Jaman Orde Baru terkenal sebagai jaman repressive, one political system, dwi
fungsi ABRI, anti-Islam, anti-HAM dll. yang dalam dunia politik kita saat ini
sangat berkonotasi negatif dan berlawanan. Bahkan saya pernah membuat
kepanjangan Orba sebagai Orde Bandit, karena KKN para penguasa-pengusaha-ABRI
merajalela dari pusat hingga desa-desa.
Di Mesir jaman Orde Baru identik dengan kuatnya kekuasaan negara via KBRI dan
banyaknya intel yang dipasang di kalangan mahasiswa.
Siapapun pernah benci dan merasa terzalimi oleh rezim Orde Baru dengan segala
arogansi dan tindakan represifnya; anda, saya, kalian, kami, dan kita.
Kini jaman Orde Baru telah berlalu dengan segala haru birunya, ia telah jatuh
sebagaimana jaman Bung Karno.
Bagi orang yang sudah dapat berpikir matang pada jaman Orde Baru, jaman itu
adalah tak ubahnya bagai ayyam helwah atau masa-masa indah; dari segi sandang,
pangan, papan, dan stabilitas keamanan (apalagi pasca Petrus (penembak
misterius) terhadap penjahat, mantan penjahat/residivis/bromocorah, preman,
pada paruh pertama 80-an) dibanding jaman kita saat ini.
Jika kita mengenang jaman Orde Baru, kita tak dapat melupakan tokoh utamanya,
yaitu Jenderal Besar Haji Mohammad Soeharto The Smiling General yang kini
terbaring sakit.
Sebagai manusia biasa, beliau tentu tak luput dari dosa. Dan sebagai pemimpin
tentu beliau tak lepas dari kesalahan, khususnya terhadap orang-orang yang
mengancam kekuasaannya. Namun bukan tempatnya bagi kita disini untuk mengorek
dosa-dosa dan kesalahan beliau.
Para khalifah Dinasti Umaiyah, Abbasiyah, Utsmaniyah, dan pemimpin besar
seperti Gamal Abdul Nasser, Anwar Sadat, bahkan Bung Karno pun pernah berbuat
hal yang sama terhadap orang-orang yang mengancam kekuasaannya (ingat Muso,
Djoko Soejono, Tan Malaka, Amir Sjarifuddin, Laskar Pesindo, cs. dg Sowjet
Repoeblik Madioen-nya, DI-TII, PRRI/Permesta, dll. jaman Bung Karno). Justeru
karena kesalahanlah maka manusia menjadi sempurna sebagai manusia. Karena jika
ia tak mempunyai kesalahan maka ia bukanlah manusia, tetapi malaikat.
Beberapa jasa Pak Harto yang patut kita kenangkan hingga kini antara lain:
- Mengeluarkan Indonesia dari masa transisi akibat kudeta PKI yang gagal yang
menyebabkan instabilitas politik dan keamanan nasional, konflik grass-root, dan
inflasi ekonomi yang tinggi yang berpangkal dari kegagalan percobaan politik
Nasakom Bung Karno.
- Meredam pengaruh komunis di Asia Tenggara (PKI, PGRS/Paraku (Pasukan Gerilya
Revolusioner Serawak/Pasukan Rakyat Kalimantan Utara, sayap militer komunis
Malaya yang bergerilya di hutan-hutan Kalimantan Utara), Fretelin di Timor
Timur.
- Membawa Indonesia menjadi bangsa yang disegani pada masanya, termasuk
mahasiswa Indonesia di Mesir di mata orang Mesir.
- Indonesia pernah meraih swasembada pangan dan Pak Harto sempat berpidato di
markas besar FAO (The Food & Agricultural Organization) di Roma, Italia.
- dll., dll.
Barangkali dengan jasa-jasa itu cukuplah bagi kita untuk mengenang beliau
sebagai tokoh besar yang banyak berjasa bagi negeri ini.
Irfanan bil jamil terhadap jasa-jasa beliau, marilah dengan ikhlas hati kita
bacakan Al Fatihah bagi beliau. Jika beliau masih diberi umur panjang, semoga
beliau lekas sembuh. Dan jika memang sudah saatnya beliau dipanggil Allah SWT.
agar beliau tidak disiksa dengan sakit yang berkepanjangan dalam sekaratul maut.
Biarlah masalah hukum ditangani pemerintah, dan masalah dosa-dosa ditangani
Allah SWT.
Sebagai orang yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir selayaknya kita
menyerahkan segala dosa-dosa beliau semasa memimpin (dan dosa-dosa kita,
tentunya) kepada Al Hakam Al 'Adl Allah SWT. Dan sebagai sesama muslim kita
berkewajiban mendoakan beliau.
Al Fatihah!
Salam.
Farhan, Cairo.
The Mind Advances by Evolution, not by Revolution ---*****
---------------------------------
Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.