Sebuah artikel yg menarik utk kita cermati yg konon katannya Sudah dibukukan tetapi sayang saya belum pernah menemukanya yaitu tulisan sekelompok Anak muda dari IAIN yg isinya sangat Dasyat dan menimbulkan Kontroversi dimana-mana bahkan menimbulkan Kecaman dari Kelompok Agamawan Khususnya dari Umat Islam Konsrvative yang isinya mengenai Perkawinan Sejenis tulisan ini juga pernah ditanggapi oleh Penulis Handal Adian Huseni dalam berbagai Jurnalnya di media masa untuk menyerang orang-orang JIL bahwa itu semua adalah Produk JIL Saya Sendiri tidak tahu apakah tulisan tersebut memang bagian dari JIL atau bukan saya tidak tahu Wallahu a'lam.
Tapi yg jelas berkat tulisan ini banyak orang yg semakin terprofokasi utk membenci JIL bahkan dalam berbagai Ceramah di Mimbar-mimbar masjid atau Diskusi-diskusi Keagamaan juga dikatakan bahwa JIL sudah kelewat batas karena sudah merusak Aqidah Islam dengan menghalalkan Homo . Jurnal itu bernama Justicia dengan Lakon Indahnya Kawin Sesama Jenis Dengan radikal dalam pengantar redaksinya, Justisia terang-terangan memperlihatkan keberpihakan dan pembelaannya, seperti ini: Hanya orang primitif saja yang yang melihat perkwinan sejenis sebagai sesuatu yang abnormal dan berbahaya. Bagi kami, tiada alasan kuat bagi siapapun dengan dalih apapun untuk melarang perkawinan sejenis. Sebab, Tuhan pun sudah maklum, bahwa proyeknya menciptakan manusia sudah berhasil bahkan kebablasan. Jika dulu Tuhan mengutus Luth untuk menumpas kaum homo karena mungkin bisa menggagalkan proyek Tuhan dalam menciptakan manusia (karena waktu itu manusia masih sedikit)?.. M Kholidul Adib Ach yang menulis artikel berjudul "Agama Peduli Homoseksual: Membebaskan Kaum Homoseksual dari Penindasan Agama" bahkan berpendapat begini: Pengharaman nikah sejenis adalah bentuk kebodohan umat Islam generasi sekarang karena ia hanya memahami doktrin agamanya secara given, taken for granted, tanpa ada pembacaan ulang secara kritis atas doktrin tersebut. Menurut pemimpin redaksi Justisia ini, pembacaan yang dilakukan umat sekarang atas kisah kaum Luth hanya sebatas permukaan dan tidak membaca "narasi yang tak tampak". Katanya, "Boleh jadi cerita kaum Luth ini, kalaupun benar adanya, jangan-jangan malah cuma mitos, terdapat kepentingan politik Luth terhadap seseorang yang kebetulan homoseks." Senada dengan Kholidul Adib, penulis lain bernama Sumanto al-Qurtuby yang juga redaktur eksekutif Justisia mengkritisi kisah yang sama dengan pertanyaan, andaikan kisah Luth itu "historis", apakah homoseksualitas merupakan unsur utama atau komplemen saja? Qurtuby memberi ilustrasi dengan menyebut kisah perseteruan mantan PM Mahathir Muhammad dengan Anwar Ibrahim di Malaysia: sebuah kisah pertandingan politik yang dibungkus dengan isu sodomi. Itu baru debat mengenai akar-akar historis-sosiologois. Sedangkan dari segi peristilahan saja sudah muncul kekaburan: dalam teks-teks Islam klasik sebenarnya tidak ada padanan kata untuk gay (dan lesbian). Yang ada hanyalah kata "khunsa" yang lebih tepat bermakna waria. Ketiadaan istilah yang sepadan ini membuat setiap pembicaraan mengenai gay/lesbian dalam perspektif fikih selalu dimasukkan dalam pembahasan mengenai "khunsa" tadi. Padahal masalah gay/lesbian jelas jauh berbeda dengan persoalan waria. Dengan kata lain, membicarakan homoseksualitas, lebih-lebih menukik lagi pada isu pernikahan gay, dalam perspektif Islam memang akan selalu melahirkan diskusi, debat dan dialog yang panjang. ****************************************************** Milis Filsafat Posting : [email protected] Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ Website : http://filsafatkita.f2g.net/ Berhenti : [EMAIL PROTECTED] ****************************************************** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/filsafat/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
