Silakan Mas Tuhantu, konsep ini memang terkadang harus dibahas
interreligi..., akan terhenti apabila hanya dibahas dalam satu dogma agama
saja.
Salam,
Dj
At 02:39 PM 27/11/07 +0000, you wrote:
Mas Verri, saya minta ijin forward tulisan Anda ini, ke beberapa milis
lokal ... Dalam tulisan lalu, nampaknya ada beberapa sohib yg kebingungan
pada tulisan saya sebelumnya, -diantaranya- ada kalimat:
½... Mengahapkan bahwa stagnasi itu diisi oleh move spiritualisme di
Indonesia? Spiritualisme yang bagaimana?... Organized-institutionalized
spiritualism (religion)? Atau yang bagaimana?...½
Kayaknya memang barangkali masih banyak yang korslet pemahamannya antara
religion dan spiritualism. Dan tulisan Anda ini saya anggap bisa
menjelaskan lebih rinci. Thanks sebelumnya.
Be Fun
Tuhantu
<http://hole-spirit.blogspot.com>http://hole-spirit.blogspot.com
--- In [email protected], verri DJ <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Antara Agama dan Spiritual
>
> Agama
>
> Kata agama aslinya berasal dari bahasa Sansekerta, artinya sektarian.
> Sedangkan ajarannya (scripture) di sebut Agama Shaivite. Di Indonesia yang
> disebut agama sama dengan religion (Bhs. Inggris) atau din (Bhs Arab).
>
> Membahas masalah term agama ini dari berbagai bahasa akan membuat beda
> pengertiannya, walaupun hakikatnya bisa jadi sama. Religion (English)
> berasal dari kata Religio (latin) yang artinya mengikat dengan kencang,
> aartinya yang lain adalah membaca kembali atau membaca berulang-ulang.
> Agama adalah seperangkat aturan dan kepercayaan yang dibebankan secara
> eksternal pada pengikutnya dan pengikutnya wajib melaksanakan aturan
tersebut.
>
> Membaca term seperti ini mau tidak mau harus lintas agama dan lintas
> bahasa karena Bahasa Indonesia itu banyak sekali yang berasal dari serapan
> bahasa-bahasa asing lainnya. Makanya untuk memahami makna leksikal
> jangan selalu memandang dari satu kacamata agama yang diyakininya saja,
> karena hasilnya menjadi berbeda.
>
> Agama Islam, berasal dari Jazirah Arab, makanya terpengaruh dengan Bahasa
> Arab yang paling dominan. Agama dalam Bahasa Arab disebut "Din". Artinya
> ketaatan dan balasan. Definisi secara teknis adalah iman kepada Pencipta
> manusia dan alam semesta serta kepada hukum-hukum praktis yang sesuai
> dengan keimanan tersebut.
>
> Spiritual
>
> Spiritual berasal dari Bahasa Inggris Spiritualis, yang mengadopsi dari
> Bahasa Latin Spiritualis, asal kata : Spiritus artinya roh. Jadi secara
> leksikal spiritual adalah rohani.
>
> Dipandang dari sudut agama spiritualisme itu mengacu kepada penjelmaan
roh.
> Spiritualisme adalah suatu pandangan bahwa realitas puncak yang mendasari
> semua realitas adalah Ruh/Roh.
>
>
> Beda Agama dan Spiritualitas
>
> Dari definisi-definisi diatas masih belum terlihat perbedaan antara agama
> dan spiritualitas, perlu perhatian yang mendalam untuk beberapa aspek.
> Kesulitan membedakan biasanya terjadi apabila kita tidak bisa memilah mana
> yang bersifat 'aspek bumi' dan mana yang bersifat 'langit' aspek
> spiritualitas pada agamanya. Kerancuan antara agama dengan spiritualitas
> adalah kesamaan hal yang dibahas seperti Tuhan, Jiwa, surga, neraka,
tetapi
> tidak melihat sisi birokrasi dan ada sistem keorganisasian dalam beragama.
> Biasanya orang yang beranggapan bahwa agama adalah spiritualitas mengacu
> pada sisi tolerannya agama. Kenyataanya di dalam agama, selain memiliki
> sisi toleran ada juga sisi ekstrim, yang tidak mau tahu terhadap sistem
> keorganisasian dalam beragama.
>
> Contohnya sisi ekstrim saja di dalam Islam adalah Jihad Islam, di dalam
> agama Kristen juga ada, contoh yang bersifat spiritual, di dalam agama
> Hindu yang memiliki banyak kitab suci, Kitab Wedha adalah kitab yang
> memfokuskan pada spritualitas. Boleh jadi pada Agama Islam contoh nya
> adalah ajaran Tasawuf.
>
> Lalu, apa yang membedakan antara agama dengan spritualitas? Ada beberapa
> aspek yang berbeda di dalamnya, pada agama (A) bersifat Institusional,
pada
> spiritualitas (S) bersifat universal, (A) mengacu pada eksternal
> (eksoteris) sebaliknya (S) Internal (essoteris), pada agama (A)
> memfokuskan ke ritual, sebaliknya spirtual (S) spontanitas, (A)untuk
> kalangan umum sebaliknya (S) khusus atau privat, (A) fokus pada
> tabiat/kelakuan sebaliknya (S) fokus pada cinta kasih, terakhir pada Agama
> (A) pengetahuan doktrin unik, sebaliknya spiritual (S) bisa bercampur.
>
> Jadi sekarang pilihan ditangan anda, mau pilih agama adalah sama dengan
> spiritual (a=s), atau spiritual berbeda dengan agama (a><s) ataupun
(s<a) ,
> silakan-silakan saja, karena artinya anda hanya mencomot salah satu irisan
> dari kesamaan, kalau diibaratkan dalam diagram ven ada irisan a (agama)
> irisan s (spiritual), dan irisan c (campuran).
>
> Salam,
> Http://ferrydjajaprana/multiply.com
>