12 Penyakit Mental Manusia
1. MENYALAHKAN ORANG LAIN
Itu penyakit P dan K, yaitu Primitif dan Kekanak-kanakan. Menyalahkan orang
lain adalah pola pikir orang primitif. Di pedalaman Afrika,kalau ada orang yang
sakit, yang dipikirkan adalah : Siapa nih yang nyantet? Selalu "siapa" bukan
"apa" penyebabnya. Bidang kedokteran modern selalu mencari tahu "apa" sebabnya,
bukan "siapa". Jadi kalau kita berpikir menyalahkan orang lain, itu sama dengan
sikap primitif. Pakai koteka aja deh, nggak usah pakai dasi dan jas.
Kekanak-kanakan. Kenapa? Anak-anak selalu nggak pernah mau disalahkan.Kalau ada
piring yang jatuh," Adik tuh yang salah", atau " mbak tuh yang salah". Anda
pakai celana monyet aja kalau bersikap begitu. Kalau kita manusia yang berakal
dan dewasa selalu akan mencari sebab terjadinya sesuatu.
2. MENYALAHKAN DIRI SENDIRI
Menyalahkan diri sendiri bahwa dirinya merasa tidak mampu. Ini berbeda dengan
MENGAKUI KESALAHAN. Anda pernah mengalaminya ? Kalau anda bilang tidak pernah,
berarti anda bohong. "Ah, dia sih bisa, dia ahli,dia punya jabatan, dia
berbakat dsb, lha saya ini apa ?, wah saya nggak bisa deh. Dia S3, lha saya
SMP, wah nggak bisa deh. Dia punya waktu banyak, saya sibuk, pasti nggak bisa
deh". Penyakit ini seperti kanker, tambah besar, besar di dalam mental diri
sehingga bisa mencapai "improper guilty feeling".
Jadi walau yang salah partner, anak buah, atau bahkan atasan, berani bilang
"Saya kok yang memang salah, tidak mampu dsb". Penyakit ini pelan-pelan bisa
membunuh kita. Merasa inferior, kita tidak punya kemampuan. Kita sering
membandingkan keberhasilan orang lain dengan kekurangan kita, sehingga
keberhasilan orang lain dianggap Wajar karena mereka punya sesuatu lebih yang
kita tidak punya.
3. TIDAK PUNYA GOAL / CITA-CITA
Kita sering terpaku dengan kesibukan kerja, tetapi arahnya tidak jelas.
Sebaiknya kita selalu mempunyai target kerja dengan milestone. Buat target
jangka panjang dan jangka pendek secara tertulis. Ilustrasinya kayak gini: Ada
anjing jago lari yang sombong. Apa sih yang nggak bisa saya kejar, kuda aja
kalah sama saya. Kemudian ada kelinci lompat-lompat, kiclik, kiclik, kiclik.
Temannya bilang: "Nah tuh ada kelinci, kejar aja". Dia kejar itu kelinci,
wesss...., kelinci
lari lebih kencang, anjingnya ngotot ngejar dan kelinci lari sipat-kuping
(sampai nggak dengar / peduli apa-apa), dan akhirnya nggak terkejar, kelinci
masuk pagar. Anjing kembali lagi ke temannya dan diketawain.
"Ah lu, katanya jago lari, sama kelinci aja nggak bisa kejar. Katanya lu paling
kencang". "Lha dia goalnya untuk tetap hidup sih, survive, lha gua goalnya
untuk fun aja sih". Kalau "GOAL" kita hanya untuk "FUN", isi waktu aja, ya
hasilnya cuma terengah-engah saja.
4. MEMPUNYAI "GOAL", TAPI NGAWUR MENCAPAINYA
Biasanya dialami oleh orang yang tidak "teachable". Goalnya salah,focus kita
juga salah, jalannya juga salah, arahnya juga salah.Ilustrasinya kayak gini:
ada pemuda yang terobsesi dengan emas, karena pengaruh tradisi yang mendewakan
emas. Pemuda ini pergi ke pertokoan dan mengisi karungnya dengan emas dan
seenaknya ngeloyor pergi. Tentu saja ditangkap polisi dan ditanya. Jawabnya:
Pokoknya saya mau emas, saya nggak mau lihat kiri-kanan.
5. MEMILIKI "GOAL", TAPI MERUPAKAN KHAYALAN
Orang ini biasanya suka berkhayal akan kesuksesan semu. Jika orang ini diberi
satu telur ayam, maka ia langsung akan berkhayal, telur ayam ini akan menetas
jadi anak ayam. Anak ayam tentunya akan besar dan bisa bertelur, satu hari akan
bertelur satu, satu bulan tentunya ada 30 telur. Telur dari telur ini tentu
akan menetas dan kembali bisa bertelur. Jadi satu telur ini akan berkembang
mengikuti deret ukur. Hasilnya tentu saja akan sangat luar biasa. Dari satu
telur tentu bisa membeli tv, motor, mobil, rumah, pabrik dll. Realitas yang
terjadi biasanya tentu saja bertolak belakang dengan khayalan.
Orang semacam ini biasanya sangat mudah ditipu untuk mengikuti permainan uang
yang sering disamarkan dalam bentuk multi level marketing. Dengan investasi
satu juta maka anda akan meraih 1 milyar. Apa semboyan ini bisa dipercaya? Tapi
jangan heran, orang sakit, goblok dan serakah yang kaya gini banyak kok di
dunia ini, itulah sebabnya walaupun media sudah berkali-kali menyiarkan
penipuan semacam ini, selalu saja ada korban baru lagi.
