Salam... Bangsaku sudah lama lemah dan lemas akibat jauh dan terlalu jauh dari ilmu pengetahuan yang konon katanya sudah berhasil membangun negara megah dan super power dibelahan bumi eropa dan amerika sana. Bangsaku sudah lama pegel linu akibat kebanyakan dari kami disuguhi atraksi-atraksi yang menjemukan dari tingkah polah para seleberiti politik yang mengganggap uang dan kekuasaan adalah tuhan. Bangsaku semakin hancur kini akibat pembodohan yang tiada henti-hentinya disiarkan di tv.bangsaku menjadi bodoh karena sinetron picisan, mak maki bapak, bapak maki anak, anak maki mak, pembantu maki tukang kebon..hantu yang diburu-buru, jin yang bisa ditenteng-tenteng. Bangsaku menjadi bodoh karena tivi-tivi kami sibuk menyogohkan tontonan gosip murahan para selebriti, ya yang buntinglah, ya yang kawin cerailah, ya yang kepergok lagi kelonan sama bini orang lah, yang ingin kawin sesama jenislah, lesbilah, homolah, rebut pacar oranglah, gonta-ganti pasanganlah, free sexlah, narkobalah ..ahh macam-macam, pusing aku! Bangsaku kini, ibarat pintu rumah tua, engsel-engselnya sudah hampir copot, sehingga kalau di tiup angin sedikit saja langsung berisik dan heboh tak mampu menahan diri dari kehancuran. Lihatlah tingkah polah masyarakat dinegeriku ini, mereka bangga dengan kebodohannya! Mereka bangga kalau bisa masuk jalur busway dengan motor butut dan mobil mercinya, 'lihat.tidak ada polisi yang berani melarangku', demikian ucap mereka bangga! Mereka bangga parkir ditempat yang sudah jelas bertuliskan dilarang parkir, 'Emang kenapa, Cuma sebentar ini kok?' demikian jawab mereka dengan bangga. Mereka bangga sehabis membakar warung makan, rumah warga, café " Mereka itu tidak menghormati syariat islam " begitu kata mereka enteng memberikan penjelasan atas ulah bodoh mereka. Hari ini, didipagi hari yang cerah ini saya ingin ketemu teman lama saya di Jl. Sudirman Jakarta, karena saya nyetir mobil cuma sendirian, maka tentu saja saya mobil saya tidak bisa melalui jalan tersebut karena ada aturan tree in one, saya putuskan naik taksi saja. Baru saja saya duduk ditaksi biru ini, huss. jantung saya sudah hampir mau copot saja rasanya karena taksi itu langsung ngebut tancap gas masuk tol. "tolong pelan-pelan pak sopir' "Oh baik baik, pak" demikian jawab sisupir.dan kemudian supirnya balik tanya kearah saya, ' Bapak takut ya? Itu tadi belum seberapa pak, itu Cuma 120KM/jam biasanya kalau di tol saya bawa taksi bisa sampai 180/km jam' katanya dengan bangga.. "kalau saya sudah ngebut pak, biasanya semua mobil jadi minggir., karena mereka yakin tidak akan mampu mengimbangi kecepatan taksi ini" demikian lanjut sisopir ini, sopir ini betul-betul bangga dengan caranya yang membahayakan keselamatan orang lain. Lemas saya.. Sampai didekat tujuan, terlihat ada pejabat mau lewat. Kami disuruh berhenti, saya lihat tulisan besar-besar dimarka jalan ' Dilarang PARKIR ' dan duhh., sama saja! Persis dibawah tulisan itu saya lihat sederetan mobil-mobil pengawal pejabat tadi parkir dengan nyamannya. Mereka merasa tidak merugikan dan melanggar peraturan apapun. Saya sampai kantor teman saya akhirnya terlambat sudah, dan pertemuaanpun diundur besok pagi. Sekarang saya nunggu teman saya nongkrong dicafe gedung kantor teman tadi, buka laptop menunggu sambil menghirup kopi hangat, dan tertawa geli melihat ADA LAGIi orang yang bangga dengan kebodohan di dunia maya. Ada seseorang di milist [EMAIL PROTECTED] tertawa terpingkal-pingkal mengejek orang yang menulis sesuatu yang sangat bermanfaat terhadap orang lain. Orang itu mengejek si penulis dengan mengatakan " ahh.ini penulis bisanya cuma bilang bismillahirahmanirrahim, kok ndak terbukti berani bikin bom dan ngebom orang?' Satu kebodohan yang luar biasa, orang yang melek teknologi internet sekalipun masih salah kaprah dengan kosa kata tertentu. Apa hubungannya kata-kata semacam Bismillahirahmanirrahim dengan Bom dan ngebom orang lain? Apa hubungannya salam kasih yesus dengan kemajuan teknologi? Apa hubungannya puja dewa dengan penculikan dan pemerkosaan? Orang ini merasa bangga bisa memaki dan menghina orang yang sudah berbuat untuk orang lain. Ternyata sama saja.didunia nyata dan didunia maya dinegeriku kini, banyak sekali orang-orang yang merasa bangga dengan kebodohannya. Iya, pelanggar hukum, iya pengebut liar , ya petugas yg ndak ngerti hukum, iya orang-orang didunia maya.. Duhh.negeriku.. Salam, Alexander Soebroto www.parapemikir.com
