Dalam kehidupan  nyata, jikalau seseorang tidak memiliki prinsip dan pandangan 
hidup sebagai  seorang manusia, maka akan sangat mudah terlarut oleh kondisi 
luar dan keinginan  diri sendiri serta hanyut terombang-ambing oleh arus, 
manusia semacam ini walau  telah hidup sia-sia seratusan tahun, juga tak kuasa 
merasakan kesejatian diri  sendiri.  Meski dari tampak luarnya terlihat kokoh 
dan kuat, pada  kenyataannya sanubarinya ternyata bisa sangat lemah. Seorang 
arif bijaksana  sejati, memiliki pandangan hidup, di dalam situasi buruk apapun 
tetap bisa  mempertahankan rasa keadilan dan akal sehat dari dalam sanubari, di 
dalam  perjalanan hidupnya pasti ada keinginan tapi tahu bagaimana 
mengatasinya,  selamanya tidak akan melepaskan keluhuran dari kedalaman jiwa. 
Ahli filsafat modern B. Spinosa pernah  mengatakan: Seseorang yang layak 
disebut sebagai arif bijaksana, roh/jiwanya  tidak  tergerak oleh apa-pun 
selain itu bersesuaian dengan suatu jenis  kekekalan yang bersifat
 pasti, ia mampu mengenali diri sendiri, mampu menyelami  jiwa, juga mampu 
mengetahui hakikat benda, ia dipastikan tidak akan berhenti  eksis, malah 
senantiasa menikmati kepuasan jiwa yang  sesungguhnya. 
 300 tahun yang lalu, ahli bangunan Kristo Rhein  mendapatkan order rancang 
bangun aula pemerintahan kota Manchester, Inggris. Ia  menggunakan pengetahuan 
ilmu statis dan berdasarkan praktek selama  bertahun-tahun, dengan canggihnya 
telah merancang hanya dengan sebuah pilar  mampu menyangga dek plafon aula 
tersebut. Satu tahun kemudian, otoritas  pemerintahan kota sewaktu melakukan 
inspeksi lapangan, memprotes bahwa  penggunaan satu buah pilar untuk menyangga 
dek plafon sangat membahayakan,  meminta Rhein menambahkan lagi beberapa 
pilar/kolom.
 Rhein dengan percaya diri menyatakan hanya 1 buah  pilar sudah cukup menjamin 
keamanan aula tersebut, akan tetapi kekakuannya  telah membuat marah pejabat 
pemerintah kota, karena itu ia nyaris diajukan ke  pengadilan. Pada saat itu ia 
menghadapi pilihan yang serba salah: jikalau  mempertahankan ide awal, pejabat 
pemerintah kota pasti akan cari orang lain lagi  untuk merevisi rancangannya; 
jikalau berkompromi dengan pejabat tersebut dan  merevisi sendiri rancangannya, 
hal ini juga melanggar prinsipnya sebagai  manusia. Demi mempertahankan prinsip 
nuraninya, ia dengan serius  mempertimbangkan cukup lama, kemudian dengan 
cerdik melakukan keputusan sebagai  berikut: menambah 4 buah pilar di aula 
tersebut, namun pilar-pilar itu tidak  bersentuhan langsung dengan plafon, 
ditilik dari tampak luarnya orang awam tak  akan mampu mengenali bahwa ke 4 
batang pilar itu hanya sebagai pajangan  belaka.
 300 tahun lebih telah berlalu, rahasia tersebut  selama ini tidak diketahui 
orang. Hingga beberapa tahun lalu sewaktu pemerintah  kota mempersiapkan 
renovasi plafon aula tersebut, baru menemukan 4 pilar yang  berlebihan 
tersebut.  Sesudah berita ini tersiar luas, para pakar bangunan  dari berbagai 
negara dunia dan para pelancong pada ingin menyaksikannya, aula  pemerintah 
kota tersebut, sejak itu telah menjadi situs pariwisata yang terbuka  untuk 
umum.  Orang-orang bukannya mengagumi kemampuan perencanaan  strukturalnya 
Rhein, melainkan memuji keteguhannya dalam menghadapi halangan  besar, 
senantiasa menjaga prinsip. Dari sini bisa disimpulkan, walau menemui  seberapa 
besar tekanan, jikalau selalu menjaga keluhuran nurani, itulah sikap  
(attitude) yang agung.
 Demikian halnya, jikalau seseorang ingin  mempertahankan moralitas diri yang 
mulia, maka harus bisa teguh menjaga  kemurnian dan kebajikan nurani di dalam 
segala keraguan dan godaan dunia yang  sarat polutan ini, juga sama halnya 
semacam perbuatan yang mulia.   Menghadapi tekanan, bisa dengan teguh menjaga 
prinsip dan pandangan hidup  sebagai manusia, barulah bisa dengan hidup mewujud 
nyatakan kesejatian diri  sendiri. Mempertahankan keluhuran nurani, baru 
benar-benar bertanggung jawab  terhadap jiwa diri sendiri.


       
---------------------------------
Boardwalk for $500? In 2007? Ha! 
Play Monopoly Here and Now (it's updated for today's economy) at Yahoo! Games.

Kirim email ke