Ternyata tidak hanya itu lho, sodara J. Soalnya, saya pernah lihat 
sendiri sodara-sodara kita yang diberi kekurangan dalam hal fisik 
ternyata diberi kelebihan dalam hal penerimaan diri.
Konon manusia memang tidak pernah merasa cukup dan selalu mengeluh. 
Sekarang kalau order dan gaji naik 10 kali, apakah yakin kebutuhan 
tidak akan naik 20 kali ?
Kalau menurut saya dikejar kemanapun kebahagiaan itu gak akan bisa 
ditemukan karena dia ada di dalam diri kita sendiri. 

Saya menerima tulisan ini dari seorang teman, semoga dapat 
termaknai :

> Today, upon a bus, 
> I saw a girl with golden hair. 
> and wished I was as fair. 
> When suddenly she rose to leave, 
> I saw her hobble down the aisle. 
> She had one leg and wore a crutch. 
> But as she passed, a smile. 
> Ya Allah, forgive me when I whine. 
> I have 2 legs, the world is mine. 
> 
> I stopped to buy some candy. 
> The lad who sold it had such charm. 
> I talked with him, he seemed so glad. 
> If I were late, it'd do no harm. 
> And as I left, he said to me, 
> "I thank you, you've been so kind. 
> It's nice to talk with folks like you. 
> You see," he said, "I'm blind." 
> Ya Allah, forgive me when I whine. 
> I have 2 eyes, the world is mine. 
> 
> Later while walking down the street, 
> I saw a child with eyes of blue. 
> He stood and watched the others play. 
> He did not know what to do. 
> I stopped a moment and then I said, 
> "Why don't you join the others, dear?" 
> He looked ahead without a word. 
> And then I knew, he couldn't hear. 
> Ya Allah, forgive me when I whine. 
> I have 2 ears, the world is mine. 
> 
> With feet to take me where I'd go. 
> With eyes to see the sunset's glow. 
> With ears to hear what I'd know. 
> Ya Allah, forgive me when I whine. 
> I've been blessed indeed, the world is mine. 
> 
>If this poem makes you feel like I felt just forward 
>it to all your friends after all, it's just a simple 
>reminder that we have so-o-o much to be Thankful 
>for!!! 
>HAVE A BLESSED DAY! 




--- In [email protected], j70an <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> ada sambungannya....
> 
> Apakah rasa kesesakan yg diderita tubuh ini bisa hilang hanya 
melalui 
> indra pendengaran atau penglihatan ?  Setelah saya membaca 
kemudian 
> berpikir oh iya ya smile n the world will smile, lalu darimanakah 
> datangnya smile itu..? Bukankah dari apa yg dirasakan tubuh..? 
> Bagaimanakah saya bisa mewujudkan smile jika pd kenyataannya tubuh 
> merasakan sad..? Apakah kesesakan ini hanya masalah pilihan? 
> Yg pasti smile bisa terjadi dari perubahan konkrit order naik 10 
> kali, gaji naik 10 kali, tapi order tidak pernah jatuh dari 
Langit, 
> meskipun Langit menciptakan raga ini pasti ada maknanya….
> 
> 
> --- In [email protected], j70an <no_reply@> wrote:
> >
> > nanya donk bu...:)
> > 
> > Tapi bu kenyataanya kan ga begitu..[:(], sepertinya itu sama 
saja 
> > menutupi kenyataan yg buruk dg kata2 yg manis ?
> > 
> > dalam kenyataannya si buruh harus kerja 8 jam sehari, 
mengerjakan 
> yg 
> > itu2 saja, diruangan yg sama (misalnya nyetrika celana melulu),  
> > atau si pengusaha yg pusing 7 keliling pontang-panting nyari 
order
> > 
> > > Hidup terlalu berharga untuk disia2kan,
> > > membiarkan waktu berlalu begitu saja
> > > Menghabiskan waktu di tempat kerja yang 'menyesakkan' adalah 
> > kenyataannaya..?
> > 
> > apakah ada alternatif lain selain sikap nrimo gitu mba..?
> > misalnya gimana ya kalau kita berpikir..ya udah-lah toh hidup 
cuma 
> > sekali , nanti juga lewat begitu aja.? apakah ini termasuk 
> berkreasi 
> > juga ?
> > 
> > thanks
> 
> > 
> > 
> > 
> > --- In [email protected], "non_sisca" <non_sisca@> wrote:
> > >
> > > 
> > > 
> > > 
> > > Meskipun kita tidak bisa memilih pekerjaan
> > > (barangkali mengingat tanggung jawab dan faktor2 lain)
> > > namun akan selalu ada pilihan,
> > > bagaimana cara kita mengerjakan pekerjaan itu
> > > 
> > > Kita bisa memilih sikap yang akan kita bawa dalam pekerjaan 
kita
> > > 
> > > Hidup terlalu berharga untuk disia2kan,
> > > membiarkan waktu berlalu begitu saja
> > > Menghabiskan waktu di tempat kerja yang 'menyesakkan'
> > > 
> > > Mengapa tidak membuat tempat kerja yang lebih baik ?
> > > Tinggal memilih,
> > > membawa sikap marah2 dan merasa tertekan sepanjang hari,
> > > atau membawa sikap gembira, jenaka, ramah tamah, dan menjalani 
> hari 
> > yang
> > > menyenangkan
> > > 
> > > 
> > > Menjalani hari yang 'biasa saja'
> > > atau menjalani hari yang luar biasa
> > > 
> > > Hidup terlalu berharga untuk dihamburkan dengan menjalani 
hidup 
> yang
> > > tertekan
> > > Kenyataan terkadang adalah resiko yang timbul bila tidak 
berbuat 
> > apa2
> > > 
> > > Memilih lah untuk berkreasi setiap hari
> > > Menghidupkan pekerjaan dan tempat kerja sehingga 'menarik'
> > > Dimulai dengan memilih sikap, memilih respon
> > > 
> > > Meskipun kita tidak bisa memilih pekerjaan
> > > namun akan selalu ada pilihan,
> > > bagaimana cara kita mengerjakan pekerjaan itu
> > > 
> > > 
> > > Pilihlah sikap mu,  [:)]  atau  [:(]
> > >
> >
>




******************************************************
Milis Filsafat
Posting     : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website     : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke