UNDANGAN
   
  Ulang Tahun Ke-2 Kongkow Bareng Gus Dur di KBR68H
  DISKUSI PUBLIK
  “Evaluasi Toleransi Beragama dalam Pemerintahan SBY-Jusuf Kalla”
   
  KH Abdurrahman Wahid
  Adnan Buyung Nasution
  Siti Musdah Mulia 
  Ifdal Kasim 
  Pdt Gomar Gultom 
   
  Kedai Tempo, Jl Utan Kayu No 68H Jakarta, 
  Sabtu 22 Desember 2007, pukul 10.00—12.00 WIB
   
  Tiga tahun lebih dua bulan SBY-Jusuf Kalla memerintah Indonesia. Pemerintahan 
yang tak pernah lepas dari sorotan publik, khususnya di akhir tahun ini. Namun 
fokus sorotan tersebut lebih mengarah pada kebijakan ekonomi dan politik. Hal 
yang menyedihkan masalah toleransi beragama dan kebebasan berekspresi tidak 
mendapatkan perhatian yang cukup. Isu ini menguap di tengah panasnya isu 
kenaikan harga BBM di tahun depan, hingga isu persaingan SBY-Jusuf Kalla 
menghadapi Pemilu 2009. 
   
  Jamak diketahui pemerintahan SBY-Jusuf Kalla mendapat legitimasi politik 
penuh dari rakyat Indonesia. Mereka berdua dipilih secara langsung, bebas, dan 
demokratis. Namun apa lacur, seperti yang ditulis Fareed Zakaria, dalam The 
Future of Freedom, pemerintahan yang dipilih secara demokratis, belum tentu 
menjamin tegaknya kebebasan sipil. Pemasungan, pemberhangusan, dan sikap acuh 
tak acuh terhadap kebebasan sipil bisa terjadi dalam atmosfer demokrasi. 
Kebebasan dan demokrasi tidak selalu berjalan seiring.
   
  Fakta ironis tersebut terjadi pada selama pemerintahan SBY-Jusuf Kalla. Di 
tengah iklim yang demokratis, bangsa ini disuguhi dengan maraknya pemasungan 
kebebasan beragama. Kita dikejutkan penutupan rumah ibadah—mengutip data PGI 
dari tahun 2004 hingga 2007 terjadi 108 kasus penutupan gereja—aksi-aksi 
penyerangan terhadap jamaah Ahmadiyah, ancaman fisik terhadap individu atau 
lembaga yang memperjuangan kebebasan agama hingga fatwa-fatwa keagamaan yang 
intoleran. Perlu dicatat, pemeritah SBY-Jusuf Kalla tampak tidak berdaya dan 
tidak memberi tindakan perlindungan yang kongkrit.
   
  Dalam dua bulan terakhir ini, jemaat Ahmadiyah menjadi sasaran aksi dan fatwa 
yang menindas. Pekan ini kampung Ahmadiyah di Manis Lor Kabupaten Kuningan 
diserang, korban berjatuhan, rumah dan mesjid diserang. Kelompok yang menyerang 
belum puas meskipun sepekan sebelumnya tiga mesjid Ahmadiyah di kampung itu 
sudah disegel.
   
  Dimana letak kekuatan Konstitusi kita yang konon memberikan jaminan dan 
perlindungan bagi kebebasan beragama dan hak asasi manusia? Dimana aparat 
pemerintah yang memiliki kewajiban warga negara tanpa memandang suku, ras dan 
agama? 
   
  Tentang program Kongkow Bareng Gus Dur
   
  Setiap Sabtu pukul 10.00 WIB, KH Abdurrahman Wahid menyapa rakyat Indonesia 
melalui siaran radio KBR68H di Kedai Tempo, Jl Utan Kayu, Jakarta Timur. Acara 
tersebut dikemas dalam bentuk obrolan-obrolan bebas yang biasanya tanpa terikat 
pada sebuah tema. Siaran itu diberi nama Kongkow Bareng Gus Dur. Melalui siaran 
tersebut, Gus Dur bisa mendengarkan informasi dan perkembangan secara langsung 
dari masyarakat yang berada di ujung barat hingga ujung timur Indonesia. Gus 
Dur berdialog dengan masyarakat melalui telepon atau pesan pendek (SMS). 
Sementara masyarakat yang berdomisili di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan 
Bekasi bisa bertatap muka, bertanya secara langsung, dan bersilaturahmi bersama 
Gus Dur di Kedai Tempo.
   
  Banyak masalah yang telah dibahas. Khususnya tema-tema yang raib dari liputan 
media-media mainstream seperti hak-hak kaum minoritas, nasib rakyat kecil yang 
tertindas, kesewenang-wenangan radikalisme agama, reformasi hukum dan politik 
yang mampet, penegakan hukum yang tebang-pilih, kesenjangan sosial dan ekonomi 
yang semakin mencolok, hingga humor-humor Gus Dur yang selalu segar dan tak 
pernah habis. 
   
  Kini acara Kongkow Bareng Gus Dur tersebut telah disiarkan oleh 80 lebih 
radio jaringan KBR68H di Nusantara dan juga telah dikemas untuk acara di 
televisi. Selama bulan Ramadhan ini, acara Kongkow Bareng Gus Dur tersebut 
ditayangkan oleh 13 televisi daerah (provinsi). 
   
  Pada bulan November tahun ini usia acara Kongkow Bareng Gus Dur di KBR68H 
genap dua tahun. Untuk itulah kami memandang perlu mengadakan acara syukuran 
dengan pendengar dan masyarakat luas melalui sebuah acara, diskusi, tumpengan, 
hiburan musik, temu-kangen pendengar dengan Gus Dur.
   
  Mohamad Guntur Romli, pemandu acara Kongkow Bareng Gus Dur di KBR68H 
(www.gusdur.net) 
  email [EMAIL PROTECTED] dan http://guntur.name/ 
   
   
  

Mohamad Guntur Romli
Jl Utan Kayu No 68H, Jakarta
[EMAIL PROTECTED]
http://guntur.name/
       
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.

Kirim email ke