6. MENGAMBIL JALAN PINTAS, SHORT CUT
Keberhasilan tidak pernah dilalui dengan jalan pintas. Jalan pintas tidak
membawa orang ke kesuksesan yang sebenarnya, real success, karena tidak
mengikuti proses. Kalau kita menghindari proses, ya nggak matang, kalaupun
matang ya dikarbit. Jadi, tidak ada tuh jalan pintas. Pemain bulutangkis
Indonesia bangun jam 5 pagi, lari keliling Senayan, melakukan smesh 1000 kali.
Itu bukan jalan pintas. Nggak ada orang yang leha-leha tiap hari pakai sarung,
terus tiba- tiba jadi juara bulu tangkis. Nggak ada! Kalau anda disuruh taruh
uang 1 juta, dalam 3 minggu jadi 3 juta, masuk akal nggak tuh? Nggak mungkin!
Karena hal itu melawan kodrat.
7. MENGAMBIL JALAN TERLALU PANJANG, TERLALU SANTAI
Analoginya begini: Pesawat terbang untuk bisa take-off, harus mempunyai
kecepatan minimum. Pesawat Boeing 737, untuk dapat take-off, memerlukan
kecepatan minimum 300 km/jam. Kalau kecepatan dia Cuma 50 km/jam, ya Cuma
ngabis-ngabisin avtur aja, muter-muter aja. Lha kalau jalannya, runwaynya lurus
anda cuma pakai kecepatan 50 km/jam,
ya nggak bisa take-off, malah nyungsep iya. Iya kan ?
8. MENGABAIKAN HAL-HAL YANG KECIL
Dia maunya yang besar-besar, yang heboh, tapi yang kecil-kecil nggakm
dikerjain. Dia lupa bahwa struktur bangunan yang besar, pasti adakomponen yang
kecilnya. Maunya yang hebat aja. Mengabaikan hal kecil aja nggak boleh, apalagi
mengabaikan orang kecil.
9. TERLALU CEPAT MENYERAH
Jangan berhenti kerja pada masa percobaan 3 bulan. Bukan mengawali dengan yang
salah yang bikin orang gagal, tetapi berhenti pada tempat yang salah. Mengawali
dengan salah bisa diperbaiki, tetapi berhenti di tempat yang salah repot sekali.
10. BAYANG BAYANG MASA LALU
Wah puitis sekali, saya suka sekali dengan yang ini. Karena apa ? Kita selalu
penuh memori kan? Apa yang kita lakukan, masuk memori kita, minimal sebagai
pertimbangan kita untuk langkah kita berikutnya. Apalagi kalau kita pernah
gagal, nggak berani untuk mencoba lagi. Ini
bisa balik lagi ke penyakit nomer-3. Kegagalan sebagai akibat bayang-bayang
masa lalu yang tidak terselesaikan dengan semestinya. Itu bayang-bayang
negatif. Memori kita kadang- kadang sangat membatasi kita untuk maju ke depan.
Kita kadang-kadang lupa bahwa hidup itu maju terus. "Waktu" itu maju kan? Ada
nggak yang punya jam yang jalannya terbalik ?? Nggak ada kan?
Semuanya maju, hidup itu maju. Lari aja ke depan, kalaupun harus jatuh, pasti
ke depan kok. Orang yang berhasil, pasti pernah gagal. Itu memori negatif yang
menghalangi kesuksesan.
11. MENGHIPNOTIS DIRI DENGAN KESUKSESAN SEMU
Biasa disebut Pseudo Success Syndrome. Kita dihipnotis dengan itu. Kita kalau
pernah berhasil dengan sukses kecil, terus berhenti, nggak kemana-mana
lagi.Sudah puas dengan sukses kecil tersebut. Napoleon pernah menyatakan: "Saat
yang paling berbahaya datang bersama dengan kemenangan yang besar". Itu saat
yang paling berbahaya, karena orang
lengah, mabuk kemenangan. Jangan terjebak dengan goal-goal hasil yang kecil,
karena kita akan menembak sasaran yang besar, goal yang jauh. Jangan berpuas
diri, ntar jadi sombong, terus takabur. Sudah saatnya kita memperbaiki
kehidupan kita. Kesempatan terbuka lebar untuk siapa saja yang ingin maju.
Action may not always bring success, but there is no success without action.
"Usaha dan tindakan tidak selalu menghasilkan keberhasilan/ sukses, tetapi...
Tidak ada keberhasilan dan sukses TANPA usaha dan tindakan." (Greg Phillips-
Benjamin Disraeli)
12. MENGANGGAP DIRI SANGAT PINTAR
Manusia ini merasa dirinya sangat pintar sehingga selalu merasa bisa mencapai
apa yang sudah dicapai orang lain. Kalau ia melihat kesuksesan orang lain, yang
tentu saja menurutnya lebih tolol, maka orang ini merasa ia harus bisa lebih
sukses lagi. Kalau orang tolol saja bisa memiliki mobil dan rumah mewah maka
orang ini harus bisa memiliki mobil, rumah mewah dan pesawat terbang
(lebihnya). Kalau orang ini tidak bisa memiliki lebih atau sama dari orang lain
maka ia akan mengutuk Tuhan. Tuhan itu tidak adil, kok orang yang lebih bodoh
dari saya bisa lebih kaya dari saya. Orang ini biasanya sulit untuk sukses,
bekerja serba tanggung, kalau bekerja maunya sekaligus berbarengan, yang ada di
otaknya hanya rasa iri akan kesuksesan orang lain.
Sumber : Anonymous
heri
www.lifefeature.com
www.fengshui-indonesia.com
---------------------------------
Be a better Heartthrob. Get better relationship answers from someone who knows.
Yahoo! Answers - Check it out.