Ternyata cukup banyak dari kita yang merasa dibohongi oleh agama2, including 
me. Tapi, kalau kita tidak pernah melewati segala jalan yang diajarkan oleh 
agama2 itu, maka kita tidak bisa sampai DISINI dan SAAT INI. Kita mungkin sudah 
tahu secara intuitif sejak semula bahwa Allah yang diajarkan kepada kita itu 
cuma konsep doang, dan bahwa Allah yang asli itu hidup di dalam kesadaran kita 
sendiri, yang bisa kita rasakan SETIAP SAAT tanpa harus pergi melakukan ibadah 
dan melakukan perbuatan baik untuk mengambil hatinya. Kita semuanya mulai dari 
"mengambil hati Allah". Lama2 ternyata kita cuma makan hati saja, bukan hati 
siapa2, melainkan hati kita sendiri saja. Kita akhirnya tahu bahwa orang2 
dewasa itu ternyata bohong terhadap kita. Mungkin bohong asli karena mereka 
sengaja tidak mengatakan apa adanya. Bisa juga "bohong" dalam tanda kutip 
karena mereka sendiri tidak tahu apa yang mereka katakan.

Tanpa perlu menyebut contoh manusianya siapa, kita semua tahu bahwa orang2 yang 
memegang agama itu memiliki suatu gangguan kejiwaan yang, dalam istilah 
Psikologi Klinis, disebut sebagai Waham atau "Delusion" dalam Bahasa Inggris. 
Nah, ciri2nya itu sudah begitu jelas, yaitu merasa diri memiliki kebenaran 
mutlak sehingga merasa BERHAK untuk memaki-maki semua orang lain yang tidak 
sepaham dengannya. Mereka mengalami waham / delusion, yaitu mengalami secara 
real / nyata hal2 yang sebenarnya cuma ada di PIKIRAN mereka sendiri dan tidak 
ada hubungannya sama sekali dengan realita.

Secara realita, kita ini hidup di masyarakat majemuk / plural dimana setiap 
manusia berhak memiliki pendapat dan mengutarakannya. Pendapat itu bisa apa 
saja, wong orang punya otak kan bisa berpikir sendiri TANPA perlu dijejali 
segala macam jalan pikiran milik orang lain. Tetapi, orang2 yang memegang agama 
itu TERJANGKIT suatu waham / delusion dimana dirinya menganggap bahwa Allah / 
God / Tuhan itu berbicara melalui kitab2 yang disucikan itu, yang mereka pegang 
sebagai "Buku Hukum Dunia dan Akhirat",... sehingga tanpa malu2 mereka akan 
mengkhotbahi manusia2 lain yang tidak sepaham dengannya. Pedahal siapa yang 
sesat ??? Siapa yang terkena waham / delusion ??? Siapa yang merasa BERHAK 
untuk mengajari orang2 lain tentang apa yang diinginkan "Allah" ???

Nah, makanya mereka yang belajar tentang penyakit2 kejiwaan memiliki istilah 
khusus bagi orang2 yang MABOK AGAMA. Istilahnya adalah Waham Kebesaran / 
Grandeur Delusion yang, antara lain, ciri2nya adalah merasa diri sebagai 
seorang yang besar di mata Allah blah blah blah, merasa diri dimuliakan 
sedemikian rupa sama Allah blah blah blah... sehingga merasa BERHAK untuk 
gebukin orang2 yang tidak percaya kepada agama Allah seperti yang dipercayainya.

On the other hand, kita juga semua tahu bahwa Allah yang NGOTOT membawa agama 
tertentu itu jelas bukan Allah / God / Tuhan melainkan manusia biasa2 saja 
yang, kalau waktunya sudah kedaluwarsa, mbok ya disingkirkan saja. Ajaran 
manusia2 biasa itu ada waktunya. Ada waktunya relevan, dan ada waktunya tidak 
relevan. Ada waktunya diciptakan, dan ada waktunya kedaluwarsa. Biarpun 
mengatas-namakan si Allah, semua ucapan2 yang dikumpulkan dalam kitab2 yang 
disucikan itu cuma UCAPAN MANUSIA BIASA SAJA. Kita pakai common sense saja lah, 
wong ucapan manusia biasa saja kok !

Tetapi mereka yang MABOK AGAMA tidak bisa menerima common sense seperti itu. 
Mereka pikir Allah itu tetap saja seperti tukang hitung dosa, seperti akuntan. 
Otak mereka TIDAK NYAMPE bahwa segala Allah yang bilang begini dan begitu itu 
adanya di jidat mereka doang. Mereka mengalami syndrome Waham Kebesaran 
(Grandeur Delusion) sehingga merasa WAJIB dan BERHAK untuk memaki semua orang 
yang tidak sepaham dengan mereka yang, sebenarnya, sangat menyedihkan juga. 
Kita patut mengasihani orang2 yang mabuk agama itu. Mereka itu jiwanya SAKIT, 
sehingga patut untuk dikasihani. Kasihan, what a pity !

