Aku tau Tuhan, Paduka selalu bersamaku
Paduka pun tau ku selalu merindukannya
O, Tuhan, izinkan
Ku bersama dia selamanya
Dalam bahagiamu, Ya Tuhan
Dalam perlindunganmu selamanya
Izinkan kami saling mencinta
Mereguk semua karuniamu, Ya Tuhan
Melanjutkan tugas Adam dan Hawa
Mengisi makna dunia



non_sisca <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                               
 
 Tuhan, Engkau menyelami dan mengenal saya, 
Engkau tahu, bila saya duduk atau berdiri;
dari jauh Engkau mengerti pikiran saya.
 Engkau tahu, bila saya berjalan atau berbaring;
segala tingkah laku saya Kau maklumi.
 Sebelum saya sempat mengucapkan sepatah kata pun.
Engkau sudah tahu semuanya, Ya Tuhan.
Engkau melingkungi saya dari muka dan dari belakang,
Engkau menaruh tangan-Mu di atas saya...
 Kalau pun saya naik ke langit, 
Engkau ada di sana.
Kalaupun saya turun ke alam maut, 
di situpun Engkau ada. 
 Kalau pun saya terbang jauh dari timur
dan mendarat di ujung barat,
di sana pun lengan tangan Mu menuntun saya, 
dan tangan-Mu memegang saya .......
 Jangan menangis, sesungguhnya engkau tidak pernah sendiri .....
  
  
  
 
--- In [email protected], as as <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Ketka keramaian bukanlah teman menyapa
> Dan muka-muka tengadah hanyalah kumpulan gambar-gambar belaka
> Celoteh riangkah terdengar tetapi telinga tak menyimpan makna
> Hati hanya bertanya di mana dia
> Mana yang mengusap jiwa tanpa daya
> Kemana tangan akan memeluk kemana wajah sendu mencari sangga
> Pandangan hanya menembus kaca tak jelas kan hinggap ke mana
> O, di pipiku membanjir air mata mengalir tanpa menyentuh telaga
> O, dimana dikau pengisi hampa dada
> O, gunungku mana kuusap dirimu, kaukah dia ?
> 
> 
> 
> 
> 
> ---------------------------------
> Fussy? Opinionated? Impossible to please? Perfect. Join Yahoo!'s user panel 
> and lay it on us.
>

 
     
                               

       
---------------------------------
Be a better Heartthrob. Get better relationship answers from someone who knows.
Yahoo! Answers - Check it out. 

Kirim email ke