Apa kabar KPAI periode 2007-2010?
Nasib KPAI Digantung Setelah DPR menetapkan sembilan calon anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) 2007-2010 didasarkan pada uji kelayakan dan kepatutan oleh Komisi VIII DPR awal Juli 2007. Kesembilan calon dari 18 orang yang diajukan, yang lolos adalah: 1. Drs Hadi Supeno Msi dari unsur pemerintah, 2. Hj Enny Rosyidah Bawadi (tokoh agama), 3. Drs Abdul Ghofur Msi (tokoh masyarakat) 4. Drs Ferry Devi Johanes (organisasi sosial) 5. Ir Satryandayaningrum (organisasi kemasyarakatan). 6. Masnah Sari SH (organisasi profesi), 7. Dra Magdalena Sitorus (unsur LSM), 8. Dra Santi Diansari SH (dunia usaha) dan 9. Dra Susilahati SH dari unsur kelompok masyarakat peduli anak Kesembilan orang tersebut lolos dari proses yang telah ditetapkan oleh DPR melalui proses yang “transparan” yaitu dimuatnya dalm situs: www.dpr.go.id pada tanggal 27 Juni 2007 oleh Komisi VIII (membidangi masalah sosial, kesehatan dan agama) DPR RI. Kesembilan orang ini menunggu keputusan presiden untuk menduduki lembaga Negara KPAI periode 2007-2010, yang akan berakhir pada tanggal 23 Juni 2010. Dana yang dialokasikan pada periode 2004-2007 sebesar 12 Miliar. Hingga tulisan ini dibuat, belum ada kepastian tentang kepres presiden mengenai KPAI. Hingga hari ini (di Pos Kota, 31 Oktober 2007) kesembilan nama diatas belum disahkan oleh pemerintah. Presiden masih urung membuat kepres tentang anggota KPAI periode 2007-2010. Entah kenapa, namun yang pasti ada kekosongan dilembaga Negara, KPAI. Kiprah Kepemimpinan “Giwo Rubianto Wiyogo” (wakil ketua Kongres Wanita-KOWANI- Indonesia 2004-2009). Berikut ini pernyataan dari hasil evaluasi kinerja KPAI: “Anggota Komisi VIII (membidangi masalah sosial,kesehatan dan agama) DPR RI H.DH Al Yusni menilai kinerja Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) periode 2004 - 2007 kurang memuaskan. "Keberadaan lembaga negara tersebut selama ini hanya sebatas aksesoris yang kegiatannya tidak dikenal masyarakat, masalah anak terabaikan”.Lanjutnya lagi "Saat ini masyarakat lebih mengenal Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) dibanding KPAI. Ini akibat aktifitas KPAI hanya terbatas pada pengokohan struktur di pusat dan daerah. Tiga tahun berlalu, KPAI hanya menangani sebatas simbolik pada anak para artis dan selebritis saja. Padahal, banyak anak Indonesia lainnya yang butuh perlindungan," kata Al Yusni, kemarin, di Jakarta (Harian Terbit 9 Juli 2007). Dengan dana 12 Miliar lebih, kinerja KPAI tidak terlihat, sibuk membentuk struktur dalam birokrasi dan abai dengan kondisi aktual anak Indonesia. Pada tanggal 8 Januari 2007 silam, Irfan Maulana(14) yang diduga tewas dikeroyok 9 orang oknum petugas Tramtib di Jakarta Selatan hingga saat ini tak kedengaran lagi perkembangan kasusnya. Padahal kejadian tersebut hanya beberapa kilo meter saja dari para pejabat publik ini bertugas, di Jalan Tengku Umar, Menteng. Selang beberapa bulan sebelum jabatan anggota KPAI (2004-2007) berakhir, kasus Pedophil di Jakarta terkuak ke publik, oleh seorang warga Australia yang memakan koban 50 Anak juga tak digubris, bahkan pada saat dua bulan berselang kasus mutilasi anak yang terjadi di Jakarta, KPAI diam membisu, sibuk membuat laporan pertanggungjawaban, tapi kesibukannya hanya seputar perihal mengurusi anak artis dan pembentukan struktur didaerah (KPAID), lantas bagaimana dengan dana rakyat sebesar 12 Miliar?. Pesan untuk anggota KPAI periode 2007-2010 Mudah-mudahan dana yang akan anda pakai bisa teralokasikan dengan benar (lebih dari 12 Miliar). Semoga anda yang terpilih bukan orang-orang bodoh yang abai dengan nasib dan kondisi anak saat ini. Mungkin ada baiknya, tidak usah terlalu jauh, jika anda semua sudah disahkan, sesekali naiklah kereta api listrik Kota-Bogor dan Bekasi-Kota, anda akan bertemu dengan ribuan anak dengan kondisi yang sangat memprihatinkan. Juga berkali-kali, jika anda ingin mencoba, naiklah buskota dari Kampung Melayu-Grogol, puluhan anak-anak lelaki dan perempuan usia 4-15 tahun, akan anda temui. Mereka bekerja sambil menyambi sekolah, bahkan diantara mereka ada yang diperdagangkan seperti cerita diatas. Ribuan diantaranya terjebak dalam cengkraman kemiskinan, dihisap tenaganya, direbut masa kanak-kanaknya, dihancurkan kebahagiaannya. Semoga anda semua, calon anggota KPAI memilih berbuat benar dan maksimal, jangan cuma jadi badut seperti KPAI sebelumnya. Ingin tahu berita dan informasi lainnya, kunjungi: www.jcsc-indonesia.blogspot.com __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com
