Saya setuju, Indonesia sudah berkali-kali diguncang berbagai gerakan-gerakan
yang memaksakan ideologinya, namun NKRI dengan pluralitasnya tetap eksis, yang
ditopang dengan ideologi Pancasila, yang merangkul segenap warga negara bangsa
ini. Sejatinya, realitas kehidupan yang beranekaragam adalah natural. Siapa pun
yang memakai tindakan anarkhisme, maka ia akan berhadapan dengan mereka yang
memperjuangkan gerakan pembela kemanusiaan.
Mamat Peci Peci <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Gerakan seperti FPI
sesungguhnya lebih mudah dilihat dari kajian sosiologi. Walau sesungguhnya pula
sosiologi itu sendiri awalnya berinduk pada filsafat.
Bila ditanyakan bagaimana menyikapi pergerakan FPI dari ranah filsafat?
Sesunguhnya lebih merucut pada filsafat dalam konteks ideologi yang memuat
pemikiran dari sudut pandang keyakinan termasuk agama di dalamnya.
Fenomena FPI lebih enjoy dan lugas dicerna melalui pergerakan social (social
movement), karena sesungguhnya terdapat perbedaan tipis antara ideologi
sekaliber FPI dengan gerakan sosial yang dimotori oleh umat beragama. Seperti
halnya, organisasi NU atau Muhamadiyah atau lainnya temasuk bagian dari gerakan
sosial, namun ideologi yang dilekatkan padanya tidak sekaliber FPI. Saya tidak
medefinisikan FPI sebagai kelompok Islam radikal atau NU dan Muhamadiyah
sebagai Islam moderat. Hanya saja, sebagai kelompok pergerakan sosial mereka
memiliki sugesti yang sama yaitu proses untuk (menjadi) merubah. Perbedaanya
hanya pada tingkat resistensi. Karena, sesungguhnya pula gerakan sosial (apapun
latar belakangnya) berakar pada sikap reaktif atau melawan. Sejarah NU dan
Muhamadiyah pun awalnya adalah bentuk reaktif dan melawan. Kini FPI sebagai
gerakan sosial pun demikian. Pertanyaannya, reaktif terhadap apa? Dan melawan
kepada siapa/apa? Dan tindakan seperti apa untuk melawan.
Max Weber, sosiolog Jerman, sebagai peletak dasar kata social movement,
mendeskripsikan gerakan sosial ini pada struktur dan tindakan sebuah kelompok
yang dilandasi dari komitmennya pada satu sistem keyakinan tertentu, yang tentu
di dalamya memiliki tujuan, standar prilaku, dan legitimasi.
Bila dikaitkan dengan pergerakan FPI, tentunya kita mafhum. Sebagaimana yang
saya tulis sebelumnya, bahwa gerakan-gerakan seperti ini hadir dipertajam pula
oleh perubahan sosial budaya. Dan perubahan sosial budaya itu, secara sadar
atau tidak, kita juga yang membidaninya. Bila hal itu diurutkan, secara
langsung atau tidak langsung, maka kita juga yang membentuk gerakan sosial
tersebut.
Kajian sosiologi, selalu saja saling mengisi. Seperti halnya Edmund Burke,
bahwa standar pergerakan sosial dalam Islam lebih ditentukan oleh konsep untuk
menegakan Human Islamic dalam kancah politik dan ekonomi. Karena kedua bidang
tersebut, politik berarti kekuasaan dan kekuatan, dan ekonomi adalah energi.
Siapa yang menguasai keduanya, dialah raja. Ujung-ujungnya adalah negara
berdasarkan (hukum) Islam.
Pergerakan sekaliber FPI atau lainnya yang memiliki jargon sama, berorientasi
dari kedua gambaran sosiolog tersebut. Kedua orientasi inilah yang menyebakan
pergerakan sekaliber FPI memiliki amunisi untuk berbuat apa yang di sebut
dengan amar maâruf nahi munkar, walau untuk itu harus mengintimidasi dan
tindakan pemaksaan terhadap tatanan ketentuan yang berlaku, seperti
mengintrogasi dan melakukan sweeping, yang seharusnya wewenang aparat.
Berita bagusnya, di Indonesia, sebagai umat terbesar di dunia, adalah umat
yang moderat dan toleran, di tambah lagi sudah kebal dan sudah kenyang makan
asam garam terhadap kelompok sekaliber ekstrem sekalipun. Lalu disokong oleh
ideologi NKRI dan pluralitasnya yang mengakar kuat.
Seperti pepatah âAnjing menggongong, kafilah berlaluâ. Sekalipun anjing
menggigit, tidak berarti kafilah berhenti.
Ada beberapa tip : Pukul anjing itu, atau berikan ia sepotong daging. Bila
masih berlanjut, cari jalan/jalur lain. Toh banyak jalan menuju Roma.
Selanjutnya terserah anda untuk melanjutkan ...
Trims ..
mamat peci buluk
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
---------------------------------
Looking for a deal? Find great prices on flights and hotels with Yahoo!
FareChase.