun tidak bisa! karena dia membutuhkan uang
sebagai upah dari nilai yang ia ciptakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Apa yang Marx dulu bilang sebagai gejala, kini menurut saya sudah menjadi
realitas yang menggurita, mencengkram siapa saja. Anda boleh memilih Jurusan
pendidikan sesuai dengan minat dan bakat anda (itupun kalau anda atau orang tua
anda punya uang), akan tetapi anda tidak bisa semudah memilih jurusan
pendidikan ketika anda akan mulai bekerja, kecuali anda adalah pemilik alat
produksi selain buruh, maka anda-lah yang sebaliknya bisa menentukan pekerjaan
apa yang harus dikerjakan oleh buruh anda. Akibatnya adalah seringkali
pekerjaan/profesi atau apa yang kita ciptakan, bukanlah sesuatu yang kita pilih
dan bisa kita nikmati sebagai sebuah karya.
Bagaimana kita harus mengurai persoalan ini?
Lanjutin ya temen2, saya bingung...
---------------------------------
Looking for a deal? Find great prices on flights and hotels with Yahoo!
FareChase.
---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo!
Answers
---------------------------------
Boardwalk for $500? In 2007? Ha!
Play Monopoly Here and Now (it's updated for today's economy) at Yahoo! Games.