Delusion itu istilah Bahasa Inggris, dan diterjemahkan oleh mereka yang 
bergerak di bidang psikologi sebagai "waham". Tetapi istilah "waham" tidak ada 
yang mengerti kecuali mereka yang memang belajar Psikologi Klinis. So, 
kebanyakan dari kita lebih mengerti istilah "delusion" yang di-Indonesiakan 
menjadi "delusi". Delusi itu ada hubungannya dengan istilah "illusi" juga. Akar 
katanya itu sama. Cuma, kalau illusi itu sesuatu yang biasanya datang dan 
pergi, semacam bayangan belaka, maka yang namanya DELUSI itu menetap di pikiran 
dan perasaan orang yang terjangkit. Bahasa Inggrisnya itu "deluded", 
ter-delusi. Mungkin bisa dibilang sebagai "kesambet" atau "kesurupan" juga 
kalau dalam Bahasa Indonesia.

Nah, orang yang ter-delusi itu macam2. Ada yang ter-delusi oleh ide2 tentang 
persecutions. Jadi selalu merasa dirinya itu dikejar-kejar, pedahal tidak ada 
yang mengejar-ngejarnya. So, orangnya itu bisa juga disebut sebagai paranoid, 
merasa sesuatu terjadi dengan dirinya, pedahal tidak ada apa2. Delusi umum yang 
terjadi di Indonesia adalah kefanatikan beragama. Agama2 itu kan buatan manusia 
belaka, segala kitab2 itu buatan manusia belaka. Tetapi orang yang mengalami 
DELUSI (Waham) itu akan percaya penuh bahwa Tuhan / Allah itu yang mengatakan 
hal2 yang tertulis di kitab suci mereka, sehingga mereka akan merasa berhak dan 
wajib mengkhotbahi semua orang2 lain agar "kembali ke jalan Allah".

Kalau Allah di kitab suci mereka tanpa ragu2 memberi CONTOH bagaimana si nabi 
yang dimuliakan itu membasmi orang2 yang tidak sepaham, maka orang yang 
mengalami Waham (Delusion) itu juga akan tanpa ragu2 mengikuti cara berpikir 
dan bertindak seperti itu. Kelakuan FPI itu baru contoh kecil saja, yang 
meledakkan Candi Borobudur juga sudah pernah, yang meledakkan Patung Buddha di 
Afghanistan juga ada, yang meledakkan Bom Bali itu juga ada. Nah, orang2 
seperti itulah yang mengalami Waham (Delusion). Jiwanya sakit sehingga tidak 
bisa membedakan antara COMMON SENSE dan segala macam ajaran yang memuliakan 
kitab2 yang disucikan itu. Kalau kitab2 yang disucikan itu dianggap sebagai 
benar2 Suara Tuhan / Allah, ... ya jadinya berantakan dong. Jadinya si pengikut 
Allah itu akan merasa TERPANGGIL untuk menjadi teroris, wong Allah disitu 
ngajarin si nabi untuk jadi teroris which is actually a fact. Tetapi itu masa 
lalu, dan tidak bisa dicontoh.  

Tetapi masih banyak orang yang dengan cara2 tidak se-ekstrim itu, tetap menjadi 
"teroris" dengan cara mengkhotbahi orang2 lain yang tidak sependapat dengannya. 
Bukan hanya khotbah melainkan MAKI2 juga. Mereka itu merasa berhak memaki semua 
orang karena mereka pikir Allah itu menyuruh mereka untuk maki2 semua orang 
yang tidak sepaham. Nah, Allah atau Allah ??? Pedahal, segala Allah2an itu 
adanya di PIKIRAN mereka sendiri saja, dan tidak ada hubungannya dengan 
realitas sosial. Orang yang tidak berpikir dengan cara Allah2an itu tetap saja 
bisa hidup, dan bisa hidup dengan baik2 saja malahan. Tetapi jalan pikiran 
common sense seperti itu rupanya susah diterima oleh orang2 yang sudah 
terjangkit Waham (Delusion). Mereka merasa memiliki kebenaran mutlak, sehingga 
merasa berhak dan wajib mengkhotbahi dan memaki semua orang yang tidak sepaham. 
Dan mereka menganggap dirinya lebih tinggi / lebih besar / lebih mulia daripada 
manusia2 lainnya yang tidak sepaham.

Manusia Indonesia yang sedikit2 merasa tersinggung dan terhina karena dibilang 
bahwa si Allah yang mereka sohor2kan itu adanya di jidat mereka doang, dan 
bahwa kitab sucinya itu buatan manusia biasa doang itu masih CUKUP BANYAK. Dan 
itu yang patut dikasihani karena merekalah yang terjangkit delusi (waham). 
Kalau waham itu sudah sedemikian besar, saya bilang namanya itu waham kebesaran 
(grandeur delusion). Orang yang terjangkit waham kebesaran (grandeur delusion) 
so pasti akan BERSEMANGAT untuk memaki-maki dan mengkhotbahi anda dan saya. 
Tetapi kita tahu bahwa mereka itulah yang jiwanya sakit, sick souls. 

+++

[Leonardo Rimba adalah seorang praktisi Psikologi Transpersonal. Bersama 
Audifax, Leo menulis buku "Psikologi Tarot" (Pinus, Maret 2008). Diskusi dengan 
Leo bisa dilakukan di Milis SI; just click:
<http://groups.yahoo.com/group/spiritual-indonesia>. Anybody is welcomed to 
join tanpa membedakan latar belakang Suku, Agama, Ras, Jenis Kelamin, Usia, dan 
Orientasi Seksual.]

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

------------------------------------

******************************************************
Milis Filsafat
Posting     : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website     : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke